Langgam.id – Harapan masyarakat Nagari Lubuk Besar dan Nagari Alahan Nan Tigo, Kecamatan Asam Jujuhan, Kabupaten Dharmasraya, untuk memiliki akses jalan yang layak akhirnya mulai terwujud. Setelah puluhan tahun menjadi jalur yang sulit dilalui, Jalan Bukit Hujan kini mulai dibangun.
Perbaikan jalan sepanjang 1.769 meter itu merupakan hasil kolaborasi Pemerintah Kabupaten Dharmasraya dengan PT TKA melalui program Corporate Social Responsibility (CSR). Penanganan difokuskan pada enam titik prioritas dengan melakukan pembentukan badan jalan, memperlebar ruas, serta mengurangi kemiringan tanjakan yang selama ini menjadi kendala utama bagi masyarakat.
Setelah pekerjaan pembentukan badan jalan selesai, pembangunan akan dilanjutkan dengan pengerasan serta pengecoran rigid beton di tiga titik tanjakan paling ekstrem.
Sekretaris Daerah Kabupaten Dharmasraya, Medison, mengatakan pembangunan tersebut merupakan hasil komunikasi intensif yang dibangun Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani dengan manajemen PT TKA untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat di sekitar kawasan perkebunan.
Menurutnya, sejak awal memimpin, Bupati Annisa menyadari keterbatasan kemampuan fiskal daerah di tengah meningkatnya kebutuhan pembangunan masyarakat. Karena itu, pemerintah daerah berupaya mengoptimalkan berbagai potensi, termasuk menjalin kolaborasi dengan perusahaan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).
“Kolaborasi dengan PT TKA dalam pembangunan Jalan Bukit Hujan menjadi salah satu bukti bahwa kerja sama pemerintah dan dunia usaha mampu menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat,” kata Medison, dikutip dari Kominfo, Rabu (1/7/2026).
General Affair PT TKA, Syaiful R., menyebut pembangunan jalan tersebut lahir dari komunikasi yang baik antara perusahaan dan pemerintah daerah.
“Ibu Bupati Annisa menjalin komunikasi yang sangat intens dengan kami untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat di nagari-nagari sekitar kebun perusahaan. Selain bermanfaat bagi masyarakat, jalan ini juga akan memberikan manfaat bagi perusahaan,” ujarnya.
Ia menambahkan, meski pekerjaan belum rampung, manfaat pembangunan sudah mulai dirasakan warga. Jalan yang sebelumnya sulit dilalui kini mulai kembali digunakan masyarakat.
Sementara itu, Wali Nagari Lubuk Besar Burhanuddin mengatakan pembangunan Jalan Bukit Hujan menjadi jawaban atas penantian masyarakat selama sekitar 20 tahun.
Menurutnya, selama ini setiap hujan turun, jalan tanah dengan dua tanjakan terjal berubah menjadi lintasan berlumpur yang sulit dilalui kendaraan. Akibatnya, warga terpaksa menggunakan jalan alternatif milik perusahaan dengan waktu tempuh mencapai satu setengah jam.
“Alhamdulillah, baru pada masa kepemimpinan Bupati Annisa Suci Ramadhani pembangunan ini akhirnya bisa diwujudkan. Kami mengucapkan terima kasih kepada Ibu Bupati dan PT TKA yang telah menjawab harapan masyarakat,” katanya.
Burhanuddin menilai manfaat terbesar dari pembangunan jalan tersebut bukan hanya mempermudah mobilitas, tetapi juga membuka akses terhadap pelayanan dasar. Waktu tempuh menuju Puskesmas Sungai Limau yang sebelumnya sekitar satu setengah jam diperkirakan akan berkurang menjadi sekitar 30 menit.
Perbaikan akses tersebut dinilai sangat penting, terutama saat masyarakat membutuhkan layanan kesehatan darurat, seperti ibu hamil yang akan melahirkan, korban kecelakaan, maupun pasien dalam kondisi kritis.
Selain itu, pembangunan Jalan Bukit Hujan diharapkan mempermudah akses pelajar menuju SMAN 1 Asam Jujuhan di Alahan Nan Tigo dan SMPN 1 Asam Jujuhan di Sungai Limau. Distribusi hasil pertanian, aktivitas ekonomi masyarakat, hingga pelayanan pemerintahan juga diyakini akan semakin lancar.
Senada dengan itu, Wali Nagari Alahan Nan Tigo Ismet Suhendro mengatakan jalan tersebut akan mempererat hubungan sosial masyarakat dua nagari yang selama ini memiliki ikatan kekerabatan yang kuat. Akses yang lebih baik juga memudahkan warga menuju kebun serta mengangkut hasil pertanian.
Bagi masyarakat Lubuk Besar dan Alahan Nan Tigo, Jalan Bukit Hujan bukan sekadar ruas jalan sepanjang 1,7 kilometer. Jalan itu menjadi simbol berakhirnya keterisolasian yang telah berlangsung puluhan tahun sekaligus membuka harapan baru bagi peningkatan layanan kesehatan, pendidikan, dan perekonomian masyarakat. (HER)






