Semester I 2026: BPBD Padang Catat 6.989 Kejadian Bencana, Kekeringan Jadi Dampak Terbesar

Semester I 2026: BPBD Padang Catat 6.989 Kejadian Bencana, Kekeringan Jadi Dampak Terbesar

Sawah kekeringan di Padang. (foto: Irwanda/langgam.id)

Langgam.id — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang mencatat sebanyak 6.989 kejadian bencana dan dampak kebencanaan sepanjang Januari hingga Juni 2026. Dari jumlah tersebut, kekeringan menjadi dampak yang paling dominan dengan 6.530 warga terdampak.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton, menjelaskan tingginya angka kekeringan tersebut bukan disebabkan musim kemarau, melainkan dampak kerusakan infrastruktur pascabencana yang mengganggu distribusi air bersih ke masyarakat.

“Data kekeringan itu merupakan dampak pascabencana. Salah satunya karena jaringan irigasi Gunung Nago jebol sehingga distribusi air terganggu. Selain itu, banyak sumur warga yang tidak lagi mengalirkan air,” ujar Hendri, Senin (15/6/2026).

Selain kasus kekeringan, BPBD juga mencatat 384 kejadian gempa bumi yang dirasakan masyarakat selama semester pertama tahun ini. Kemudian terdapat 57 kejadian pohon tumbang, sembilan kasus warga tenggelam atau hanyut, dua kejadian banjir, dua longsor, satu puting beliung, dua abrasi pantai, serta dua kejadian kebakaran hutan, lahan, dan bangunan.

Meski jumlah kejadian bencana masih cukup tinggi, BPBD mencatat adanya penurunan pada beberapa jenis bencana dibandingkan periode yang sama tahun 2025.

Kejadian pohon tumbang misalnya, turun signifikan dari 234 kasus menjadi 57 kasus. Begitu juga dengan banjir yang turun dari 54 kejadian menjadi dua kejadian, serta longsor dari 11 kejadian menjadi dua kejadian.

Hendri menilai tren penurunan tersebut menunjukkan adanya peningkatan upaya mitigasi dan kesiapsiagaan, meski masyarakat tetap diminta waspada terhadap potensi bencana yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

Menurutnya, kondisi cuaca yang tidak menentu serta kerentanan sejumlah wilayah tetap menjadi faktor yang perlu diantisipasi bersama.

“Kami terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mempercepat pemulihan infrastruktur yang terdampak bencana, termasuk jaringan irigasi dan sumber air masyarakat,” katanya.

BPBD Kota Padang juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan segera melaporkan potensi bencana di lingkungan masing-masing agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan efektif. (HER)

Baca Juga

Pj Wali Kota Pariaman, Roberia melantik sebanyak 588 PPPK)pada Rabu (19/2/2025). Kegiatan ini dilaksanakan di Balai Kota Pariaman.
Pohon Tumbang Timpa Pos Masuk Objek Wisata Pantai Air Manis, BPBD Lakukan Pembersihan
Cuaca Ekstrem Sebabkan 2 Pohon Tumbang di Padang, Timpa Rumah dan Ganggu Akses Jalan
Cuaca Ekstrem Sebabkan 2 Pohon Tumbang di Padang, Timpa Rumah dan Ganggu Akses Jalan
Seorang bocah laki-laki hanyut terbawa arus sungai di Jalan Kampung Jambak RT 02 RW 09, Kelurahan Koto Lalang, Kecamatan Lubuk Kilangan,
Diduga Terjatuh ke Sungai Saat Bermain, Bocah 9 Tahun di Padang Hanyut
Hujan dan angin kencang yang melanda Kota Padang pada Senin (23/12/2024) menyebabkan atap rumah warga jebol di Koto Marapak RT
Diterjang Angin Kencang, Atap Rumah Warga di Padang Jebol
BPBD Padang memastikan situasi sudah kembali normal pasca pohon tumbang yang terjadi di Jalan Sumatra, Kelurahan Ulak Karang Utara,
Pohon Tumbang Akibat Angin Kencang di Padang, BPBD: Situasi Sudah Normal
Agar Lebih Sigap, BPBD Padang Latih 25 Personel TRC Penanggulangan Bencana
Agar Lebih Sigap, BPBD Padang Latih 25 Personel TRC Penanggulangan Bencana