Tes Fasilitas Wisata untuk Disabilitas, HWDI Minta Pemko Padang Lakukan Perbaikan

Tes Fasilitas Wisata untuk Disabilitas, HWDI Minta Pemko Padang Lakukan Perbaikan

HWDI Sumbar mencoba fasilitas yang ada di Pantai Padang menggunakan kursi roda. (foto: Rahmadi/langgam.id)

Langgam.id Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI) Sumatra Barat (Sumbar) bersama Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Padang melakukan tes fasilitas kawasan wisata untuk disabilitas di sekitar Pantai Padang, Sabtu (10/4/2021).

Beberapa orang dari HWDI dengan menggunakan kursi roda mencoba berjalan di atas trotoar di Pantai Padang. Tujuannya mengetes aksesibilitas untuk penyandang disabilitas. Perjalanan yang ditemani LBH Padang itu dilakukan dari tugu IORA sampai ke Tugu Merpati.

Ketua HWDI Sumbar Levi Yenita berharap agar trotoar yang berada di Kota Padang lebih mudah diakses untuk kawan-kawan disabilitas, khususnya di tempat-tempat wisata. Sebab kawan-kawan disabilitas juga butuh berwisata untuk refreshing.

“Kalau seandainya belum akses untuk disabilitas, bagaimana bisa kita jalan-jalan, bagaimana bisa kita bersenang-senang, contohnya yang kita alami pada sore ini,” katanya.

Dia menjelaskan, ada keberagaman disabilitas seperti tuna netra, tuna raksa, tuna daksa dan lainnya. Sepertinya secara fisik tidak mempunyai hambatan, padahal belum akses. Semua teman disabilitas butuh aksesibilitas.

“Termasuk gedung, karena masih banyak gedung yang belum akses disabilitas di Kota Padang, saya merasa kesulitan misalnya jika tidak ada lift,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur LBH Padang Indira Suryani mengatakan, pihaknya mencoba uji akses Pantai Padang untuk teman-teman disabilitas. Dari uji akses itu, diketahui bahwa banyak halangan ditemukan dan fasilitasnya belum baik.

Uji akses dilakukan meliputi seperti trotoar untuk disabilitas, kemudian bidang miring beserta pegangannya bagi pengguna kursi roda.

Selain itu, ada juga guide block sebagai penunjuk arah bagi penyandang tuna netra yang terlalu di pinggir dan kurang terasa. Ditambah dengan banyaknya pedagang berjualan di trotoar.

“Fasilitasnya tidak memandirikan teman-teman disabilitas, ke depan kami mau Pemko Padang memperbaiki. Kami juga berharap agar pembangunan itu mengikutkan teman-teman disabilitas sejak awal,” harapnya.

Menurutnya, jika pemerintah mengikutkan teman disabilitas dalam pembangunan, maka tidak akan perlu ada bongkar-bongkar fasilitas. Pemerintah harus membuat fasilitas bisa akses oleh disabilitas dan tidak bersifat diskriminasi.

“Dari awal pemerintah harus melibatkan secara aktif kawan-kawan disabilitas, sehingga tidak bersifat diskriminatif, tidak perlu diangkat-angkat seperti pengguna kursi roda,” katanya. (Rahmadi/yki)

Baca Juga

Banjir merendam sejumlah wilayah di Kota Padang, Senin (3/8/2026)
Banjir Kota Padang, Wagub Vako: 1.488 KK Terdampak, 1.377 Warga Sempat Mengungsi
Walikota Padang, Fadly Amran.
Fadly Amran Tinjau Pembersihan Lumpur Sisa Banjir SMPN 41, Targetkan Proses Belajar Kembali Normal
Banjir merendam SMP Negeri 41 Gunung Sarik, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang Senin (3/8/2026).
Cerita Kepsek SMPN 41 Pantau CCTV Saat Banjir Rendam Gedung Sekolah
Berjibaku Bersihkan Banjir Lumpur di SMPN 41 Padang
Berjibaku Bersihkan Banjir Lumpur di SMPN 41 Padang
Gubernur Sumbar Imbau Warga Waspadai Peningkatan Intensitas Hujan
Gubernur Sumbar Imbau Warga Waspadai Peningkatan Intensitas Hujan
2.033 Warga Padang Terdampak Banjir Dievakuasi
2.033 Warga Padang Terdampak Banjir Dievakuasi