Langgam.id- Ahli geologi Sumatra Barat, Ade Edward mendorong pembangunan kolam pengendapan di hulu Sungai Batang Kuranji, sebagai solusi jangka panjang untuk mengurangi risiko banjir bandang, sekaligus menjaga ketersediaan air bersih bagi warga.
Menurutnya, bangunan pengendali sedimen itu mampu menahan material longsoran, agar tidak meluncur ke kawasan permukiman dan badan sungai.
“Longsor di hulu tidak bisa dicegah sepenuhnya. Tapi kita bisa menjinakkannya dengan menampung material longsoran di sabo dam. Jika kapasitasnya besar, daya tampungnya akan lebih baik,” jelasnya kepada Langgam.id, Kamis (23/7/2026).
Kemudian Ade menuturkan pembangunan sabo dam di Batang Kuranji dapat menahan sedimen, agar tidak meluncur dengan kecepatan tinggi ke permukiman.
Perawatan sungai secara berkala juga dinilai krusial agar kapasitas aliran tetap optimal.
“Selain mencegah banjir, pembangunan bendungan juga dapat dimanfaatkan sebagai sumber air bersih, dan pembangkit listrik tenaga mikrohidro jika dikelola dengan baik,” ungkapnya.
Ade juga menyoroti pentingnya relokasi permukiman yang berada di kawasan bantaran sungai rawan bencana. Relokasi penting, agar warga berada di lokasi yang lebih aman dari ancaman material banjir bandang ke depan.
“Bangunan ini berfungsi menahan sedimen agar tidak meluncur dengan kecepatan tinggi ke permukiman dan badan jalan,” pungkasnya. (HER)






