Soal “Sapi Sampah” Jadi Hewan Kurban, Kadis Pertanian Padang: Dikhawatirkan Bisa Membahayakan Masyarakat

Langgam.id - Kadis Pertanian Kota Padang, Syahrial Kamat mengkhawatirkan adanya sapi yang makan sampah berbahaya jika dikonsumsi masyarakat.

"Sapi Sampah" di TPA Air Dingin, Kota Padang. (Foto: Rahmadi/Langgam.id)

Langgam.id – Kepala Dinas (Kadis) Pertanian Kota Padang, Syahrial Kamat mengkhawatirkan adanya sapi yang makan sampah atau “sapi sampah” berbahaya jika dikonsumsi masyarakat. Apalagi, sapi itu dijadikan hewan kurban.

Menurut Syahrial, sapi yang memakan sampah seperti di Tempat Pembuangan Akgir (TPA) Air Dingin Padang, jika dagingnya dikonsumsi manusia, dikhawatirkan akan berbahaya, karena pakannya berasal dari sampah.

Tidak hanya itu, menurut Syahrial, sapi yang memakan sampah itu juga akan berdampak terhadap tubuh sapi itu sendiri.

“Walau tampak sehat, biasanya sapi-sapi yang pakan nya dari sampah akan mengalami kerusakan pada hati dan paru-parunya jika di konsumsi,” ujar Syahrial kepada langgam.id, Kamis (7/7/2022).

Lalu, terkait informasi adanya sapi itu yang dijadikan hewan kurban di Kota Padang, Syahrial meminta agar dapat menghubungi Dinas Pertanian.

“Jika pengurus masjid ragu akan kualitas sapi, maka dapat menghubungi Dinas Pertanian Kota Padang untuk melakukan pemeriksan,” jelasnya.

“Yang jelas sapi kurban itu telah cukup umur  lebih dari dua tahun dan sehat. Bulu terlihat bersih, tidak ada keluar lendir di lubang pengeluaran,” sambung Syahrial.

Dikatakan Syahrial, sapi di TPA Air Dingin Padang jumlahnya mencapai 350-400 ekor, dan sapi-sapi itu milik masyarakat setempat.

“Dilepas liarkannya sapi ternak di TPA Air dingin sudah mejadi tradisi warga setepat. Apalagi, puluhan sapi tersbut memakan sampah disana sehingga, para pemilik tidak kesulitan memberi pakan kepada ternak mereka,” paparnya.

Sementara itu, pantauan langgam.id di TPA Air Dingin Padang, terlihat puluhan ekor sapi makan di tengah tumpukan sampah. Di antaranya, ada yang sendirian mencari makan dan ada juga bergerombolan atau berkumpul di satu titik.

Ada juga sapi yang terlihattidur-tiduran di antara tumpukan sampah. Sapi-sapi itu menyebar membentuk kelompok-kelompok kecil. Tubuh sapi-sapi itu terlihat gemuk dan sehat sebagaimana sapi biasanya.

Baca juga: Data Dinas Pertanian: Semua Hewan Kurban Positif PMK di Padang Telah Sembuh

Seorang pemulung di sekitar TPA Air Dingin, Melly (52) menjelaskan, TPA Air Dingin telah menjadi rumah bagi ratusan sapi tersebut. Mereka memakan sumber makanan yang ada di TPA Air Dingin. Pemandangan itu menurutnya sudah biasa sejak dulunya.

“TPA Air Dingin merupakan rumah bagi ratusan sapi yang dimiliki oleh warga sekitar. Beberapa ekor sapi jantan telah dijual untuk di jadikan sapi kurban,” katanya.

Baca Juga

Langgam.id-Adel Wahidi
Ombudsman Sumbar Kawal Audit Internal RSUP M Djamil Padang Buntut Balita Meninggal Diduga Kelalaian Medis
RSUP M Djamil Padang
Pakar Hukum Kesehatan Soroti Kasus Bayi Meninggal di RSUP M Djamil Padang, Sebut Potensi Kelalaian
Dua Bocah Tenggelam di Pantai Ujung Karang Padang Belum Ditemukan, Basarnas Perluas Pencarian
Dua Bocah Tenggelam di Pantai Ujung Karang Padang Belum Ditemukan, Basarnas Perluas Pencarian
KPU Sumbar menunjuk RSUP Dr M Djamil Padang dan Rumah Sakit Universitas Andalas sebagai pusat pemeriksaan kesehatan bagi calon kepala
RSUP M Djamil Klaim Mediasi Kasus Balita Meninggal di Padang, Bentuk Tim Investigasi
Kapolres Solok Kota AKBP Mas,ud Ahmad minta maaf usai heboh rombongan kendaraan yang dikawal anggotanya melakukan foto-foto di tikungan Panorama I Sitinjau Lauik. (Dok. Tangkapan layar video Konfrensi Pers)
Kapolres Solok Kota Minta Maaf Usai Heboh Anak Buah Kawal Rombongan Arteria Dahlan Foto-foto di Sitinjau Lauik
Rombongan yang diduga ada Arteria Dahlan saat berfoto-foto di tikungan Sitinjau Lauik, Kota Padang. (Dok. Istimewa)
Heboh Rombongan Arteria Dahlan Foto-foto di Tikungan Ekstrem Sitinjau Lauik, Kendaraan Lain Terpaksa Antre