Spanduk Habib Rizieq Ditolak di Ranah Minang Akhirnya Dicopot

Langgam.id – Spanduk penolakan Habib Rizieq Shihab di Ranah Minang akhirnya dicopot, usai pemberitaannya beredar. Spanduk Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) ini sebelumnya terpasang di Jalan H Agus Salim, Sawahan, Kecamatan Padang Timur, Kota Padang, Sumatra Barat (Sumbar).

Pantauan langgam.id sekitar pukul 12.00 WIB spanduk yang bertuliskan “kami menolak kedatangan Habib Rizieq di Ranah Minang” tidak ada lagi terpasang di lokasi awal. Namun tidak diketahui siapa yang mencopot spanduk tersebut.

Kasat Pol PP Kota Padang Alfiadi tak mengetahui persoalan pencopotan spanduk ini. Pihaknya baru akan melakukan penertiban spanduk jika telah ada perintah.

“Saya kurang tahu juga, ya. Saya kalau itu (pencopotan) berdasarkan perintah dari Kesbangpol sebagai koordinator Pemda. Kalau ada perintahnya tentu kami tertibkan. Jadi kalau soal itu (spanduk Habib Rizieq) saya tidak tahu,” kata Alfiadi dihubungi langgam.id, Selasa (1/12/2020).

Sebelumnya, spanduk penolakan Habib Rizieq ini diketahui telah terpasang sejak Senin (30/11/2020) malam. Tidak diketahui dari mana dan siapa yang memasang spanduk ini.

“Kalau tidak salah magrib kemarin dipasang. Ada bertiga orang berpakaian baju hitam dan mengunakan masker saat memasangkan spanduk,” kata salah seorang warga sekitar, Ayu (30).

Ayu tidak mengetahui sejumlah orang tersebut berasal dari mana. Ketika kegiatan spanduk dipasang, dia hanya menganggap alat peraga kampanye.

“Saya kira awalnya itu spanduk pemilu. Jadi tidak begitu memperhatikan.

Wasekjen Persaudaraan Alumni (PA) 212, Novel Bamukmin, mengganggap spanduk itu tidak mewakili suara mayoritas masyarakat di Sumbar. Dia menilai pemasangan spanduk penolakan Habib Rizieq dilakukan oleh kelompok yang menjadi minoritas.

“Minoritas yang nyebong (yang melakukan) itu,” kata Wasekjen Persaudaraan Alumni (PA) 212, Novel Bamukmin kepada langgam.id

Novel berpendapat, masyarakat Sumbar lebih banyak mendukung Rizieq Shihab ketimbang menolak Imam Besar FPI itu. Hal itu menurutnya sudah terlihat pada pemilihan presiden 2019 lalu.

“Sumbar mayoritas orang kita, makanya Prabowo menang di sana,” ucap Novel.(Irwanda)

Tag:

Baca Juga

Mitigasi Banjir, BPBD Padang Bersihkan Material Bebatuan di Lapau Munggu
Mitigasi Banjir, BPBD Padang Bersihkan Material Bebatuan di Lapau Munggu
Kondisi bentaran sungai di Lapau Manggu, Gunung Sariak, Padang Kamis (20/8/2026).
Arus Sungai Cepat Naik Saat Hujan, Warga Lapau Munggu Dibayangi Banjir Susulan
Warga menjemur padi yang dipanen dari sawah terdampak banjir Kota Padang
Cerita Petani Lapau Manggu, Panen Padi dari Sawah yang Terendam Banjir
Lokasi pembangunan hunian tetap untuk warga terdampak banjir Kota Padang.
Asa Penyitas Banjir Padang Menunggu Hunian yang Tak Kunjung Rampung
Udara Kabur di Padang, Begini Penjelasan BMKG
Udara Kabur di Padang, Begini Penjelasan BMKG
Kondisi tenda pengungsi warga terdampak banjir di Lapau Munggu, Kecamatan Kuranji, Kota Padang pada Minggu (9/8/2026)
Cerita Korban Banjir Padang yang Masih Memilih Tinggal di Tenda Pengungsian