Polisi Selidiki Dugaan Pembunuhan Tukang Servis Handphone di Padang

Perkelahian Maut Sopir Truk

Ilustrasi Reka pembunuhan (Langgam.id/Affan)

Langgam.id – Kasus dugaan pembunuhan yang terjadi di Korong Gadang, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, Sumatra Barat (Sumbar) diselidiki pihak kepolisian. Dugaan pembunuhan ini menewaskan seorang pria yang berprofesi sebagai tukang servis handphone bernama Gaga Febriolin (26).

Korban sebelumnya ditemukan meninggal dunia dalam kondisi bersimbah darah di rumah kontrakannya pada Jumat (3/4/2021).

“Peristiwa ini masih dalam penyelidikan kami karena diduga kuat merupakan perbuatan tindak pidana,” kata Kapolsek Kuranji, AKP Sutrisman kepada wartawan, Minggu (4/4/2021).

Indikasi tindak pidana itu, kata dia, diketahui dari bekas luka senjata tajam yang terdapat di bagian leher serta dada korban. Olah tempat kejadian juga telah dilakukan.

“Kami juga meminta keterangan dari istri serta keluarga korban,” ujarnya.

Sebelumnya, penemuan jenazah korban sempat menggegerkan warga setempat. Korban sehari-hari membuka kedai perbaikan elektronik dan gawai di rumah kontrakannya.

Usai ditemukan tewas, jenazah korban dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Padang. Selanjutnya, pihak kepolisian melakukan autopsi terhadap jenazah korban. (Irwanda/ABW)

Baca Juga

Kondisi tenda pengungsi warga terdampak banjir di Lapau Munggu, Kecamatan Kuranji, Kota Padang pada Minggu (9/8/2026)
Cerita Korban Banjir Padang yang Masih Memilih Tinggal di Tenda Pengungsian
Walikota Padang, Fadly Amran.
Pemko Padang Siapkan Opsi Relokasi bagi Warga Kuranji yang Tinggal di Area Rawan Banjir
Ratusan Rumah Rusak Terdampak Banjir  Padang Dapat Bantuan Rp2 Juta 
Ratusan Rumah Rusak Terdampak Banjir  Padang Dapat Bantuan Rp2 Juta 
Banjir di Kecamatan Kuranji, Kota Padang. (Dok. Istimewa)
Banjir di Padang Terus Berulang, DPRD Dorong Solusi dari Hulu hingga Muara
Kemunafikan Kaum Maskulin
Kemunafikan Kaum Maskulin
Banjir merendam sejumlah wilayah di Kota Padang, Senin (3/8/2026)
Banjir Kota Padang, Wagub Vako: 1.488 KK Terdampak, 1.377 Warga Sempat Mengungsi