Alami Pendangkalan Parah, Warga Bisa Jalan Kaki Sebrangi Batang Kuranji Pascabanjir Padang

Alami Pendangkalan Parah, Warga Bisa Jalan Kaki Sebrangi Batang Kuranji Pascabanjir Padang

Seorang warga sebrangi Sungai Batang Kuranji di Kota Padang yang mengalami pendangkalan pascabanjir. (Foto: Ghaffar Ramdi/Langgam.id)

Langgam.id – Kondisi Sungai Batang Kuranji di Kota Padang menunjukkan pendangkalan yang cukup serius pascabanir pada Senin (3/8/2026). Warga pun kini bisa sebrangi sungai dengan berjalan kaki. 

Pantauan Langgam.id, Kamis (6/8/2026) di kawasan Bendungan Gunung Nago memperlihatkan dasar sungai yang kini didominasi oleh hamparan batu dan kerikil sehingga mengubah karakter aliran sungai.

Di lokasi, kedalaman air di sebagian besar badan sungai hanya mencapai lutut orang dewasa. Sedimentasi yang terjadi membuat badan sungai tampak semakin melebar, sementara aliran air tidak lagi mengikuti jalur utama yang semestinya, melainkan berpindah-pindah di antara endapan material batu dan kerikil.

Hamparan sedimen yang menutupi sebagian besar dasar sungai juga membuat volume tampungan air berkurang. Air hanya mengalir melalui beberapa jalur sempit yang terbentuk di sela-sela timbunan material tersebut.

Sejumlah warga memanfaatkan kondisi itu untuk menyeberangi sungai dengan berjalan kaki. Mereka langsung melintasi sungai tanpa menggunakan perahu maupun jembatan karena kedalaman air relatif dangkal dan debit sungai tergolong kecil.

Menariknya, meskipun pada pagi hari sempat turun hujan di kawasan hulu Batang Kuranji, tepatnya di sekitar wilayah belakang Universitas Andalas menunjukkan debit air di Sungai Batang Kuranji dekat Bendungan Gunung Nago tidak mengalami peningkatan yang signifikan. Aliran air tetap terlihat relatif kecil dan stabil.

Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi (SDA BK) Provinsi Sumatra Barat Rifda Suriani, membenarkan banjir yang terjadi dua hari lalu, termasuk beberapa kejadian banjir sebelumnya, telah menyebabkan pendangkalan di sejumlah sungai di Kota Padang, termasuk Batang Kuranji.

“Material yang terbawa arus banjir kemudian mengendap dan menumpuk di badan sungai sehingga terjadi sedimentasi di sejumlah titik,” ujar Rifda saat dikonfirmasi Langgam.id, Kamis (6/8/2026).

Sejak banjir terjadi, kata Rifda, Dinas SDA BK telah mengerahkan alat berat untuk melakukan pengerukan di sejumlah lokasi yang mengalami perubahan alur sungai akibat timbunan sedimen. Langkah itu dilakukan berdasarkan arahan gubernur sebagai upaya penanganan darurat. (WAN)

Baca Juga

Batang Kuranji Dipenuhi Material Sedimen Pascabanjir Padang
Batang Kuranji Dipenuhi Material Sedimen Pascabanjir Padang
Petugas BPBD evakuasi warga terjebak banjir di Kota Padang.
BPBD: 980 KK dan 4.218 Jiwa Terdampak Banjir Padang
Prakiraan Cuaca | cuaca limapuluh kota
Hujan Ringan hingga Lebat Masih Berpotensi Guyur Padang Malam Ini
Banjir merendam SMP Negeri 41 Gunung Sarik, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang Senin (3/8/2026).
Banjir Rendam Sekolah, SMPN 41 Padang Minta Pemko Bangunan Bronjong 
Pakar Lingkungan Soal Banjir di DAS Kuranji: Sedimentasi Sungai dan Kurangnya Drainase
Pakar Lingkungan Soal Banjir di DAS Kuranji: Sedimentasi Sungai dan Kurangnya Drainase
Kebakaran Minimarket di Air Tawar Barat Padang, Kerugian Ditaksir Rp100 Juta
Kebakaran Minimarket di Air Tawar Barat Padang, Kerugian Ditaksir Rp100 Juta