Sempat Dinyatakan Hilang, Sopir Truk Masuk Jurang Sitinjau Lauik Ternyata di Palembang

Sempat Dinyatakan Hilang, Sopir Truk Masuk Jurang Sitinjau Lauik Ternyata di Palembang

Truk yang masuk jurang di Sitinjau Lauik dalam posisi labil. [Foto: Basarnas Padang]

Langgam.id – Sopir truk tronton yang masuk jurang di Sitinjau Lauik, Kota Padang, Dedek Supriadi ternyata telah berada di kediamannya di Palembang, Sumatra Selatan. Sebelumnya, pria 35 tahun itu sempat dinyatakan hilang dan dilakukan pencarian.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Padang, Abdul Malik mengatakan, pihaknya sebelumnya berkoordinasi dengan Basarnas Palembang untuk mengecek keluarga korban.

“Ternyata korban ada di rumah dalam keadaan sehat dan berkumpul dengan keluarga,” kata Abdul, Selasa (30/8/2022).

Setelah mendapat sopir di kediamannya, kata Abdul, pihaknya menghentikan operasi pencarian. “Mendapatkan laporan korban sudah di rumahnya, kami langsung menghentikan operasi pencarian,” tuturnya.

Baca Juga: Truk Masuk Jurang di Sitinjau Lauik, Sopir dalam Pencarian

Sebelumnya, truk tronton ini masuk jurang sedalam 100 meter di Sitinjau Lauik pada Minggu (28/8/2020). Kecelakaan tunggal tersebut diduga akibat truk hilang kendali.

Ikuti berita Padang – berita Sumatra Barat hari ini, terbaru dan terkini dari Langgam.id.  Anda bisa bergabung di Grup Telegram Langgam.id News Update di tautan https://t.me/langgamid atau mengikuti Langgam.id di Google News pada tautan ini.

Baca Juga

Langgam.id-cerah berawan
Cuaca Idul Adha 2026 di Sumbar Diprediksi Cerah, Sebagian Cerah Berawan
salah satu penghuni huntara Kapalo Koto menjemput air untuk kebutuhan harian.
Harap-Harap Cemas Menanti Hunian yang Dijanjikan
Iduladha 2026: Harga Sapi Kurban Naik di Padang, 1 Ekor Capai Rp18 Juta
Iduladha 2026: Harga Sapi Kurban Naik di Padang, 1 Ekor Capai Rp18 Juta
Kondisi huntara di Kapalo Kota, Kota Padang.
Setengah Tahun Pascabencana, Penghuni Huntara Kota Padang Krisis Air Bersih
Rakit darurat untuk penyeberangan masyarakat di Kayu Tanam, Kabupaten Padang Pariaman. Jembatan di sungai tersebut terdampak saat bencana banjir November 2025. Ghafar
Centang Parenang Setengah Tahun Penanggulangan Bencana Sumbar
Dosen Fakultas Syariah UIN IB Padang Aidil Aulya (ist)
Padang Darurat Air dan Alasan Usang yang Berulang!