Tahun Ini, BI Sumbar Targetkan Volume Transaksi QRIS 12,3 Juta

Tahun Ini, BI Sumbar Targetkan Volume Transaksi QRIS 12,3 Juta

Kepala BI Sumbar Wndang Kurnia Saputra menyampaikan progres penggunaan QRIS di daerah itu. (Foto: Heri Faisal/Langgam)

Langgam.id – Bank Indonesia (BI) Sumatera Barat (Sumbar) memasang target tinggi untuk penggunaan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) di tahun 2024. BI menargetkan 147 ribu pengguna QRIS baru dengan volume transaksi mencapai 12,3 juta.

Pada tahun 2023, BI Sumbar berhasil mencatatkan 308 ribu pengguna QRIS baru dan 8,2 juta volume transaksi. Capaian ini menunjukkan peningkatan yang signifikan dibandingkan tahun 2022.

Kepala BI Sumbar, Endang Kurnia Saputra (Adang), mengatakan bahwa target 2024 merupakan penugasan dari pusat untuk meningkatkan inklusi keuangan dan mendorong transaksi digital di Sumbar.

“Pengguna QRIS di Sumbar tiap tahun meningkat. Ini hasil kerja keras 26 bank umum dan 2 penyelenggara jasa non bank. Kami mengajak semua bank untuk menambah jumlah pengguna baru, QRISkan kedai atau toko yang belum pakai QRIS,” kata Adang dalam kegiatan Giat Edukasi Meningkatkan Akseptasi (GEMA) QRIS di Kantor BI Sumbar, Kamis (22/2/2024).

Adang menargetkan sektor pariwisata, termasuk UMKM oleh-oleh, transportasi, dan akomodasi, menjadi fokus utama dalam perluasan QRIS.

Meskipun optimis, Adang mengakui ada beberapa tantangan dalam meningkatkan penggunaan QRIS di Sumbar. Salah satunya adalah kurangnya edukasi dan ajakan penggunaan QRIS dari kasir di kedai dan toko.

“Masih jarang kasir yang menawarkan QRIS, mereka lebih sering meminta tunai. Ini yang perlu kita berikan edukasi pada kasir,” tuturnya.

Tantangan lainnya adalah jaringan telekomunikasi yang belum optimal di seluruh wilayah Sumbar. Hal ini menyebabkan penggunaan QRIS masih didominasi di dua kota besar, yaitu Padang dan Bukittinggi.

Deputi Kepala Perwakilan BI Sumbar, Dandy Indarto Seno, mengatakan bahwa sosialisasi kepada masyarakat tentang QRIS akan terus digencarkan.

“Yang selama ini sudah menerapkan QRIS tetap kita beri sosialisasi agar mereka tetap komitmen menggunakannya,” kata Dandy.

BI Sumbar akan bekerja sama dengan bank dan UMKM untuk meningkatkan penggunaan QRIS di Sumbar. BI juga akan terus mendorong edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat tentang manfaat dan kemudahan penggunaan QRIS. (*/Fs)

Tag:

Baca Juga

Harga cabai merah keriting di Lubuk Basung, Kabupaten Agam, mengalami penurunan. (Dok.Istimewa)
Gencarkan GPM, BI dan Bulog Fokuskan Komoditas Cabai, Bawang Merah dan Daging Ayam Ras
Pemkab Dharmasraya Gelar Pangan Murah (GPM) di Nagari Sungai Duo, Kecamatan Sitiung Kabupaten Dharmasraya, Rabu (15/10/2025).
Gerakan Pangan Murah di Sumbar, Catat! Ini Tanggal dan Lokasinya
GPM Kembali Digencarkan, Kepala BI Sumbar: Upaya Pengendalian Inflasi Pangan di Daerah
GPM Kembali Digencarkan, Kepala BI Sumbar: Upaya Pengendalian Inflasi Pangan di Daerah
Pemkab Dharmasraya Gelar Pangan Murah (GPM) di Nagari Sungai Duo, Kecamatan Sitiung Kabupaten Dharmasraya, Rabu (15/10/2025).
BI Sumbar dan Bulog Kembali Gencarkan Gerakan Pangan Murah
BI Catat Tren Inflasi Tahunan Sumbar Terus Menurun
BI Catat Tren Inflasi Tahunan Sumbar Terus Menurun
SCF 2026 Sukses, BI Sumbar Bakal Rutinkan Tiap Tahun Dukung UMKM Perluas Ekspor
SCF 2026 Sukses, BI Sumbar Bakal Rutinkan Tiap Tahun Dukung UMKM Perluas Ekspor