Surat Terbuka Dokter Jantung untuk Gubernur Sumbar: Tenaga Medis Mulai Tumbang

Rumah Sakit

Ilustrasi - tenaga kesehatan di salah satu rumah sakit di Sumbar. (Foto: Humas Pemprov Sumbar)

Langgam.d- Salah seorang dokter jantung di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) M Djamil Padang M Fadil, menyampaikan surat terbuka kepada Gubernur Sumbar Irwan Prayitno, terkait penanganan Covid-19.

Fadil menyoroti mulai tumbangnya tenaga medis di RSUP M Djamil. Sejumlah tenaga medis juga ada yang terinfeksi Covid-19.

Baca juga: 24 Nakes RSUP M DJamil Diduga Terpapar Covid-19 dari Luar

Ia meminta Gubernur Sumbar kembali menerapkan PSBB, untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19.

“RSUP M Djamil sebagai pusat rujukan jantung regional Sumatra bagian tengah, yang mampu melakukan intervensi pada penyakit jantung koroner ada 3 orang, termasuk saya. Salah satu dari yang bertiga itu saat ini sudah terkonfirmasi positif. Bila yang tersisa 2 lagi ini down, maka bila terjadi serangan jantung tidak ada lagi yang bisa menolong mas,” ujarnya kepada langgam.id.

Baca juga: 15 Tenaga Kesehatan Positif Covid-19, Semen Padang Hospital Tutup Sebagian Layanan

Berikut surat terbuka dokter M Fadil:

Yth. Pak Gubernur dan seluruh staf serta para tokoh masyarakat di WAG Kawal Covid 19,

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

“Benteng terakhir hampir kolaps, kita hampir kalah”

Saat ini tenaga kesehatan, baik itu dokter spesialis, dokter residen dan perawat di RSUP dr. M. Djamil dan di beberapa RS lain di kota Padang sudah mulai tumbang, beberapa di antaranya sudah terkonfirmasi positif ada yg dengan gejala ada yang tanpa gejala. Bila saya perhatikan, hal ini dikarenakan perilaku masyarakat yang abai, tidak patuh dengan protokol kesehatan, masih takut tapi sebatas untuk berghibah dan mencaci saja, sering menakuti dengan data seperti hobi membagikan data pribadi orang lain, tapi perilaku yang diterapkan bertolak belakang dengan protokol seharusnya, masih enggan untuk diperiksa padahal ada kontak dan yang lebih parahnya, sudah tahu ada gejala dan kontak erat tapi mendiamkan saja.

Bila ini dibiarkan, bukan tidak mungkin Padang akan berubah menjadi seperti Surabaya. Mohon agar Pak Gubernur melakukan antisipasi yang kongkret seperti pemberlakuan ulang PSBB, tutup semua gerai makanan yang bersifat dine in atau makan di tempat, tracing dan testing ditingkatkan, dan stop menyebar data pribadi. Bila memang ada orang yang dirasa kurang amanah, keluarkan saja dari WAG yang mampu mengakses data pribadi tersebut. Beri dukungan penuh berupa APD lengkap kepada RS rujukan covid, edukasi yang masif kepada masyarakat, support dr. Andani dan tim secara moral dan materil, karena mereka bekerja sampai subuh untuk melakukan pemeriksaan, apabila diperlukan tambahan SDM, reagen dan peralatan, mari kita carikan solusinya.

Status Bagian Jantung di RSUP M. Djamil saat ini sudah Merah, darurat. Bila ini dibiarkan maka pasien yang serangan jantung pun takkan bisa tertolong lagi.

Mohon agar surat terbuka saya ini bisa membangkitkan tingkat kewaspadaan Bapak dan Ibu semua.

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Hormat saya,
dr. M. Fadil SpJP

(AE)

Baca Juga

Evakuasi korban travel Pekanbaru-Padang masuk jurang di Lembah Anai. (Dok. Polisi)
Identitas 7 Korban Kecelakaan Travel Pekanbaru-Padang Masuk Jurang di Lembah Anai, Ada yang Patah Tulang!
Minibus Masuk Jurang di Lembah Anai, 7 Korban Dievakuasi
Minibus Masuk Jurang di Lembah Anai, 7 Korban Dievakuasi
Rektor UIN Imam Bonjol Tekankan Kampus Berdampak Mesti Wujudkan Program  Nyata ke Masyarakat
Rektor UIN Imam Bonjol Tekankan Kampus Berdampak Mesti Wujudkan Program  Nyata ke Masyarakat
Setubuhi Anak Bawah Umur, Pria di Sawahlunto Ditangkap Polisi
IRT Curi HP dan Uang Kasir Gudang Rongsokan di Padang, Ditangkap Polisi Bareng Penadah
25 Orang Keracunan Diduga Akibat Jajanan Bakso Tusuk di Pasaman Barat
25 Orang Keracunan Diduga Akibat Jajanan Bakso Tusuk di Pasaman Barat
Polda Sumbar Ungkap 7 Kasus Narkoba Selama Maret 2026, Sita 9,9 Kg Sabu
Polda Sumbar Ungkap 7 Kasus Narkoba Selama Maret 2026, Sita 9,9 Kg Sabu