Pulang Kampung, Perantau Sumbar Bakal Dipaksa Masuk Karantina

Satgas Penanganan Virus Corona Sumbar

Gubernur Sumbar Irwan Prayitno. (Foto: Rahmadi)

Langgam.id – Imbauan menunda pulang kampung ternyata tidak diindahkan perantau Ranah Minang. Buktinya, sejak 30 Maret hingga Senin (12/4/2020) sudah tercatat sebanyak 62.534 orang masuk ke Sumatera Barat melalui jalur darat maupun udara.

Mengantisipasi penyebaran virus corona (covid-19), Gubernur Sumbar Irwan Prayitno telah mengirimkan surat nomor 360/025/Covid19-SBR/IV-2020, kepada semua bupati dan wali kota untuk tegas memantau setiap perantau yang datang ke daerahnya masing-masing. Terutama bagi mereka yang berasal dari daerah terjangkit covid-19.

“Diharapkan bupati dan wali kota tegas melakukan karantina pendatang, baik mandiri ataupun karantina yang telah disiapkan oleh pemerintah,” katanya di Kantor Gubernur, Senin (13/4/2020).

Petugas kesehatan diminta memeriksa setiap masyarakat yang diisolasi untuk memastikan status kesehatannya. Jika ditemukan positif maka segera ditindaklanjuti sesuai protokol kesehatan.

Jika ada pendatang yang tidak mau melakukan isolasi, maka dapat berkoordinasi dengan polisi sesuai maklumat Kapolri tentang penanganan wabah oleh pemerintah.

“Mereka bakal dipaksa melakukan isolasi. Pemprov juga telah menyediakan 465 kamar untuk karantina pendatang. Termasuk fasilitas isolasi juga disediakan oleh kabupaten dan kota,” katanya.

Namun, fasilitan tersebut belum dimanfaatkan secara maksimal hingga saat ini. Padahal, perantau yang datang sudah sangat banyak. Boleh saja melakukan karantina mandiri jika sanggup, kalau tidak silahkan datang ke tempat yang disediakan pemerintah.

“Harus dipaksa masyarakat melakukan karantina, perantau khususnya, kalau tidak dipaksa nanti dia menyebar, tidak bakal habis penyakit ini,” katanya.

Ia mengatakan hampir seluruh orang yang positif corona berasal dari luar daerah. Sebab di Sumbar tidak memiliki sumber covid-19. Bisa saja perantau sehat, namun dia carier atau pembawa virus. Hal itu tentu sangat berbahaya bagi masyarakat banyak. (Rahmadi/ICA)

Baca Juga

Polisi Hanya Aksi Bakar-bakar di Lokasi Tambang Emas Ilegal, Walhi Sumbar: Gimmick Belaka
Polisi Hanya Aksi Bakar-bakar di Lokasi Tambang Emas Ilegal, Walhi Sumbar: Gimmick Belaka
Emas, Peti dan Nasib Sumbar ke Depan
Emas, Peti dan Nasib Sumbar ke Depan
Prakiraan Cuaca | cuaca limapuluh kota
Prakiraan Cuaca Sumbar: Hujan Sedang-Le­bat Berpotensi di Solok Selatan dan Dharmasraya
Gerebek Tambang Emas Ilegal di Sijunjung hingga Solok: Polisi Hanya Bakar-bakar, Tak Ada Pelaku Diamankan 
Gerebek Tambang Emas Ilegal di Sijunjung hingga Solok: Polisi Hanya Bakar-bakar, Tak Ada Pelaku Diamankan 
Langgam.id-Paskibraka
Polemik Seleksi Paskibraka 2026, DPRD Sumbar Tunggu Surat Pengaduan 
Sapi Kurban Prabowo di Sumbar 2026, Kalahkan Rekor Jokowi 2 Periode
Sapi Kurban Prabowo di Sumbar 2026, Kalahkan Rekor Jokowi 2 Periode