Tingkatkan Kesejahteraan Petani, Pemkab Agam Launching Program Sawah Pokok Murah

Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah melaunching program Sawah Pokok Murah (SPM) di Nagari Koto Tangah, Kecamatan Tilatang Kamang

Pencanangan program Sawah Pokok Murah (SPM) di Nagari Koto Tangah, Kecamatan Tilatang Kamang, Agam. [foto: amcnews.co.id]

Langgam.id – Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah melaunching program Sawah Pokok Murah (SPM) di Nagari Koto Tangah, Kecamatan Tilatang Kamang, Jumat (25/4/2025).

Program yang dicanangkan oleh Pemkab Agam ini juga serentak diluncurkan di 91 nagari.

“Program ini dilaunching untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sesuai arahan presiden melalui ketahanan pangan,” ujar Mahyeldi dilansir dari amcnews.co.id pada Sabtu (26/4/2025).

Pada kesempatan itu, Mahyeldi mengapresiasi Pemkab Agam yang sudah meluncurkan program ini.

“SPM menjadi bukti inovasi yang membuat masyarakat petani bisa terbantu. Pemprov Sumbar mendukung program ini dengan memperbaiki fasilitas pertanian,” bebernya

Selain itu, Mahyeldi meminta Pemnag juga mengalokasikan dana desa sebesar 20 persen mendukung program ini.

Bupati Agam Benni Warlis mengungkapkan bahwa, SPM sebagai salah satu upaya mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan petani.

“Dengan program ini, petani bisa menekan biaya produksi dan meningkatkan hasil panen hingga 30 persen,” tutur Benni.

Diketahui, inovasi Sawah Pokok Murah digagas oleh pakar pertanian Sumbar, IDjoni yang juga pernah menjabat sebagai Kepala Dinas Pertanian Pemprov Sumbar.

Ia melahirkan ide penghematan biaya produksi dengan meminimalisir penggunaan bahan kimia, pengolahan lahan hingga pembakaran jerami.

Setelah panen, jerami dibiarkan melapuk dan tidak dibakar. Sawah langsung diolah tanpa dibajak hanya dengan membuat saluran air dan tanahnya ditaruh di bedeng-bedeng.

Penyemaian bibit juga langsung dilakukan. Ketika benih siap tanam dengan program benih sebatang, maka tidak perlu waktu lama melakukan proses pengolahan sawah pola membajak mencangkul merancah dan baru tanam.

Ketika air tidak menggenangi pangkal tanaman padi, maka tanaman padi tak disentuh hama. (*/yki)

Baca Juga

Pemkab Agam Perpanjang Kerja Sama dengan BSrE BSSN, Transaksi Capai 399.392 TTE
Pemkab Agam Perpanjang Kerja Sama dengan BSrE BSSN, Transaksi Capai 399.392 TTE
80 Unit Huntap Korban Bencana Dibangun di Nagari III Koto Silungkang Palembayan
80 Unit Huntap Korban Bencana Dibangun di Nagari III Koto Silungkang Palembayan
86 Kepala Sekolah dan Satu Irban Inspektorat Agam Dilantik
86 Kepala Sekolah dan Satu Irban Inspektorat Agam Dilantik
Pemkab Agam Bantu Korban Kebakaran di Pauh Kamang Mudiak
Pemkab Agam Bantu Korban Kebakaran di Pauh Kamang Mudiak
Pemkab Agam Ajukan Perubahan Aturan, Tarif Pajak dan Retribusi Disesuaikan
Pemkab Agam Ajukan Perubahan Aturan, Tarif Pajak dan Retribusi Disesuaikan
Produksi padi Sumbar pada 2023 lalu mencapai 1.457.502,44 ton. Angka ini mengalami kenaikan dibandingkan 2022 lalu yaitu 1.373.532,19 ton.
Pemkab Agam Salurkan 1,95 Ton Benih Padi untuk 78 Ha Lahan Terdampak Bencana