Program Satu Keluarga Satu Sarjana, Wako Pariaman Terima Rp100 Juta dari Bank Nagari

satu keluarga satu sarjana

Walikota Pariaman Genius Umar menerima CSR untuk pendidikan dari Bank Nagari. (Foto: dok humas)

Langgam.id – Walikota Pariaman Genius Umar menerima Rp100 juta dari Bank Nagari dalam bentuk bantuan pendidikan guna menyukseskan program satu keluarga satu sarjana yang digagasnya di daerah itu.

Bantuan pendidikan dari program corporate social responsibility (CSR) Bank Nagari itu diserahkan langsung oleh Direktur Utama Bank Nagari Muhammad Irsyad kepada Genius Umar.

“Satu lagi bentuk kepedulian Bank Nagari kepada Pemerintah Kota Pariaman dalam mendukung Program Satu Keluarga Satu Sarjana (Saga Saja) yang merupakan program unggulan pemerintah,” katanya, Rabu (16/9/2020).

Genius menyebutkan sampai saat ini sudah 150 orang anak yang telah dikirim dan menempuh pendidikan di beberapa Perguruan Tinggi di Indonesia.

“Sebenarnya kita setiap tahun itu kuotanya sekitar 200 orang siswa yang dikirim ke Perguruan Tinggi seluruh Indonesia, namun saat tes ada beberapa siswa yang tidak lulus tes,” ujarnya.

Ia mengungkapkan bantuan dana CSR untuk pendidikan sebesar Rp100 juta dari Bank Nagari itu jika dikalkulasikan dengan SPP anak-anak sebesar Rp3,5 juta per orang, berarti sudah sekitar 30 orang anak Pariaman penerima Program SAGA SAJA yang terbantu.

Genius berharap dengan bantuan ini dapat meningkatkan kualitas pendidikan di Kota Pariaman serta dapat mengurangi beban keluarga yang kurang mampu.

“Banyak anak-anak generasi Kota Pariaman yang pintar-pintar namun karena keterbatasan ekonomi mereka tidak bisa menggapai cita-cita mereka. Semoga bantuan ini dapat mewujudkan cita-cita anak-anak Kota Pariaman sehingga dapat menikmati sekolah di Perguruan Tinggi yang mereka dambakan,” katanya.

Adapun, beberapa perguruan tinggi yang telah menjalin kerjasama dengan Pemerintah Kota Pariaman yaitu, Politeknik Negeri Padang, Batam Tourism Polytechnic, Institut Teknologi Bandung, Politeknik ATI Padang, Politeknik Pelayaran Sumbar, Universitas Negeri Padang, Universitas Dharma Andalas, Institut Agama Islam Sumatera Barat Pariaman, Politeknik Kelautan dan Perikanan Pariaman, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Sumatera Barat, dan Universitas Indonesia. (inf/HFS)

Baca Juga

Madrasah Aliyah Al Furqan. (Foto: Buliza Rahmat/Langgam,id)
6 Fakta Siswa MA Al Furqan Padang Nunggak Seragam Rp300 Ribu hingga Dikeluarkan dari Sekolah
Kepala Madrasah Aliyah Swasta (MAS) Al Furqan, Desmaelfa Sinar. (Foto: Buliza Rahmat/Langgam.id)
Kemenag Sanksi Kepsek MA Al-Furqan, Buntut Biaya Seragam 2 Siswa hingga Pindah Sekolah 
Madrasah Aliyah Al Furqan. (Foto: Buliza Rahmat/Langgam,id)
Kepsek MA Al Furqan Soal Emosi Tagih Biaya Seragam Siswa: Saya Didesak Pembuat Baju
Kepala Madrasah Aliyah Swasta (MAS) Al Furqan, Desmaelfa Sinar. (Foto: Buliza Rahmat/Langgam.id)
Pengakuan Kepsek MAS Al Furqan Padang Usai Heboh Keluarkan Siswa: Cuma Bercanda, Emosi Sesaat!
Panti Asuhan Nur Ilahi tempat dua siswa AM dan DP tinggal. (Buliza Rahmat/Langgam.id)
Polemik Tunggakan Seragam Rp300 Ribu 2 Siswa di Padang: Putuskan Pindah Sekolah, Kini Dibantu Donatur 
Opini “Bersyukur Masih Nomor Dua” oleh Gamawan Fauzi (Gubernur Sumatera Barat Periode 2005-2009), mengangkat isu tentang capaian pendidikan
Membunuh Ilmu atas Nama Lapangan Kerja: Negara Gagal, Prodi yang Ditutup?