Sekolah Dasar di Padang Mengaku Masih Menunggu Jadwal Vaksinasi

Sekolah Dasar di Padang Mengaku Masih Menunggu Jadwal Vaksinasi

Siswa SDN 47 Korong Gadang di Kecamatan Kuranji Kota Padang. [Nandito/Langgam.id]

Berita Padang Panjang – berita Sumbar terbaru dan terkini hari ini: Sekolah Dasar di Padang Mengaku Masih Menunggu Jadwal Vaksinasi.

Langgam.id – Sejumlah sekolah dasar di Kota Padang mengaku masih menunggu jadwal vaksinasi. Sementara itu, Pembelajaran Tatap Muka (PTM) tetap dilaksanakan, Rabu (9/2/2022).

Berdasarkan Surat Edaran (SE) tertanggal 07 Februari itu, sekolah hanya dibolehkan menggelar PTM untuk siswa yang sudah divaksin. Sementara sejauh ini belum seluruh siswa di Padang melaksanakan vaksinasi.

“Vaksinasi tahap satu sudah selesai. Sudah 40 persen. Untuk tahap dua tanggal 14 ini,” kata Kepala SDN 02 Cupak Tangah Siti Mardiah yang ditemui di sekolahnya.

Alasan tetap menggelar PTM, jelasnya, karena capaian vaksinasi di sekolahnya tengah digencarkan. Dua hari terakhir pihaknya selalu sosialisasi kepada wali murid agar anaknya divaksin.

“Tanggal 14 jadwal vaksin kedua. Jadi yang belum vaksin, hari itu akan dilaksanakan,” kata Mardiah.

Mardiah mengatakan, sejauh ini, belum ditemukan orang tua murid yang menolak anaknya divaksin. “Kalau memang tidak bisa karena kondisi kesehatan, ya, tidak bisa dipaksakan,” katanya.

Di SDN 18 Anduring, PTM masih tetap diberlakukan. Petugas Tata Usaha Citra Dina mengatakan, pihaknya belum mendapat arahan dari kepala sekolah sebab masih kondisi sakit.

Selain itu, kata Citra, SDN 18 Anduring masih menunggu vaksinasi yang dijadwalkan pada 17 Februari mendatang. Siswa di sana berjumlah 55 orang, dan 19 orang sudah melaksanakan vaksinasi.

Kondisi serupa juga terlihat di SDN 24 Jati. Sekolah itu baru akan melakukan vaksinasi pada 14 Februari mendatang.

Baca juga: SE Disdikbud Padang, PTM Diberikan kepada Siswa yang Telah Divaksin

Salah seorang wali murid Edi mengatakan, dirinya tidak keberatan jika anaknya divaksin. “Kalau aturan seperti itu, kita aman-aman saja. Yang jelas pendidikan anak tidak terkendala,” katanya.

Edi mengatakan, anaknya akan mengikuti vaksinasi sesuai jadwal dari sekolah. “Kemarin, karena anak karena anak saya demam, jadi tidak bisa. Tunggu sembuh dulu,” ujarnya.

Dapatkan update berita Padang Panjang – berita Sumbar terbaru dan terkini hari ini dari Langgam.id. Mari bergabung di Grup Telegram Langgam.id News Update, caranya klik https://t.me/langgamid, kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca Juga

Langgam.id - Polres Ponorogo menetapkan dua orang tersangka dalam kasus meninggalnya santri Pondok Pesantren (Ponpes) Gontor Mlarak Ponorogo.
Alasan Ibu dari Bayi Korban Penganiayaan Ayah Kandung di Padang Tak Lapor Polisi 
RS Bhayangkara Padang Beri Pendampingan Psikologis Ibu dari Bayi Korban Penganiayaan
RS Bhayangkara Padang Beri Pendampingan Psikologis Ibu dari Bayi Korban Penganiayaan
Kisah Pilu Ibu dari Bayi Korban Penganiayaan di Padang, Lapar dan Luka Datang Bersamaan 
Kisah Pilu Ibu dari Bayi Korban Penganiayaan di Padang, Lapar dan Luka Datang Bersamaan 
Bekas luka diduga karena air panas yang dialami bayi tersebut. (Foto: Ipda Ghifari untuk Langgam.id)
6 Fakta Kasus Bayi 2 Tahun Dianiaya Ayah Kandung di Padang
Bekas luka di tubuh bayi malang dianiaya ayah kandung di Padang. (Foto: Ipda Ghifari untuk Langgam.id)
Cerita Tetangga Ambil Paksa Bayi yang Dianiaya Ayah Kandung di Padang: Saya Menangis, Jejak Luka Banyak
Penampakan RD, pelaku penganiayaan anak kandung sendiri. (Foto: Dok. Polresta Padang)
Penampakan Ayah Kandung di Padang yang Aniaya Bayinya, Digiring ke Sel Tahanan