Sekuel Kedua “Dirty Vote o3” Dirilis Hari Ini: Membaca Kartu Politik Oligarki lewat “Otot, Otak, Ongkos”

Langgam.id – Tim pembuat Dirty Vote kembali mengguncang panggung dokumenter politik dengan merilis sekuel kedua bertajuk “Dirty Vote o3” hari ini. Film yang berdurasi sekitar 4 jam ini hadir tepat sehari menjelang genapnya satu tahun pemerintahan Prabowo–Gibran, membawa analisis mendalam soal dinamika oligarki dan potensi arah otoritarianisme di Indonesia.

Sutradara Dandhy Dwi Laksono menyatakan film ini tak sekadar merangkum kegelisahan yang beredar di media sosial atau pemberitaan. “Kami memaparkan analisis berbasis riset untuk membaca arah perilaku rezim Prabowo–Gibran dan koalisinya di masa depan,” ujar Dandhy.

Film ini menempatkan pembacaan politik pada kerangka o3, otot (politik), otak (hukum), dan ongkos (ekonomi), sebagai kunci penguatan kendali oligarki.

Menurut produser Joni Aswira, format film masih melanjutkan gaya explanatory documentary yang menjadi ciri khas Dirty Vote: presentasi akademik dikonversi menjadi visual yang naratif dan mudah diikuti. “Secara teknis tidak jauh berbeda dari film pertama, namun persiapan kali ini lebih panjang karena kami merumuskan temuan dari refleksi satu tahun pemerintahan Prabowo–Gibran,” jelas Joni, Minggu (19/10/2025).

Satu kejutan di sekuel ini adalah hadirnya wajah baru: seorang peneliti dan ekonom muda yang berperan sebagai ‘bintang’ analisis.

Dirty Vote o3 dikerjakan kolaboratif, menggabungkan jurnalis, peneliti, akademisi, aktivis, dan tim kreatif. Sehingga walau panjang, film dirancang agar tetap menarik dan edukatif. Film pertama yang mengusung genre serupa tercatat ditonton puluhan juta kali di beberapa kanal YouTube; berdasarkan itu, Joni optimis sekuel empat jam ini akan tetap dinanti publik sebagai tontonan edukasi politik kewargaan.

Sekuel kedua dapat disaksikan mulai hari ini di kanal YouTube Dirty Vote. Dengan tajuk kuat dan momentum strategis, Dirty Vote o3 menantang publik untuk membaca lebih awal dan kritis kartu-kartu politik yang mungkin menentukan wajah demokrasi Indonesia mendatang. (*/Yh)

Tag:

Baca Juga

Gubernur hingga Bupati Padang Pariaman Diadukan ke Ombudsman, Buntut Izin Tambang Andesit di Kasang 
Gubernur hingga Bupati Padang Pariaman Diadukan ke Ombudsman, Buntut Izin Tambang Andesit di Kasang 
Kronologi Wagub Vasko Kecelakaan di Solok, Tabrak Tumpukan Pasir dan Truk Parkir
Kronologi Wagub Vasko Kecelakaan di Solok, Tabrak Tumpukan Pasir dan Truk Parkir
Ket: Citra deforestasi area PETI Sijunjung periode 2020-2024 [Sumber LBH Padang]
LBH Padang Ungkap 14,5 Ribu Hektare Hutan di Sijunjung Rusak karena Tambang Emas Ilegal 
Bekas luka diduga karena air panas yang dialami bayi tersebut. (Foto: Ipda Ghifari untuk Langgam.id)
Bayi 2 Tahun di Padang Diduga Dianiaya Ayah Kandung: Diselamatkan Tetangga, Badan Penuh Bekas Luka
Polisi melakukan olah TKP kecelakaan yang menewaskan pasangan suami istri. (Foto: Polres Solok)
Pilu Pasangan Suami Istri Meninggal Ditabrak Truk di Solok, Balita Korban Patah Kaki
Irjen Djati Wiyoto. (Foto: Humas Polda Kaltara)
Menakar Nyali Irjen Djati “Bersih-bersih” Tambang Emas Ilegal di Sumbar