Rektor UNAND Pastikan Tak Ada Penutupan Prodi Sepi Peminat

Langgam.id — Rektor Efa Yonnedi memastikan Universitas Andalas tidak memiliki rencana menutup program studi (prodi) yang saat ini mengalami penurunan peminat.

Pernyataan itu disampaikan menyusul ramainya pembahasan mengenai kemungkinan penutupan sejumlah prodi di perguruan tinggi akibat minimnya jumlah pendaftar dalam beberapa tahun terakhir.

Menurut Efa, langkah yang ditempuh UNAND bukan menutup prodi, melainkan melakukan penyesuaian agar tetap relevan dengan kebutuhan masyarakat dan dunia kerja saat ini.

“Tidak ada rencana untuk menutup program studi yang sepi peminat,” kata Efa, Sabtu (9/5/2026).

Ia mengungkapkan, beberapa prodi yang saat ini relatif mengalami penurunan peminat antara lain berasal dari bidang peternakan dan pertanian. Namun, kondisi tersebut dinilai tidak mencerminkan sempitnya peluang kerja lulusan dari bidang tersebut.

Justru sebaliknya, kata dia, sektor pertanian dan peternakan memiliki prospek besar seiring fokus pemerintah dalam mendorong swasembada pangan nasional.

“Lapangan kerja untuk prodi ini sangat luas. Apalagi pemerintah tengah serius mengejar swasembada pangan. Tentu program studi yang terkait pertanian dan peternakan sebetulnya diuntungkan,” ujarnya.

Efa mengatakan, UNAND saat ini tengah menyiapkan sejumlah langkah pembenahan untuk meningkatkan daya tarik prodi-prodi tersebut. Salah satunya melalui rebranding program studi agar lebih sesuai dengan perkembangan zaman dan kebutuhan generasi muda.

Selain itu, evaluasi kurikulum juga dilakukan dengan menyesuaikan materi pembelajaran terhadap kebutuhan industri dan tantangan kekinian.

“Kami melakukan penyesuaian dengan kondisi saat ini. Mulai dengan rebranding program studi dan evaluasi kurikulum agar lebih relevan dengan kebutuhan kekinian,” kata dia.

Tidak hanya itu, kampus tertua di Pulau Sumatera itu juga berupaya memperkuat muatan kewirausahaan dalam proses pembelajaran agar lulusan memiliki kemampuan membangun usaha secara mandiri.

Menurut Efa, pendekatan tersebut penting untuk menjawab perubahan dunia kerja yang semakin dinamis sekaligus membuka peluang baru bagi lulusan perguruan tinggi.

Ia menegaskan, perguruan tinggi tidak bisa hanya bergantung pada pola pendidikan lama, tetapi juga harus mampu beradaptasi dengan perubahan kebutuhan masyarakat tanpa harus menghilangkan program studi yang ada.

Tag:

Baca Juga

UNAND Terima Akreditasi LPH Pratama, Perkuat Layanan Sertifikasi Halal bagi UMKM
UNAND Terima Akreditasi LPH Pratama, Perkuat Layanan Sertifikasi Halal bagi UMKM
UNAND Terbitkan Buku Panduan Praktikum Biologi, Solusi Pembelajaran Sains di Sekolah Minim Laboratorium
UNAND Terbitkan Buku Panduan Praktikum Biologi, Solusi Pembelajaran Sains di Sekolah Minim Laboratorium
Hutan Nagari Dinilai Jadi Kunci Hadapi Perubahan Iklim, Dosen UNAND Dorong Perdagangan Karbon
Hutan Nagari Dinilai Jadi Kunci Hadapi Perubahan Iklim, Dosen UNAND Dorong Perdagangan Karbon
Jadi Pembicara di Forum China-ASEAN Youth Community, Rektor UNAND Bahas Pemanfaatan AI yang Bertanggung Jawab
Jadi Pembicara di Forum China-ASEAN Youth Community, Rektor UNAND Bahas Pemanfaatan AI yang Bertanggung Jawab
UNAND Perluas Kerja Sama Pendidikan dan Industri Indonesia–Tiongkok di CAECW 2026
UNAND Perluas Kerja Sama Pendidikan dan Industri Indonesia–Tiongkok di CAECW 2026
Riset Dosen UNAND Temukan Gambir dan Buah Mangrove Berpotensi Jadi Pakan Ternak Ramah Lingkungan
Riset Dosen UNAND Temukan Gambir dan Buah Mangrove Berpotensi Jadi Pakan Ternak Ramah Lingkungan