<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Berita Kasus Pembunuhan Terbaru Hari Ini &#8211; Langgam.id</title>
	<atom:link href="https://langgam.id/tag/kasus-pembunuhan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://langgam.id/tag/kasus-pembunuhan/</link>
	<description>Berita Terkini - Berita Terbaru - Berita Hari Ini</description>
	<lastBuildDate>Tue, 17 Jun 2025 05:26:30 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2019/01/cropped-langgam-512a.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Berita Kasus Pembunuhan Terbaru Hari Ini &#8211; Langgam.id</title>
	<link>https://langgam.id/tag/kasus-pembunuhan/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">159480384</site>	<item>
		<title>Tersangka Mutilasi yang Makan Daging Kaki Temannya di Pessel Dibawa ke RS Jiwa</title>
		<link>https://langgam.id/tersangka-mutilasi-yang-makan-daging-kaki-temannya-di-pessel-dibawa-ke-rs-jiwa/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Irwanda Saputra]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 17 Jun 2025 04:22:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Kasus Pembunuhan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=227959</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Bobi Suhendra (34), tersangka pembunuhan yang memutilasi temannya, Periwisata (32) di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat dibawa ke Rumah Sakit Jiwa HB Saanin Padang. Tersangka akan menjalin tes kejiwaan. Selain memutilasi dengan cara menggergaji, tersangka diketahui juga menggoreng dan memakan daging kaki korban. Hal ini terungkap dari rekonstruksi kasus yang dilakukan penyidik Polres Pesisir Selatan. Tindakan kanibalisme itu dilakukan tersangka usai habisi nyawa korban, memutilasi, lalu cor potongan jasad korban di dalam bak mandi. Perbuatan keji tersangka dipicu persoalan pinjam meminjam uang. Kasubsi PIDM Sihumas Polres Pesisir Selatan, Ipda Doni Santoso, mengatakan tersangka selama observasi di RS Jiwa</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/tersangka-mutilasi-yang-makan-daging-kaki-temannya-di-pessel-dibawa-ke-rs-jiwa/">Tersangka Mutilasi yang Makan Daging Kaki Temannya di Pessel Dibawa ke RS Jiwa</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id</strong> &#8211; Bobi Suhendra (34), tersangka pembunuhan yang memutilasi temannya, Periwisata (32) di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat dibawa ke Rumah Sakit Jiwa HB Saanin Padang. Tersangka akan menjalin tes kejiwaan.</p>



<p>Selain memutilasi dengan cara menggergaji, tersangka diketahui juga menggoreng dan memakan daging kaki korban. Hal ini terungkap dari rekonstruksi kasus yang dilakukan penyidik Polres Pesisir Selatan.</p>



<p>Tindakan kanibalisme itu dilakukan tersangka usai habisi nyawa korban, memutilasi, lalu cor potongan jasad korban di dalam bak mandi. Perbuatan keji tersangka dipicu persoalan pinjam meminjam uang.</p>



<p>Kasubsi PIDM Sihumas Polres Pesisir Selatan, Ipda Doni Santoso, mengatakan tersangka selama observasi di RS Jiwa untuk menjalani tes kejiwaannya. Belum diketahui berapa lama.</p>



<p>&#8220;Sudah dibawa ke RS Jiwa kemarin. (Berapa) tentu yang akan menentukan RS Jiwa kapan hasilnya,&#8221; ujar Doni, Selasa (17/6/2025).</p>



<p>Tes kejiwaan ini, kata Doni, juga merupakan petunjuk jaksa untuk melengkapi berkas perkara tahap 2, yaitu penyerahan tersangka beserta barang bukti ke Kejaksaan Negeri Pesisir Selatan.</p>



<p>&#8220;Betul, untuk kelengkapan berkas perkara,&#8221; ucapnya.</p>



<p><em><strong>Tersangka Beraktivitas Normal usai Mutilasi</strong></em></p>



<p>Jasad korban yang tinggal kerangka ditemukan dalam bak mandi pada 5 April 2025. Dari keterangan tersangka, korban dibunuh pada Maret 2023 di dalam kamar Kafe Karisma pukul 22.00 WIB.</p>



<p>Kamar mandi lokasi jasad korban dicor merupakan bekas sarang walet, bersebelahan dengan bangunan kafe tempat tersangka bekerja. Kasus ini terungkap setelah si pemilik bangunan ingin melakukan renovasi.</p>



<p>Doni menyebutkan, usai melakukan tindakan membunuh, mutilasi dan memakan daging korban, tersangka beraktivitas normal. Lebih kurang selama 2 tahun, hingga akhirnya jasad korban ditemukan dicor.</p>



<p>&#8220;Kejadian (pembunuhan) Maret 2023, ditemukan jasad korban 2 tahun setelahnya. Selama itu, aktivitas tersangka normal seperti tidak ada kejadian apa-apa,&#8221; kata Doni.</p>



<p>&#8220;Tersangka tetap bekerja. Bahkan juga sempat pergi marantau ke Bandung dan Batam,&#8221; sambungnya.</p>



<p><em>Mengaku Spontan Makan Daging Korban</em></p>



<p>Lebih lanjut Doni menjelaskan, dari hasil pemeriksaan, tersangka mengaku hanya spontanitas memakan daging korban. Saat tersangka membunuh, memutilasi dan men-cor potongan tubuh tersangka, tertinggal 2 serpihan daging.</p>



<p>&#8220;Spontan saja, korban sudah dimutilasi dan dicor ternyata tertinggal serpihan daging. Jadi bukan disengaja ditinggal untuk dimakan. Mungkin ada depresi berat tersangka saat itu,&#8221; imbuhnya.</p>



<p>Doni menegaskan kasus ini tidak ada motif lain, murni faktor sakit. Korban berniat ingin meminjam uang Rp 400 ribu kepada tersangka, namun ditolak.</p>



<p>Penolakan meminjam uang ini, selanjutnya memicu keributan antara korban dan tersangka. Hingga korban dipukul mengunakan balok kayu, setelah meninggal, tubuh korban digergaji lalu dicor.</p>



<p>&#8220;Murni sakit hati, tidak ada yang lain,&#8221; tegasnya. (*/f)</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/tersangka-mutilasi-yang-makan-daging-kaki-temannya-di-pessel-dibawa-ke-rs-jiwa/">Tersangka Mutilasi yang Makan Daging Kaki Temannya di Pessel Dibawa ke RS Jiwa</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">227959</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Jual-beli Sabu Tak Disetor, Pria di Padang Dibunuh lalu Dibuang di Sitinjau Lauik</title>
		<link>https://langgam.id/jual-beli-sabu-tak-disetor-pria-di-padang-dibunuh-lalu-dibuang-di-sitinjau-lauik/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 21 Jan 2025 09:49:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Kasus Pembunuhan]]></category>
		<category><![CDATA[Polda Sumbar]]></category>
		<category><![CDATA[sabu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=220218</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Polda Sumbar mengungkap kasus pembunuhan seorang pria bernama Anton (39 ) yang jasadnya dibuang di jurang Sitinjau Lauik, Kota Padang. Pembunuhan ini terjadi pada Oktober 2024 lalu. Dalam kasus ini, polisi menangkap tiga orang pelaku. Dua di antaranya merupakan aktor utama. Motif pembunuhan ini adalah karena jual-beli narkoba jenis sabu tidak disetor oleh korban. Pelaku utama dalam kasus ini yakni Yogi Dian Saputra (35) dan Dipa Aditya Pratama (32). Penangkapan keduanya berawal dari pengembangan penangkapan pelaku pertama yang lebih dulu ditangkap bernama Rahma (25). &#8220;Dari mengamanankan satu tersangka R (Rahman), lalu dilakukan penyelidikan dan penyidikan. Penyidik meminta mencari</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/jual-beli-sabu-tak-disetor-pria-di-padang-dibunuh-lalu-dibuang-di-sitinjau-lauik/">Jual-beli Sabu Tak Disetor, Pria di Padang Dibunuh lalu Dibuang di Sitinjau Lauik</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id &#8211; </strong>Polda Sumbar mengungkap kasus pembunuhan seorang pria bernama Anton (39 ) yang jasadnya dibuang di jurang Sitinjau Lauik, Kota Padang. Pembunuhan ini terjadi pada Oktober 2024 lalu.</p>



<p>Dalam kasus ini, polisi menangkap tiga orang pelaku. Dua di antaranya merupakan aktor utama. Motif pembunuhan ini adalah karena jual-beli narkoba jenis sabu tidak disetor oleh korban.</p>



<p>Pelaku utama dalam kasus ini yakni Yogi Dian Saputra (35) dan Dipa Aditya Pratama (32). Penangkapan keduanya berawal dari pengembangan penangkapan pelaku pertama yang lebih dulu ditangkap bernama Rahma (25).</p>



<p>&#8220;Dari mengamanankan satu tersangka R (Rahman), lalu dilakukan penyelidikan dan penyidikan. Penyidik meminta mencari pelaku utama. Akhirnya didapat Yg (Yogi),&#8221; ucap Kapolda Sumbar Irjen Pol Gatot Tri Suryanta saat konferensi pers, Selasa (21/1/2025).</p>



<p>Gatot menambahkan, pelaku Yg ditangkap di Kota Batam, Kepulauan Riau. Dari keterangan Yg, ia membunuh korban bersama pelaku Da (Dipa).</p>



<p><strong>Ditemukan 4 Kg Sabu dan Ratusan Pil Ekstasi</strong></p>



<p>&#8220;Dari pelaku Da ini ditemukan di tempat penggeladahan barang bukti sabu-sabu 4 kilogram dan 350 pil ekstasi,&#8221; ujar Gatot.</p>



<p>Kemudian kata Gatot, dari hasil penyidikan, diketahui pembunuhan tersebut terkait jual-beli sabu. Hasil penjualan sabu ini sebesar Rp8 juta.</p>



<p>&#8220;Setelah pedalaman bahwa motif terjadi pembunuhan merasa tidak senang, mereka (korban dan pelaku) satu sindikat. Jadi merasa tidak senang karena tidak menyerahkan hasil penjualan narkoba,&#8221; beber Gatot.</p>



<p><strong>Peran Para Pelaku</strong></p>



<p>Sementara itu, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumbar, Kombes Pol Andry Kurniawan mengungkapkan peran masing-masing dari ketiga pelaku.</p>



<p>&#8220;Pelaku R (Rahman) bertugas menjemput korban di daerah Payakumbuh. Kemudian dibawa ke daerah Baso, Agam. Di sana sudah ditunggu oleh dua orang pelaku utama,&#8221; kata Andri.</p>



<p>Yogi dan Dipa selanjutnya memiting korban dan memaksanya untuk naik ke atas sepeda motor. Dikatakan Andry, dua pelaku utama ini lalu membawa korban ke daerah Kota Padang Panjang.</p>



<p>&#8220;Posisinya yang membawa sepeda motor Da, korban di tengah, di belakang Yg. Sampai di kos-kosan di daerah Padang Panjang ini korban dipukuli,&#8221; bebernya.</p>



<p>Andry menyebutkan dari tindakan penganiayaan di kosan tersebut, korban akhirnya meregang nyawa. Kedua pelaku berniat untuk membuang jasad korban.</p>



<p>&#8220;Pada dini hari korban ternyata sudah meninggal. Jasad korban dibuang di Sitinjau Lauik. Pelaku membawa jasad korban dengan mobil rental,&#8221; terang Andry.<strong> (SI/yki)</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/jual-beli-sabu-tak-disetor-pria-di-padang-dibunuh-lalu-dibuang-di-sitinjau-lauik/">Jual-beli Sabu Tak Disetor, Pria di Padang Dibunuh lalu Dibuang di Sitinjau Lauik</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">220218</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kejamnya Indra Eksekusi Nia Gadis Penjual Gorengan: Disekap, Diikat, Seret lalu Perkosa</title>
		<link>https://langgam.id/kejamnya-indra-eksekusi-nia-gadis-penjual-gorengan-disekap-diikat-seret-lalu-perkosa/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 20 Sep 2024 07:48:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Gadis Penjual Gorengan]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Kasus Pembunuhan]]></category>
		<category><![CDATA[Kasus Pembunuhan Padang Pariaman]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=212050</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Kapolda Sumatera Barat (Sumbar) Irjen Pol Suharyono membeberkan beberapa tindakan yang dialami Nia Kurnia Sari (18), gadis penjual gorengan yang meninggal lalu di kubur di lahan perkebunan. Nia meninggal di tangan Indra Septiarman (26), yang kini telah ditangkap pihak kepolisian. Sebelumnya, korban diperkosa oleh tersangka. Suharyano menjelaskan, pada Jumat (6/9/2024) sekitar pukul 17.00 WIB, awalnya terdapat empat orang yang sedang duduk di suatu tempat. Salah satunya adalah tersangka. &#8220;Empat orang ini di antaranya adalah tersangka ini. Korban dipanggil untuk dibeli dagangannya,&#8221; kata Suharyano saat konferensi pers, Jumat (20/9/2024). Lalu, Suharyano mengatakan, pada pukul 17.50 WIB, setelah tersangka berpisah</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/kejamnya-indra-eksekusi-nia-gadis-penjual-gorengan-disekap-diikat-seret-lalu-perkosa/">Kejamnya Indra Eksekusi Nia Gadis Penjual Gorengan: Disekap, Diikat, Seret lalu Perkosa</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id &#8211;</strong> Kapolda Sumatera Barat (Sumbar) Irjen Pol Suharyono membeberkan beberapa tindakan yang dialami Nia Kurnia Sari (18), gadis penjual gorengan yang meninggal lalu di kubur di lahan perkebunan.</p>



<p>Nia meninggal di tangan Indra Septiarman (26), yang kini telah ditangkap pihak kepolisian. Sebelumnya, korban diperkosa oleh tersangka.</p>



<p>Suharyano menjelaskan, pada Jumat (6/9/2024) sekitar pukul 17.00 WIB, awalnya terdapat empat orang yang sedang duduk di suatu tempat. Salah satunya adalah tersangka.</p>



<p>&#8220;Empat orang ini di antaranya adalah tersangka ini. Korban dipanggil untuk dibeli dagangannya,&#8221; kata Suharyano saat konferensi pers, Jumat (20/9/2024).</p>



<p>Lalu, Suharyano mengatakan, pada pukul 17.50 WIB, setelah tersangka berpisah dengan tiga rekannya, timbul niat jahat tersangka untuk melakukan pemerkosaan.</p>



<p>&#8220;Ada niat jahat tersangka untuk menghadang korban. Akhirnya, niat untuk memperkosa itu terjadi.<br>Sudah ada niat, tali rafia dipersiapkan,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Dia mengungkapkan pencegatan korban yang dilakukan tersangka terjadi pada pukul 18.25 WIB. Saat itu, tersangka melihat korban di Pasar Gelombang sedang berjalan menuju rumahnya.</p>



<p><strong><a href="https://langgam.id/kapolres-padang-pariaman-tersangka-is-akui-perkosa-korban/">Baca juga: Kapolres Padang Pariaman: Tersangka IS Akui Perkosa Korban</a></strong></p>



<p>Tersangka langsung menyekap korban hingga tidak sadarkan diri. Korban diseret ke atas bukit untuk diperkosa.</p>



<p>&#8220;Korban disekap, mulutnya ditutup. Apakah korban pingsan atau meninggal dipastikan lagi ahli forensik,&#8221; ungkapnya.</p>



<p>Suharyono mengungkapkan tindakan pemerkosaan dilakukan tersangka saat korban tidak sadarkan diri. Saat itu, tangan dan kaki korban diikat.</p>



<p>&#8220;Akan kami kembangkan apa yang menjadi motif. Dari pengakuan sementara, memang niat awalnya hanya untuk memperkosa,&#8221; imbuhnya.</p>



<p>Pada pukul 19.30 WIB, lanjut Suharyano, tersangka kembali menyeret tubuh korban sejauh 200 meter setelah melakukan pemerkosaan. Tersangka lalu mengubur korban dengan kondisi terikat dan tanpa busana.</p>



<p><strong><a href="https://langgam.id/mapolres-padang-pariaman-dipenuhi-karangan-bunga-usai-tersangka-pembunuh-nia-berhasil-ditangkap/">Baca juga: Mapolres Padang Pariaman Dipenuhi Karangan Bunga Usai Tersangka Pembunuh Nia Berhasil Ditangkap</a></strong></p>



<p>&#8220;Di atas bukit, di situ terjadi peristiwa pemerkosaan. Dibawa lagi jarak 200 meter untuk dimakamkan, kedalaman satu meter. Kondisi sangat memprihatinkan,&#8221; kata dia.</p>



<p>&#8220;Tersangka kemudian menutupi bekas lubang kuburan dengan daun dan ranting,&#8221; sambungnya.</p>



<p>Tersangka usai mengubur korban, ternyata sempat pulang ke rumah untuk mengganti pakaiannya. Dari rumah, bahkan tersangka sempat ke warung. <strong>(SI/yki)</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/kejamnya-indra-eksekusi-nia-gadis-penjual-gorengan-disekap-diikat-seret-lalu-perkosa/">Kejamnya Indra Eksekusi Nia Gadis Penjual Gorengan: Disekap, Diikat, Seret lalu Perkosa</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">212050</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Polisi Dalami Motif Pembunuhan Nia, Pengakuan Tersangka Masih Berubah-ubah</title>
		<link>https://langgam.id/polisi-dalami-motif-pembunuhan-nia-pengakuan-tersangka-masih-berubah-ubah/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Dharma Harisa]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 19 Sep 2024 15:05:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Kasus Pembunuhan]]></category>
		<category><![CDATA[Kasus Pembunuhan Padang Pariaman]]></category>
		<category><![CDATA[Padang Pariaman]]></category>
		<category><![CDATA[Polres Padang Pariaman]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=212023</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id – Motif pembunuhan Nia Kurnia Sari (18) oleh tersangka IS (28) hingga saat ini masih dalam penyelidikan lebih lanjut. Kapolres Padang Pariaman, AKBP Ahmad Faisol Amir, menyatakan bahwa meski tersangka dalam pengakuan sementara mengakui pembunuhan dan pemerkosaan, keterangan yang diberikan masih belum konsisten. &#8220;Tersangka mengakui telah melakukan pembunuhan dan pemerkosaan, tapi kami masih mendalami apakah pemerkosaan dilakukan sebelum atau setelah korban dibunuh. Pengakuan tersangka masih berubah-ubah,&#8221; jelas Faisol dalam keterangannya kepada wartawan, Kamis (19/9/2024). Pihak kepolisian saat ini juga sedang memeriksa bukti-bukti yang telah ditemukan di lokasi-lokasi yang berhubungan dengan tersangka, termasuk barang-barang pribadi seperti tas, sandal, dan pakaian</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/polisi-dalami-motif-pembunuhan-nia-pengakuan-tersangka-masih-berubah-ubah/">Polisi Dalami Motif Pembunuhan Nia, Pengakuan Tersangka Masih Berubah-ubah</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id –</strong> Motif pembunuhan Nia Kurnia Sari (18) oleh tersangka IS (28) hingga saat ini masih dalam penyelidikan lebih lanjut. Kapolres Padang Pariaman, AKBP Ahmad Faisol Amir, menyatakan bahwa meski tersangka dalam pengakuan sementara mengakui pembunuhan dan pemerkosaan, keterangan yang diberikan masih belum konsisten.</p>



<p>&#8220;Tersangka mengakui telah melakukan pembunuhan dan pemerkosaan, tapi kami masih mendalami apakah pemerkosaan dilakukan sebelum atau setelah korban dibunuh. Pengakuan tersangka masih berubah-ubah,&#8221; jelas Faisol dalam keterangannya kepada wartawan, Kamis (19/9/2024).</p>



<p>Pihak kepolisian saat ini juga sedang memeriksa bukti-bukti yang telah ditemukan di lokasi-lokasi yang berhubungan dengan tersangka, termasuk barang-barang pribadi seperti tas, sandal, dan pakaian yang ditemukan di hutan. </p>



<p>Bukti-bukti ini, bersama dengan bantuan anjing pelacak, mengarah langsung kepada tersangka IS, yang mengakui kepemilikan barang-barang tersebut.</p>



<p>Sementara itu, Faisol menambahkan bahwa pihaknya juga tengah mendalami kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam pelarian tersangka. </p>



<p>&#8220;Kami masih melakukan pemeriksaan intensif, baik terhadap tersangka maupun saksi-saksi lainnya,&#8221; ujarnya.</p>



<p>IS ditangkap di loteng sebuah rumah kosong setelah dilakukan penyisiran intensif oleh polisi dan masyarakat. Hingga saat ini, polisi belum merilis pasal yang akan dikenakan kepada tersangka, yang dijadwalkan akan diumumkan bersama barang bukti lainnya pada konferensi pers berikutnya. <strong>(Haris/yki)</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/polisi-dalami-motif-pembunuhan-nia-pengakuan-tersangka-masih-berubah-ubah/">Polisi Dalami Motif Pembunuhan Nia, Pengakuan Tersangka Masih Berubah-ubah</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">212023</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Polisi Dalami Kemungkinan Tersangka Lain dalam Kasus Pembunuhan Nia Kurnia Sari</title>
		<link>https://langgam.id/polisi-dalami-kemungkinan-tersangka-lain-dalam-kasus-pembunuhan-nia-kurnia-sari/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Dharma Harisa]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 19 Sep 2024 14:45:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Gadis Penjual Gorengan]]></category>
		<category><![CDATA[Kasus Pembunuhan]]></category>
		<category><![CDATA[Padang Pariaman]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=212016</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id – Usai berhasil menangkap IS (28), tersangka utama dalam kasus pembunuhan Nia Kurnia Sari (18), polisi kini mendalami kemungkinan keterlibatan pelaku lain. IS ditangkap pada Kamis (19/9/2024) sekitar pukul 15.00 WIB di sebuah rumah kosong di Korong Padang Kabau, Nagari Kayu Tanam, Kabupaten Padang Pariaman. Namun penyelidikan belum berhenti di situ. Kapolres Padang Pariaman, AKBP Ahmad Faisol Amir mengatakan bahwa polisi terus memeriksa IS secara intensif untuk mengungkap apakah ada pihak lain yang membantu pelarian atau terlibat dalam pembunuhan dan dugaan pemerkosaan tersebut. &#8220;Kami masih melakukan pemeriksaan terhadap tersangka dan saksi-saksi yang sebelumnya sudah kami mintai keterangan,&#8221; ungkap Faisol</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/polisi-dalami-kemungkinan-tersangka-lain-dalam-kasus-pembunuhan-nia-kurnia-sari/">Polisi Dalami Kemungkinan Tersangka Lain dalam Kasus Pembunuhan Nia Kurnia Sari</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id –</strong> Usai berhasil menangkap IS (28), tersangka utama dalam kasus pembunuhan Nia Kurnia Sari (18), polisi kini mendalami kemungkinan keterlibatan pelaku lain. </p>



<p>IS ditangkap pada Kamis (19/9/2024) sekitar pukul 15.00 WIB di sebuah rumah kosong di Korong Padang Kabau, Nagari Kayu Tanam, Kabupaten Padang Pariaman. Namun penyelidikan belum berhenti di situ.</p>



<p>Kapolres Padang Pariaman, AKBP Ahmad Faisol Amir mengatakan bahwa polisi terus memeriksa IS secara intensif untuk mengungkap apakah ada pihak lain yang membantu pelarian atau terlibat dalam pembunuhan dan dugaan pemerkosaan tersebut. </p>



<p>&#8220;Kami masih melakukan pemeriksaan terhadap tersangka dan saksi-saksi yang sebelumnya sudah kami mintai keterangan,&#8221; ungkap Faisol kepada wartawan, Kamis (19/9/2024).</p>



<p>Ia juga menjelaskan bahwa ada beberapa petunjuk yang sedang didalami, termasuk bukti-bukti tambahan yang ditemukan di lokasi penangkapan, seperti rokok dan beberapa barang lainnya. </p>



<p>Sebab di lokasi penangkapan sempat ditemukan barang-barang yang diduga dipasok oleh pihak lain, termasuk rokok yang ditemukan di tempat persembunyian tersangka.</p>



<p>Selain itu, Kapolres menegaskan bahwa pihaknya akan terus mengumpulkan keterangan dari tersangka untuk mengetahui apakah ia dibantu oleh keluarga atau orang lain selama pelariannya. </p>



<p>&#8220;Pengakuan tersangka sejauh ini masih berubah-ubah, namun kami akan terus mendalami kasus ini,&#8221; kata Faisol.</p>



<p>Sempat beredar di media social, IS menyebut ada orang lain dalam kasus kematian Nia, berinisial S.<br>Belum diketahui identitas lengkap dari terduga pelaku lain yang disebutkan IS. Polisi juga masih mendalami pengakuan tersangka tersebut.</p>



<p>Sebelumnya, IS ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pembunuhan Nia Kurnia Sari, seorang gadis penjual gorengan yang ditemukan meninggal terkubur tanpa busana di dekat rumahnya pada Minggu (8/9/2024). Penangkapan IS dilakukan setelah lebih dari sepekan pengejaran oleh kepolisian dan warga setempat. <strong>(Haris/yki)</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/polisi-dalami-kemungkinan-tersangka-lain-dalam-kasus-pembunuhan-nia-kurnia-sari/">Polisi Dalami Kemungkinan Tersangka Lain dalam Kasus Pembunuhan Nia Kurnia Sari</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">212016</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kronologi Pelarian Tersangka Pembunuhan Gadis Penjual Gorengan, Berakhir di Loteng Rumah Kosong</title>
		<link>https://langgam.id/kronologi-pelarian-tersangka-pembunuhan-gadis-penjual-gorengan-berakhir-di-loteng-rumah-kosong/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Dharma Harisa]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 19 Sep 2024 14:33:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Gadis Penjual Gorengan]]></category>
		<category><![CDATA[Kasus Pembunuhan]]></category>
		<category><![CDATA[Padang Pariaman]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=212014</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id – IS (28), tersangka utama dalam kasus pembunuhan Nia Kurnia Sari (18), akhirnya ditangkap setelah sempat bersembunyi di loteng sebuah rumah kosong di Korong Padang Kabau, Nagari Kayu Tanam, Kecamatan 2&#215;11 Kayu Tanam, Kabupaten Padang Pariaman. Penangkapan dilakukan pada Kamis (19/9/2024) sekitar pukul 15.00 WIB. Kapolres Padang Pariaman, AKBP Ahmad Faisol Amir mengungkapkan bahwa keberhasilan penangkapan ini merupakan hasil kolaborasi masyarakat dan pemerintah daerah. &#8220;Sejak subuh, kami menginstruksikan masyarakat untuk melakukan penyisiran di lokasi-lokasi yang belum tersentuh. Alhamdulillah, berkat semangat bersama, IS berhasil kami amankan,&#8221; ujar Faisol dalam keterangannya kepada wartawan, Kamis (19/9/2024). Menurut Faisol, lokasi persembunyian IS sempat</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/kronologi-pelarian-tersangka-pembunuhan-gadis-penjual-gorengan-berakhir-di-loteng-rumah-kosong/">Kronologi Pelarian Tersangka Pembunuhan Gadis Penjual Gorengan, Berakhir di Loteng Rumah Kosong</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id – </strong>IS (28), tersangka utama dalam kasus pembunuhan Nia Kurnia Sari (18), akhirnya ditangkap setelah sempat bersembunyi di loteng sebuah rumah kosong di Korong Padang Kabau, Nagari Kayu Tanam, Kecamatan 2&#215;11 Kayu Tanam, Kabupaten Padang Pariaman. Penangkapan dilakukan pada Kamis (19/9/2024) sekitar pukul 15.00 WIB.</p>



<p>Kapolres Padang Pariaman, AKBP Ahmad Faisol Amir mengungkapkan bahwa keberhasilan penangkapan ini merupakan hasil kolaborasi masyarakat dan pemerintah daerah. </p>



<p>&#8220;Sejak subuh, kami menginstruksikan masyarakat untuk melakukan penyisiran di lokasi-lokasi yang belum tersentuh. Alhamdulillah, berkat semangat bersama, IS berhasil kami amankan,&#8221; ujar Faisol dalam keterangannya kepada wartawan, Kamis (19/9/2024).</p>



<p>Menurut Faisol, lokasi persembunyian IS sempat terlewatkan dalam pencarian sebelumnya. Namun, berkat laporan warga yang melihat gerak-gerik mencurigakan, pihak kepolisian segera bergerak. </p>



<p>&#8220;Rumah itu memang kosong, tapi pintunya terbuka dan ada barang-barang berserakan. Saat kami periksa, IS bersembunyi di loteng, sulit terlihat dengan penyisiran biasa,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Saat ini, IS telah dibawa ke Mapolres Padang Pariaman untuk menjalani pemeriksaan intensif. Pihak kepolisian masih mendalami motif pembunuhan dan apakah ada pihak lain yang terlibat dalam pelariannya. </p>



<p>&#8220;Kami juga masih memeriksa barang bukti yang ditemukan di lokasi penangkapan, seperti rokok yang diduga baru dikonsumsi,&#8221; tambah Faisol.</p>



<p>Sebelumnya, IS telah ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan bukti yang ditemukan di hutan sekitar lokasi kejadian, termasuk tas, sandal, dan pakaian miliknya. IS juga mengakui bahwa barang-barang tersebut miliknya.</p>



<p>Kasus pembunuhan Nia Kurnia Sari ini menjadi sorotan publik setelah korban ditemukan meninggal tanpa busana pada Minggu (8/9/2024), dua hari setelah dinyatakan hilang. Penyelidikan lebih lanjut akan diumumkan dalam waktu dekat, termasuk pasal yang akan dikenakan kepada tersangka. <strong>(Haris/yki)</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/kronologi-pelarian-tersangka-pembunuhan-gadis-penjual-gorengan-berakhir-di-loteng-rumah-kosong/">Kronologi Pelarian Tersangka Pembunuhan Gadis Penjual Gorengan, Berakhir di Loteng Rumah Kosong</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">212014</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/?utm_source=w3tc&utm_medium=footer_comment&utm_campaign=free_plugin

Object Caching 26/62 objects using Redis
Page Caching using Disk: Enhanced 
Content Delivery Network Full Site Delivery via cloudflare
Fragment Caching 3/5 fragments using Redis

Served from: langgam.id @ 2026-04-08 03:40:26 by W3 Total Cache
-->