Rektor UNAND Bakal jadi Pembicara di Forum HEPCON 2025

Rektor Universitas Andalas (UNAND) Efa Yonnedi memastikan bahwa tidak ada kenaikan biaya Uang Kuliah Tunggal (UKT) pada tahun ajaran baru

Rektor Universitas Andalas (UNAND) Efa Yonnedi. [foto: IG UNAND]

Langgam.id – Rektor Universitas Andalas (UNAND), Dr. Efa Yonnedi, SE, MPPM, Ph.D., Akt., akan menjadi salah satu pembicara utama dalam Higher Education Partnerships Conference (HEPCON) 2025. Konferensi tingkat dunia ini akan diselenggarakan pada 26–27 September 2025 di Balai Kartini Convention Center, Jakarta.

Sekretaris Universitas Andalas Dr. Aidinil Zetra mengatakan kehadiran Rektor UNAND dalam forum ini merupakan sebuah kehormatan dan penegasan atas pengakuan global terhadap komitmen institusi tersebut dalam mendorong internasionalisasi pendidikan.

“Pak Rektor akan jadi salah satu pembicara dan berbagi panggung dengan lebih dari 30 pembicara internasional lainnya yang terdiri atas rektor universitas ternama, direktur internasional, hingga para inovator pendidikan,” jelasnya dalam keterangan resmi, Jumat (12/9/2025).

Dalam forum tersebut, Rektor UNAND akan membawakan pandangan strategis mengenai peran perguruan tinggi di Indonesia dalam memperkuat daya saing global. Fokus utamanya adalah pada inovasi tata kelola universitas, penguatan kolaborasi internasional, serta pembangunan berkelanjutan yang berbasis pengetahuan.

HEPCON 2025 sendiri dikenal sebagai platform utama di Asia Tenggara untuk mendorong kerja sama global di sektor pendidikan tinggi. Acara ini akan dihadiri oleh lebih dari 1.000 pemimpin institusi pendidikan tinggi yang berasal dari lebih dari 20 negara.

Mengusung tema “Partnership Models for Global Engagement”, konferensi ini akan diisi dengan berbagai agenda, mulai dari sesi keynote, diskusi panel, hingga pertemuan bilateral dan kesempatan penandatanganan nota kesepahaman antaruniversitas.

Penyelenggaraan konferensi ini mendapat dukungan kuat dari berbagai lembaga pemerintah dan pendidikan, di antaranya Kementerian Pendidikan Tinggi, Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Republik Indonesia, Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI), serta Education Malaysia.

Sejumlah kedutaan besar negara sahabat dan organisasi pendidikan internasional seperti Coursera for Campus, Turnitin, dan Singapore University of Social Sciences (SUSS) juga turut memberikan dukungannya.

“Partisipasi UNAND dalam forum internasional ini merupakan bentuk nyata dari komitmen kami untuk terus memperluas jejaring akademik global, sekaligus membawa nama baik pendidikan tinggi Indonesia di kancah dunia,” ujar Efa Yonnedi.

Keterlibatan aktif ini diharapkan dapat memperkuat posisi Universitas Andalas sebagai salah satu perguruan tinggi unggulan di Indonesia yang secara konsisten berkontribusi dalam membangun ekosistem pendidikan tinggi yang inovatif, inklusif, dan berdaya saing global.

Tag:

Baca Juga

Kuliah Umum di UNAND, Wamen LH Dorong Pemilahan Sampah dari Hulu
Kuliah Umum di UNAND, Wamen LH Dorong Pemilahan Sampah dari Hulu
Riset UNAND: Strategi Petani Sumbar dan Sulsel Hadapi Perubahan Iklim Berbeda
Riset UNAND: Strategi Petani Sumbar dan Sulsel Hadapi Perubahan Iklim Berbeda
Segmen Hilir Batang Kuranji
Sedimentasi di Segmen Hilir Batang Kuranji: Kecerdasan Alam dan Urgensi Penataan Muara
Upacara HUT RI di UNAND, Rektor: Kampus Harus Jadi Tulang Punggung Kebangkitan Indonesia
Upacara HUT RI di UNAND, Rektor: Kampus Harus Jadi Tulang Punggung Kebangkitan Indonesia
UNAND Mulai Komersilkan Penggunaan Auditorium, Anak Rektor Jadi Penyewa Pertama
UNAND Mulai Komersilkan Penggunaan Auditorium, Anak Rektor Jadi Penyewa Pertama
AGC Salurkan Beasiswa Rp150 Juta untuk 75 Mahasiswa UNAND
AGC Salurkan Beasiswa Rp150 Juta untuk 75 Mahasiswa UNAND