Langgam.id- Perantau asal Limapuluh Kota Yogi Nofrizal soroti kasus dugaan video call sex (VCS) yang menyeret nama Bupati Lima Puluh Kota Safni Sikumbang. Ia mendesak Polda melakukan uji digital forensik
Yogi menilai kesimpulan kepolisian yang menyebut video tersebut sebagai hasil editan masih menyisakan keraguan di tengah masyarakat. Dasar polisi hanya pengakuan pelaku.
“Mestinya ada uji digital forensik yang dilakukan. Kalau hanya berdasarkan pengakuan, itu belum cukup untuk meyakinkan publik,” ujarnya
Ia menegaskan, di tengah perkembangan teknologi yang semakin canggih, manipulasi video dapat dilakukan dengan berbagai metode, mulai dari editing sederhana hingga teknik yang lebih kompleks.
Makanya, kata Yogi, pembuktian berbasis keahlian menjadi penting agar tidak menimbulkan spekulasi yang berkepanjangan.
Politisi Golkar itu juga mendorong peran DPRD Lima Puluh Kota dalam menjalankan fungsi pengawasan.
“DPRD jangan diam. Ini bukan hanya soal individu, tapi juga menyangkut kepercayaan publik terhadap pemerintahan daerah. Fungsi pengawasan harus dijalankan secara serius,” ujarnya.
Polda Sumbar mengklaim rekaman video call sex atau VCS yang diduga Bupati Limapuluh Kota Safni Sikumbang dengan seorang perempuan merupakan video editan.
Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Susmelawati Rosya mengatakan, rekaman VCS adalah editan sesuai dengan keterangan pelaku saat diperiksa. Polisi tidak melibatkan pakar atau ahli seperti telematika dalam kasus ini.






