Satpol PP Padang Klaim Pelanggaran Perda Menurun Selama 2019

Satpol PP Padang Klaim Pelanggaran Perda Menurun Selama 2019

Kepala Dinas Satpol PP Padang, Al Amin saat mengintrogasi perempuan yang terjaring razia. (Humas Satpol PP Padang)

Langgam.id – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) mengklaim jumlah kasus pelanggaran Peraturan Daerah (Perda) yang dilakukan masyarakat Kota Padang, Sumatra Barat (Sumbar), menurun selama 2019.

Kasat Pol PP Kota Padang, Al Amin, mengatakan dari penertiban yang dilakukan rata rata pelanggar hanya berikan tindakan pembinaan. Sebagian kasus yang diangkat ke tindak pidana ringan (tipiring) mencapai 30 kasus.

“Pelanggaran yang terbanyak itu didapati pada kasus yang dilakukan oleh Pedagang Kaki Lima yakni sebanyak 720 Pelanggaran,” kata Al Amin dalam keterangan tertulisnya, Selasa (24/12/2019).

Menurut Al Amin, turunnya kasus pelanggaran Perda disebabkan saat ini Satpol PP lebih banyak turun ke lapangan  secara persuasif dalam rangka mensosialisasikan aturan. Tim mediasi intens melakukan pembinaan serta pencegahan lebih awal.

Selain itu, lanjutnya, penempatan personil di titik-titik rawan pelanggaran juga menjadi alternatif dalam pencegahan yang dilakukan. Sehingga dengan kiat dan srategi ini pelanggaran terhadap Perda lebih bisa diantisipasi.

“Sebut saja terhadap masalah PKL, pak ogah, pengemis maupun pengamen serta pelanggaran terhadap ketertiban umum lainnya,” katanya.

“Jami akan terus berusaha dalam membasmi pelanggaran Perda agar Kota Padang dapat bersih dari segala hal yang bersifat pelanggaran Ketertiban Umum yang tertuang dalam Perda 11 Tahun 2015,” sambung Al Amin.

Sementara untuk kasus tempat hiburan malam jika di bandingkan pada tahun sebelumnya kafe yang tidak berizin beroperasi sebanyak 40 kafe. Namun enam di antaranya telah ditutup hingga akhir tahun ini.

Dalam pendataan terdapat 36 kafe lainnya, 14 kafe memiliki izin lengkap. 11 kafe izin IG dan 9 kafe yang tidak berizin sama sekali. Untuk kafe yang tidak memiliki izin, maupun yang hanya memiliki satu izin kedepannya juga akan di tutup, sesuai dengan aturan dan ketentuan yang berlaku.

“Saat ini pengelola telah diberikan surat peringatan satu dan dua, bahkan sudah ada juga yang diberikan peringatan ketiga. Untuk tindakan selanjutnya kami hanya menunggu proses penutupan, tentu hal ini tidak terlepas dari kerja sama dan koordinasi dari instansi terkait,” tuturnya. (*/Irwanda/ICA)

Baca Juga

Banjir merendam sejumlah wilayah di Kota Padang, Senin (3/8/2026)
Banjir Kota Padang, Wagub Vako: 1.488 KK Terdampak, 1.377 Warga Sempat Mengungsi
Walikota Padang, Fadly Amran.
Fadly Amran Tinjau Pembersihan Lumpur Sisa Banjir SMPN 41, Targetkan Proses Belajar Kembali Normal
Banjir merendam SMP Negeri 41 Gunung Sarik, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang Senin (3/8/2026).
Cerita Kepsek SMPN 41 Pantau CCTV Saat Banjir Rendam Gedung Sekolah
Berjibaku Bersihkan Banjir Lumpur di SMPN 41 Padang
Berjibaku Bersihkan Banjir Lumpur di SMPN 41 Padang
Gubernur Sumbar Imbau Warga Waspadai Peningkatan Intensitas Hujan
Gubernur Sumbar Imbau Warga Waspadai Peningkatan Intensitas Hujan
2.033 Warga Padang Terdampak Banjir Dievakuasi
2.033 Warga Padang Terdampak Banjir Dievakuasi