Sampai Maret 2026, Perbankan Sumbar Salurkan Kredit Rp75,5 Triliun

Berita Sumbar terbaru dan terkini hari ini: BI mencatat, terjadi perlambatan pertumbuhan perekonomian Sumbar selama delapan tahun terakhir.

Ilustrasi. (Foto: stevepb/pixabay.com)

Langgam.id — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat penyaluran kredit dan pembiayaan perbankan di Sumatera Barat hingga Maret 2026 mencapai Rp75,50 triliun. Nilai tersebut tumbuh 2,98 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kepala OJK Provinsi Sumatera Barat Roni Nazra mengatakan pertumbuhan kredit menunjukkan aktivitas intermediasi perbankan di Sumbar masih berjalan positif di tengah dinamika ekonomi nasional.

“Sektor jasa keuangan di Sumatera Barat tetap tumbuh solid dan berperan penting dalam mendukung aktivitas ekonomi daerah,” kata Roni dalam keterangan resmi, Jumat (22/5/2026).

Selain penyaluran kredit, OJK juga mencatat total aset perbankan di Sumbar hingga Maret 2026 mencapai Rp86,74 triliun atau tumbuh 3,77 persen secara tahunan (year on year/yoy).

Sementara itu, penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) tercatat sebesar Rp62,92 triliun atau meningkat 9,24 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Roni menjelaskan, risiko kredit perbankan di Sumbar masih relatif terjaga dengan rasio non-performing loan (NPL) sebesar 2,78 persen, meski sedikit meningkat dibandingkan Maret 2025 yang berada di angka 2,51 persen.

Di sektor UMKM, penyaluran kredit mencapai Rp30,87 triliun atau sekitar 40,89 persen dari total kredit perbankan di Sumbar. Namun secara tahunan, kredit UMKM masih mengalami kontraksi sebesar 2,08 persen.

Selain perbankan konvensional, perbankan syariah di Sumbar juga mencatat pertumbuhan positif. Hingga Maret 2026, total pembiayaan perbankan syariah mencapai Rp12,71 triliun atau tumbuh 14,68 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Adapun total aset perbankan syariah tercatat sebesar Rp14,84 triliun atau tumbuh 13,30 persen, sedangkan penghimpunan dana pihak ketiga mencapai Rp11,27 triliun atau tumbuh 3,04 persen.

“Risiko pembiayaan syariah juga masih terjaga dengan rasio non-performing financing (NPF) sebesar 1,75 persen,” ujar Roni.

OJK menilai pertumbuhan sektor jasa keuangan di Sumbar sejalan dengan pertumbuhan ekonomi daerah. Pada triwulan I 2026, perekonomian Sumbar tercatat tumbuh 5,02 persen secara tahunan. (HER)

Tag:

Baca Juga

OJK: Sektor Jasa Keuangan Sumbar Tumbuh Positif pada Triwulan I 2026
OJK: Sektor Jasa Keuangan Sumbar Tumbuh Positif pada Triwulan I 2026
Reformasi Pasar Modal Diakui MSCI, OJK Optimistis Akses Investasi Global Meningkat
Reformasi Pasar Modal Diakui MSCI, OJK Optimistis Akses Investasi Global Meningkat
Perbankan Syariah Sumbar Tumbuh 2 Digit, Aset Capai Rp14,36 Triliun pada 2025
Perbankan Syariah Sumbar Tumbuh 2 Digit, Aset Capai Rp14,36 Triliun pada 2025
Kinerja Perbankan Sumbar 2025: Aset Tembus Rp85,37 Triliun
Kinerja Perbankan Sumbar 2025: Aset Tembus Rp85,37 Triliun
OJK Catat Restrukturisasi Kredit Terdampak Bencana di Sumbar Capai Rp 38,9 Miliar
OJK Catat Restrukturisasi Kredit Terdampak Bencana di Sumbar Capai Rp 38,9 Miliar
OJK Cabut Izin Usaha BPR Suliki Gunung Mas
OJK Cabut Izin Usaha BPR Suliki Gunung Mas