Salurkan 14,37 Ton Benih Tahun Ini, Pemko Luncurkan Program Padang Mandiri Benih Padi

Langgam.id– Pemerintah Kota (Pemko) Padang meluncurkan Program Padang Mandiri Benih Padi sebagai langkah memperkuat ketahanan pangan sekaligus mewujudkan kemandirian benih melalui pemberdayaan penangkar lokal. Bersamaan dengan peluncuran program tersebut, Pemko Padang juga menyalurkan 14,37 ton benih padi bersertifikat kepada kelompok tani pada 2026.

Program yang merupakan bagian dari Program Unggulan (Progul) Padang Melayani itu diluncurkan Wali Kota Padang, Fadly Amran, di areal persawahan Kelompok Tani Desa Baru, Kelurahan Air Pacah, Kecamatan Koto Tangah, Jumat (3/7/2026).

Peluncuran program turut dihadiri Tokoh Pertanian Sumatera Barat Prof. James Hellyward, perwakilan Balai Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP), perwakilan Dinas Perkebunan Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sumatera Barat, perwakilan UPTD Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih (BPSB) Provinsi Sumatera Barat, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Padang Didi Aryadi, Kepala Dinas Pertanian Kota Padang Yoice Yuliani, camat, kepala OPD terkait, serta kelompok tani penerima bantuan.

Dalam kesempatan itu, Fadly Amran menyampaikan bahwa sektor pertanian merupakan salah satu penopang utama ketahanan pangan Kota Padang. Dengan luas baku sawah mencapai 4.358 hektare, ketersediaan benih unggul menjadi faktor penting dalam meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani.

Ia mengungkapkan, pada tahun 2026 Pemko Padang melalui Dinas Pertanian menyalurkan sebanyak 14,37 ton benih padi bersertifikat kepada 29 kelompok tani di enam kecamatan, yakni Koto Tangah, Kuranji, Lubuk Begalung, Lubuk Kilangan, Pauh, dan Bungus Teluk Kabung.

Bantuan tersebut ditargetkan mampu memenuhi kebutuhan benih untuk 575 hektare lahan sawah di Kota Padang sekaligus mendukung program strategis nasional dalam mewujudkan swasembada pangan dan ketahanan pangan.

“Melalui program Padang Mandiri Benih Padi, kita ingin mengurangi ketergantungan terhadap benih dari luar daerah sekaligus memperkuat kapasitas penangkar benih lokal. Manfaat ekonominya tidak hanya dirasakan petani pengguna benih, tetapi juga kelompok penangkar yang memproduksinya,” kata Fadly.

Menurutnya, Pemko Padang juga telah menyiapkan mekanisme off take yang didukung APBD Kota Padang Tahun 2026 untuk menyerap hasil produksi penangkar benih secara berkelanjutan.

“Melalui mekanisme off take yang didukung APBD Kota Padang tahun 2026, hasil produksi penangkar benih akan terserap secara berkelanjutan. Dengan demikian, tercipta siklus yang saling menguntungkan, di mana penangkar memperoleh kepastian pemasaran, sementara kelompok tani mendapatkan benih unggul yang sesuai dengan kondisi lahan sawah di Kota Padang,” ujarnya.

Fadly juga menegaskan bahwa peningkatan produktivitas pertanian tidak hanya bergantung pada penyediaan benih, tetapi juga penerapan teknologi, peningkatan mutu, serta kolaborasi seluruh pemangku kepentingan. Di sisi lain, ia mengingatkan pentingnya menjaga lahan pertanian agar tidak terus beralih fungsi.

“Yang harus kita dorong bukan hanya penyediaan benih, tetapi juga teknologi pertanian, peningkatan mutu, dan kolaborasi semua pihak. Dengan lahan yang terbatas, kita ingin hasil pertanian terus meningkat sehingga semakin menyejahterakan petani,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kota Padang, Yoice Yuliani, menjelaskan Program Padang Mandiri Benih Padi merupakan implementasi RPJMD Kota Padang 2025-2030. Program tersebut lahir sebagai respons terhadap berkurangnya luas baku sawah di Kota Padang dari 5.216 hektare pada 2019 menjadi 4.358 hektare pada 2024, serta masih tingginya penggunaan benih yang belum bersertifikat.

Melalui program tersebut, Pemko Padang menargetkan seluruh kebutuhan benih padi bersertifikat di Kota Padang dapat dipenuhi oleh penangkar lokal. Program akan dilaksanakan secara bertahap hingga 2030 dengan target pada 2029 seluruh lahan sawah di Kota Padang telah menggunakan benih padi bersertifikat hasil produksi penangkar lokal.

“Kita berkomitmen untuk terus meningkatkan kapasitas produksi penangkar, memperluas kelompok tani penerima manfaat, serta memperkuat dukungan anggaran agar kemandirian benih padi di Kota Padang dapat terwujud secara berkelanjutan,” ujar Yoice. (HER)

Baca Juga

Ilustrasi bayar pajak kendaraan. (FOTO: IST)
Pemko Padang Targetkan Himpun PAD Rp1,04 Triliun Tahun Ini
APBD Perubahan Kota Padang 2026, Belanja Daerah Naik Rp509,21 Miliar
APBD Perubahan Kota Padang 2026, Belanja Daerah Naik Rp509,21 Miliar
Pemko Padang Perkuat Perlindungan HAKI untuk UMKM
Pemko Padang Perkuat Perlindungan HAKI untuk UMKM
Wako Padang Sampaikan Nota Keuangan APBD Perubahan 2026, Pendapatan Daerah Naik Jadi Rp3,06 Triliun
Wako Padang Sampaikan Nota Keuangan APBD Perubahan 2026, Pendapatan Daerah Naik Jadi Rp3,06 Triliun
Pemko Padang Perkuat Sinergi dengan Pemerintah Pusat Jaga Kerukunan Umat Beragama
Pemko Padang Perkuat Sinergi dengan Pemerintah Pusat Jaga Kerukunan Umat Beragama
Wako Padang Lepas 14 Atlet KIIS Berlaga di Kejuaraan Nasional Pariaman Open 2026
Wako Padang Lepas 14 Atlet KIIS Berlaga di Kejuaraan Nasional Pariaman Open 2026