Langgam.id – SMP Negeri 41 Kota Padang sempat mempertimbangkan melaksanakan proses belajar mengajar secara daring, pascabanjir yang merendam lingkungan sekolah pada Senin (3/8/2026). Namun, rencana ini urung dilakukan karena banyak siswa dan guru menjadi korban banjir.
Proses belajar mengajar tatap muka yang ditarger hari ini, Hingga Jumat (7/8/2026), juga belum bisa dilaksanakan. Pihak sekolah menunda hingga Senin (10/8/2026).
Hal ini lantaran pihak sekolah masih fokus membersihkan material sisa banjir berupa lumpur dan sampah yang menutupi hampir seluruh area sekolah, mulai dari halaman, ruang kelas hingga sejumlah sarana dan prasarana.
Pantauan Langgam.id di lokasi menunjukkan sebagian besar ruang kelas telah selesai dibersihkan. Namun, area halaman sekolah dan sejumlah fasilitas lainnya masih dipenuhi endapan lumpur sehingga proses pembersihan masih terus dilakukan oleh guru, tenaga kependidikan, dan pihak terkait.
“Kalau proses pembersihan berjalan lancar dan cepat, mudah-mudahan Senin nanti pembelajaran sudah bisa dimulai kembali,” ujar Kepala SMP Negeri 41 Padang, Amridas diwawancarai Langgam.id, Jumat (7/8/2026).
Amridas mengungkapkan, pihaknya juga sempat membahas opsi pembelajaran jarak jauh melalui Zoom Meeting maupun Google Meet, agar siswa tidak terlalu lama kehilangan waktu belajar.
Namun, setelah dilakukan pendataan, opsi tersebut dinilai tidak memungkinkan karena banyak siswa yang rumahnya turut terdampak banjir. Kondisi serupa juga dialami sejumlah guru sehingga pembelajaran daring sulit dilaksanakan secara efektif.
“Awalnya memang sempat terpikirkan untuk belajar secara daring. Tapi setelah melihat kondisi di lapangan, ternyata banyak siswa yang terdampak banjir. Guru-guru juga ada yang mengalami hal yang sama, sehingga pembelajaran daring tidak memungkinkan,” kata dia.
Menurut Amridas, pemulihan sekolah pascabanjir kini menjadi prioritas agar proses pendidikan dapat segera berjalan kembali tanpa mengabaikan aspek keselamatan dan kenyamanan warga sekolah.
“Kita berharap proses pembersihan sekolah dapat segera dituntaskan sehingga seluruh fasilitas belajar kembali layak digunakan. Dengan demikian, para siswa yang baru beberapa hari mengikuti kegiatan belajar pada awal tahun ajaran dapat kembali belajar secara normal di ruang kelas mulai pekan depan,” tuturnya. (WAN)






