PPKM Level 4 di Luar Jawa-Bali Diperpanjang hingga 23 Agustus

ppkm padang panjang, ppkm level 3, PPKM luar jawa-bali, ppkm sumbar, level ppkm sumbar

Ilustrasi PPKM Darurat [canva]

Langgam.id – Pemerintah resmi memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegaitan Masyarakat (PPKM) Level 4 di luar Jawa-Bali hingga 23 Agustus 2021.

Hal ini disampaikan Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN) Airlangga Hartarto dalam konferensi pers, Senin (9/8/2021) malam.

Kota Padang kembali menjadi satu-satunya daerah di Sumtra Barat (Sumbar) yang masuk daftar perpanjangan PPKM level 4 tersebut.

Baca juga: Hari Terakhir PPKM Level 4, Begini Kondisi Penyebaran Covid-19 di Padang

“Terjadi tren penuruna, walaupun masih dinamis. Meski begitu ada 45 kabupaten/kota yang akan diperpanjang karena memiliki resiko tinggi di luar Jawa-Bali,” kata Airlangga.

Selain itu, kata Airlangga, sebanyak 215 kabupetan/kota di luar Jawa-Bali juga memperpanjang PPKM level 3. Empat provinsi di luar Jawa-Bali juga tercatat memiliki kasus aktif terbesar per 9 Agustus 2021.

Di antaranya, Sumatra Utara 25.065 kasus, Kalimantan Timur 20.116 kasus, Sumatra Barat 14.428 kasus, dan Riau 13.448 kasus.

Baca Juga

Mitigasi Banjir, BPBD Padang Bersihkan Material Bebatuan di Lapau Munggu
Mitigasi Banjir, BPBD Padang Bersihkan Material Bebatuan di Lapau Munggu
Kondisi bentaran sungai di Lapau Manggu, Gunung Sariak, Padang Kamis (20/8/2026).
Arus Sungai Cepat Naik Saat Hujan, Warga Lapau Munggu Dibayangi Banjir Susulan
Warga menjemur padi yang dipanen dari sawah terdampak banjir Kota Padang
Cerita Petani Lapau Manggu, Panen Padi dari Sawah yang Terendam Banjir
Lokasi pembangunan hunian tetap untuk warga terdampak banjir Kota Padang.
Asa Penyitas Banjir Padang Menunggu Hunian yang Tak Kunjung Rampung
Udara Kabur di Padang, Begini Penjelasan BMKG
Udara Kabur di Padang, Begini Penjelasan BMKG
Kondisi tenda pengungsi warga terdampak banjir di Lapau Munggu, Kecamatan Kuranji, Kota Padang pada Minggu (9/8/2026)
Cerita Korban Banjir Padang yang Masih Memilih Tinggal di Tenda Pengungsian