Terminal Tipe A Anak Air Bakal Dioptimalkan, Bus AKDP dan Angkot Wajib Masuk Terminal

Langgam.id-Terminal Anak Air

Kondisi Terminal Anak Air, Kota Padang. [foto: Afdal/langgam.id]

Langgam.id – Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Sumatera Barat berencana mengoptimalkan fungsi Terminal Tipe A Anak Air. Nantinya, seluruh bus AKDP (Antar Kota Dalam Provinsi) dan angkutan kota diwajibkan untuk masuk dan beroperasi di terminal tersebut.

Langkah ini diharapkan menjadi solusi permanen bagi permasalahan kemacetan di Kota Padang, terutama yang diakibatkan oleh bus yang menunggu penumpang di badan jalan.

Rencana optimalisasi Terminal Tipe A Anak Air ini dibahas dalam acara coffee morning BPTD Kelas II Sumbar bersama para stakeholder terkait, termasuk Pemerintah Kota Padang.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Padang, Ances Kurniawan, menyambut baik rencana tersebut. Menurutnya, optimalisasi Terminal Tipe A Anak Air tidak hanya akan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, tetapi juga dapat membantu mengurangi kemacetan di Padang.

“Pemko Padang melalui Dinas Perhubungan Kota siap bekerja sama dengan stakeholder terkait untuk mewujudkan rencana tersebut,” ujar Ances, dilansir dari Infopublik Padang.

Ances berharap optimalisasi Terminal Tipe A Anak Air dapat berjalan dengan baik dan kemacetan di jalanan kota dapat diminimalisir. (*/Yh)

Tag:

Baca Juga

Berita Padang - berita Sumbar terbaru dan terkini hari ini: BMKG mencatat kenaikan suhu karena berkurangnya awan di langit Kota Padang.
Panas! Suhu di Sumbar Tembus 33 Derajat Celsius, BMKG Ingatkan Bahaya Paparan Sinar UV
Kondisi Gunung Marapi di Sumbar. (Dok. PGA Gunung Marapi)
Erupsi Gunung Marapi Semburkan Abu Vulkanik hingga 2 Kilometer, Ini Peringatan PVMBG
Putaran Uang Hasil Tambang Emas IIegal di Sumbar Capai Rp1 Triliun per Tahun
Putaran Uang Hasil Tambang Emas IIegal di Sumbar Capai Rp1 Triliun per Tahun
salah satu penghuni huntara Kapalo Koto menjemput air untuk kebutuhan harian.
Harap-Harap Cemas Menanti Hunian yang Dijanjikan
Rakit darurat untuk penyeberangan masyarakat di Kayu Tanam, Kabupaten Padang Pariaman. Jembatan di sungai tersebut terdampak saat bencana banjir November 2025. Ghafar
Centang Parenang Setengah Tahun Penanggulangan Bencana Sumbar
Heboh Mobil Dinas Dipakai Istri ke Kampus, Ketua DPRD Limapuluh Kota Minta Maaf
Heboh Mobil Dinas Dipakai Istri ke Kampus, Ketua DPRD Limapuluh Kota Minta Maaf