Langgam.id — Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sumatera Barat bersama Perum Bulog dan pemerintah daerah kembali menggencarkan Gerakan Pangan Murah (GPM) sepanjang September 2026.
Kegiatan tersebut dimulai di Pasar Raya Padang, Jumat (11/9/2026), sebagai upaya menjaga ketersediaan pasokan sekaligus keterjangkauan harga pangan bagi masyarakat.
Kepala Perwakilan BI Sumbar Mohamad Abdul Majid Ikram mengatakan, GPM merupakan bagian dari sinergi antarlembaga dalam memperkuat pengendalian inflasi pangan di daerah.
“Gerakan Pangan Murah menjadi salah satu bentuk sinergi Bank Indonesia, pemerintah daerah, dan Perum Bulog dalam mendukung keterjangkauan harga serta akses masyarakat terhadap komoditas pangan,” ujar Majid.
Ia menyebutkan, kegiatan GPM juga menjadi sarana untuk memperluas edukasi kepada masyarakat mengenai Rupiah dan transaksi pembayaran digital.
“Kegiatan ini juga kami manfaatkan untuk memperluas edukasi mengenai Rupiah dan pembayaran digital yang aman,” katanya.
Rangkaian GPM di Kota Padang dijadwalkan berlangsung pada 11 dan 14 September di Pasar Raya Padang, 13 September saat Car Free Day Kota Padang, serta 15 September di Pasar Nanggalo.
Selanjutnya, GPM dilaksanakan pada 22 September di Pasar Tradisional Kabupaten Pasaman Barat, 24-25 September di Pasar Atas Kota Bukittinggi, serta 28-29 September di Pasar Tradisional Kabupaten Dharmasraya.
Pada setiap lokasi, masyarakat dapat memperoleh sejumlah komoditas pangan strategis yang disediakan Perum Bulog Sumatera Barat. Di antaranya beras, minyak goreng, dan gula pasir yang berdasarkan koordinasi dengan Bulog dinilai memiliki ketersediaan memadai untuk mendukung pelaksanaan GPM.
Sementara itu, komoditas yang menjadi perhatian dalam perkembangan harga pangan di Sumbar antara lain cabai merah, bawang merah, dan daging ayam ras.
BI mencatat seluruh kabupaten/kota yang menjadi wilayah penghitungan Indeks Harga Konsumen (IHK) di Sumbar mengalami inflasi bulanan pada Agustus 2026. Inflasi tertinggi terjadi di Kabupaten Pasaman Barat sebesar 0,46 persen, Kota Bukittinggi 0,20 persen, Kabupaten Dharmasraya 0,11 persen, dan Kota Padang 0,10 persen.
Selain menyediakan pangan, pelaksanaan GPM juga dirangkaikan dengan layanan penukaran uang Rupiah, edukasi pembayaran digital menggunakan QRIS, serta edukasi Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah.
BI juga menyediakan sejumlah souvenir, termasuk komoditas hortikultura seperti cabai merah dan bawang merah.
Majid mengatakan, sinergi dengan pemerintah daerah dan Bulog akan terus diperkuat untuk memastikan pasokan, distribusi, dan harga pangan tetap terkendali.
“Ke depan, Bank Indonesia bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah akan terus memperkuat koordinasi pemantauan harga, pasokan, dan distribusi komoditas pangan,” katanya.
Langkah tersebut diharapkan dapat mendukung pengendalian inflasi sekaligus menjaga daya beli masyarakat di Sumatera Barat. (HER)




