Pakar Hukum Tegaskan Pelaku VCS Bupati Limapuluh Kota Tak Bisa Restorative Justice Meski Dimaafkan

Langgam.id — Pakar Hukum Pidana Universitas Andalas menegaskan, pelaku kasus video call sex (VCS) yang menjerat Bupati Limapuluh Kota tidak dapat memperoleh restorative justice (RJ), meski telah dimaafkan korban. Hal ini karena pelaku berstatus sebagai narapidana, sehingga masuk kategori residivis dan tidak memenuhi syarat keadilan restoratif.

Pakar hukum pidana dari Universitas Andalas Edita Elda mengatakan pelaku dalam kasus video call sex atau VCS Bupati Limapuluh Kota Safni tidak bisa mendapatkan restorative justice (RJ) atau keadilan restoratif, karena berstatus narapidana.  

Polisi menetapkan pria berinisial ABG sebagai pelaku dalam kasus VCS Bupati Limapuluh Kota.

Pelaku merupakan narapidana di Lapas Sarolangun, Jambi. Polisi mengklaim pelaku telah mengaku mengedit rekaman VCS lalu melakukan pemerasan kepada Safni.  

“Maka jika seorang napi tidak bisa dijadikan RJ. Seorang napi melakukan tindak pidana lagi berarti masuk kategori residivis, sehingga tidak bisa dilakukan RJ,” katanya kepada langgam.id, Kamis (19/3/2026). 

Edita mengungkapkan, RJ tersebut ditujukan dengan berbagai persyaratan. Salah satunya, pelaku baru pertama kali melakukan tindak pidana.

RJ itu ditujukan dengan berbagai persyaratan. Baru pertama kali melakukan tindak pidana, ancaman pidana di bawah 7 tahun, pemaafan korban, dll.

“Hanya saja pemaafan korban, bisa dipertimbangkan nanti untuk hal meringankan bagi hakim dalam pedoman penjatuhan pemidanaan berdasarkan KUHP Baru,” ujarnya.

Ia juga mempertanyakan kenapa pelaku bisa mendapatkan akses komunikasi dari dalam Lapas. 

“Apakah hanya ada pelaku tunggal mulai dari editor hingga transmisi dan mendistribusikan video ke umum. Harus diusut tuntas juga apakah memang narapidana tersebut sebagai pelaku,” tegasnya.

Sebelumnya, polisi mengungkap kasus yang melibatkan Safni sebagai korban ini sedang proses pemulihan kepada penyelesaian perkara atau RJ.  

Susmelawati bilang, upaya RJ dilakukan karena korban telah memaafkan tindakan dari perbuatan pekaku.  

“Kami lebih ke proses pemulihan kepada penyelesaian perkara. Penyelesaian perkara diselesaikan secara RJ, karena pihak korban sudah memaafkan,” kata Susmelawati.

Baca Juga

Siapa Aktor di Balik Tambang Emas Ilegal di Pasaman Barat?
Siapa Aktor di Balik Tambang Emas Ilegal di Pasaman Barat?
Kapolda Sumbar Ungkap Alasan Nonaktifkan Kapolres Mentawai
Kapolda Sumbar Ungkap Alasan Nonaktifkan Kapolres Mentawai
Hari Kedua Pencarian, Korban Banjir Bandang Pasaman Masih Belum Ditemukan
Hari Kedua Pencarian, Korban Banjir Bandang Pasaman Masih Belum Ditemukan
Alasan 14 KONI Minta Jadwal Porprov Sumbar Diundur, Tunggu Anggaran Diketok
Alasan 14 KONI Minta Jadwal Porprov Sumbar Diundur, Tunggu Anggaran Diketok
Pelatih Semen Padang Fc Nil Maizar
Semen Padang Fc Pede Curi Poin Saat Jamu PSIS Semarang 
Viral Warga di Maninjau Lewati Arus Sungai Akibat Jembatan Rusak
Viral Warga di Maninjau Lewati Arus Sungai Akibat Jembatan Rusak