Polresta Padang: Pendaftaran Pilgub Sumbar Kurang Patuhi Protokol Kesehatan

Imran Amir

Kapolresta Padang, AKBP Imran Amir. (Fath Putra Mulia/langgam.id)

Langgam.id – Polresta Padang menyebut masih banyak pelanggaran protokol kesehatan Covid-19 saat pendaftaran Pilgub Sumbar yang diselenggarakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada 4 September-6 September 2020. Pelanggaran itu dilakukan masing-masing tim relawan bakal calon.

‘’Ada 4 pasangan yang mendaftar, rata-rata kurang melaksanakan protokol kesehatan. Tugas kami kemarin itu mengimbau terus kepada masing-masing korlap dari empat calon ini agar mengikuti protokol kesehatan,’’ kata Kapolresta Padang AKBP Imran Amir kepada Langgam.id, Senin (7/9/2020).

Salah satu kelalaian yang dilakukan, kata dia, adanya bakal calon yang membawa massa dengan arak-arakan. Sehingga pihaknya terpaksa harus mengurai massa dari tim bakal calon gubernur dan wakil gubernur tersebut dengan cara membatasi jumlah mobil yang masuk ke KPU.

“Kami akhirnya mengambil langkah membatasi massa, sehingga mengurangi jumlah massa yang datang ke KPU, yaitu maksimal 5-6 mobil,’’ katanya.

Baca juga: Usai Daftar ke KPU, 2 Bakal Calon Bupati di Sumbar Positif Covid-19

Tidak hanya itu, Imran memaparkan kelalaian yang banyak terjadi saat pelaksanaan adalah berkerumun dan tidak memakai masker. Imran mengakui pihaknya telah melakukan rapat kordinasi dengan KPU dan Bawaslu pasca pendaftaran. Sehingga ke depannya, pelanggaran protokol kesehatan tidak terjadi kembali.

“Paling banyak bentuk pelanggaran adalah berkerumun, terus juga tidak pakai masker. Perlu imbauan dan sosialisasi dari KPU karena ini tugas KPU sebagai penyelenggara pemilu,’’ katanya.

Dia berharap agar Pemerintah Kota Padang segera mengeluarkan Perda New Normal. Dengan begitu, Polres Kota Padang sebagai aparatur pemerintah siap mendukung dan mangawasi terlaksananya kebijakan tersebut.

Seperti diketahui, empat bakal calon pasangan gubernur dan wakil gubernur di pemilihan gubernur Sumbar akan bertarung. Mereka terdiri dari Mahyeldi Ansharullah-Audy Joinaldi yang diusung PKS dan PPP.

Kemudian, Nasrul Abit-Indra Catri yang diusung Partai Gerindra. Berikutnya, Fakhrizal-Genius Umar diusung Golkar, PKB, Nasdem dan didukung dua partai politik lainnya, yaitu PBB dan Berkarya. Terakhir adalah Mulyadi-Ali Mukhni diusung Demokrat dan PAN. (Irwanda/Yesi/ABW).

Baca Juga

Polisi Ringkus 2 Pelaku Curanmor di Padang, Plat Motor Dibuang ke Septic Tank untuk Hilangkan Jejak
Polisi Ringkus 2 Pelaku Curanmor di Padang, Plat Motor Dibuang ke Septic Tank untuk Hilangkan Jejak
Pelaku Jambret Perempuan Lansia di Padang Diringkus Saat Ingin Kabur ke Pekanbaru 
Pelaku Jambret Perempuan Lansia di Padang Diringkus Saat Ingin Kabur ke Pekanbaru 
Polisi Amankan 18 Motor Knalpot Brong dalam Patroli Semalam Suntuk di Padang
Polisi Amankan 18 Motor Knalpot Brong dalam Patroli Semalam Suntuk di Padang
Suami yang diduga paksa istri melayani pria diringkus Polresta Padang. (Dok. Humas Polresta Padang)
Parah! Suami di Padang Diduga Paksa Istri Layani Nafsu Pria Lain Berkali-kali, Kini Diciduk Polisi
Sertijab Pejabat Polresta Padang, dari Kasat Samapta hingga Kapolsek Lubuk Kilangan
Sertijab Pejabat Polresta Padang, dari Kasat Samapta hingga Kapolsek Lubuk Kilangan
Jelang Hoegeng Awards 2026, Katim Klewang David Wewe Minta Doa Warga Sumbar
Jelang Hoegeng Awards 2026, Katim Klewang David Wewe Minta Doa Warga Sumbar