Soal Padang Dihantam Banjir, Anggota DPRD Padang Tagih Janji Mahyeldi

Anggota DPRD Kota Padang Budi Syahrial bicara soal Tenda Pernikahan di Jalan Padang

Anggota DPRD Kota Padang Budi Syahrial. (Sumber: Facebook Budi Syahrial)

Langgam.id – Setiap kali hujan melanda dengan durasi cukup lama, dipastikan memicu banjir dan genangan air di sejumlah kawasan di Kota Padang, Sumatra Barat (Sumbar). Tak hanya berdampak terhadap rumah warga, sebagian ruas jalan juga ikut terimbas genangan air.

Personal penanganan banjir yang dilakukan Pemerintah Kota Padang di bawah kepimpinan Mahyeldi Ansharullah ini pun mulai dikritik. Salah satunya datang dari anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Padang, Budi Syahrial.

Anggota Komisi I DPRD Kota Padang itu meminta Pemerintah Kota Padang melakukan evaluasi terhadap drainase yang ada saat ini. Apalagi pada periode pertama, Mahyeldi berjanji menuntaskan persoalan banjir.

“Dulukan janjinya (Mahyeldi) periode pertama, menyelesaikan banjir di Kota Padang selama tiga sampai empat tahun. Ternyata dikerjakan masih tergenang air,” ujar Budi dihubungi langgam.id, Minggu (12/7/2020).

Maka dari itu, kata Budi, harus dilakukan pemeriksaan dan evaluasi kembali terhadap drainase dan gorong-gorong yang dibuat atau dikerjakan tersebut. Dari situ baru bis dilihat, apakah sudah seperti yang diharapkan dan sudah sesuai dengan kaidah yang seharusnya atau tidak.

“Jangan sekadar membuat drainase tapi aliran air tidak lancar. Lalu juga, terkesan membuat gorong-gorong dan trotoar tapi tidak menyelesaikan permalasahan. Jadi benar-benar diselesaikan akar permalasahan ini,” kata legislator fraksi Gerindra itu.

“Jangan janji dua atau tiga tahun membenahi drainase kota, banjir tidak ada lagi. Tapi banjir tetap ada sekarang kan,” sambungnya.

Menurut Budi, pada periode kedua kepimpinan Mahyeldi seharusnya dapat mengevaluasi permasalahan banjir di Kota Padang. Atau pun, menambah kembali gorong-gorong sebagai penampung air yang bisa dialirkan ke banjir kanal.

“Begitupun pembangunan trotoar, kalau drainase bagus tidak masalah. Tapi kalau bermasalah seperti kurang dalam atau besar tentu jadi masalah. Janji dulu trotoar dibangun baik. Makanya lakukan evaluasi menyeluruh,” tegasnya.

Selain drainase, kata Budi, Pemerintah Kota Padang semestinya juga mempertimbangkan ketersediaan kawasan untuk serapan air. Sehingga, banjir dapat diatasi dan masyarakat tidak sengsara.

“Harusnya Pemerintah Kota Padang membeli suatu tempat untuk dijadikan taman atau serapan air. Misalnya dibebaskan beberapa lokasi, diganti rugi lahannya, sehingga kalau hujan menjadi kawasan serapan air. Dibangun danau buatan skala kecil beberapa daerah untuk objek wisata dan menjadi kawasan serapan air,” tuturnya. (Irwanda/ICA)

Baca Juga

Seorang Wanita Nekat Jadi Bandar Sabu di Padang: Terdesak Ekonomi, Jual Paket Hemat
Seorang Wanita Nekat Jadi Bandar Sabu di Padang: Terdesak Ekonomi, Jual Paket Hemat
Polisi Ringkus Bandar Sabu di Pasar Gaung Lubeg: 211 Paket Disita, Paket Hemat Rp 50 Ribu
Polisi Ringkus Bandar Sabu di Pasar Gaung Lubeg: 211 Paket Disita, Paket Hemat Rp 50 Ribu
Banjir bandang merendam pemukiman wawrga di Kota Padang, Jumat (28/11/2025). BPBD
Bencana Picu Inflasi Sumbar Melambung Tinggi
Presiden Prabowo saat meninjau pembangunan Huntara untuk korban banjir di Kabupaten Agam.
Pemerintah Bangun 750 Huntara untuk Korban Banjir Sumbar
Banjir bandang di Nagari Batang Pisang, Jorong Pasa, Nagari Maninjau, Kabupaten Agam Jumat dini hari (2/1/2026).
Banjir Bandang Kembali Terjang Maninjau, Akses Lubuk Basung–Bukittinggi Terputus
Banjir dan longsor melanda Jorong Ngungun, Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Selasa (30/12/2025)
Banjir dan Longsor Landa Salareh Aia Agam, 3 Warga Selamat Usai Sempat Tertimbun