Polisi Pastikan Pelat Nomor Polri di Mobil Anggota DPR RI Mulyadi Sudah Mati

Imbauan Tak Gelar Pesta Pernikahan di tengah Pandemi Corona

Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Stefanus Satake Bayu Setianto. (Foto: Irwanda)

Langgam.id – Kepolisian Daerah Sumatra Barat (Polda Sumbar) memastikan pelat nomor khusus Polri di mobil pribadi Mulyadi dikeluarkan oleh Mabes Polri. Namun pelat nomor tersebut sudah tidak berlaku  alias sudah mati.

Hal ini seiring dengan Surat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor Dinas (STNKBD) dan Tanda Nomor Kendaraan Bermotor Dinas (TNKBD) tidak berlaku lagi sejak Peraturan Kapolri (Perkap) Nomor 19 Tahun 2019 disahkan beberapa tahun lalu.

Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Stefanus Satake Bayu, mengatakan pelat nomor khusus Polri yang dimiliki Mulyadi telah mati sejak tanggal 3 April 2019. Ia tak menampik bahwa dulunya pelat nomor khusus Polri ini resmi dimiliki pejabat.

“Diperkirakan dulu resmi yang dimiliki anggota DPR. Nah makanya kalau ada yang mengunakan itu (lagi), kalau ada di jalan bisa ditilang,” ujar Satake Bayu, Senin (20/1/2020).

Terkait yang dimiliki Mulyadi itu, kata Satake Bayu, saat mendapat informasi tersebut telah didatangi petugas, namun telanjur telah diganti duluan. Sehingga, pihak kepolisian tidak melakukan penilangan.

“Kemarin itu waktu anggota ke sana sudah diganti lebih dulu. Kalau dia ke jalan lagi masih mengunakan pelat khusu Polri bisa ditilang,” tegasnya.

Satake Bayu mengakui pelat nomor khusus Polri yang dimiliki anggota DPR telah banyak mati. Hal ini karena tidak diperpanjang dan tida berlakunya Perkap Nomor 19 Tahun 2019.

“Anggota DPR memang banyak mati pelat nomor khusus Polri, karena tidak diperpanjang. Seharusnya kesadaran masing-masing anggota dewan aja, biasanya kalau gitu engga usah dipakai dan biasanya dimusnahkan aja,” katanya.

Baca juga : Polda Sumbar Selidiki Pelat Nomor Polri di Mobil Pribadi Anggota DPR RI Mulyadi

Ia berharap kasus seperti yang terjadi terhadap Mulyadi tak terulang kembali. Satake Bayu mengungkapkan, pihaknya juga tidak akan melakukan pemanggilan terhadap anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dari Fraksi Partai Demokrat tersebut.

“Ya kalau nanya apa tujuannya memakai itu, tanya langsung ke yang bersangkutan,” tuturnya.

Sebelumnya, beredar foto Mulyadi turun dari mobil Toyota Fortuner warna hitam memiliki pelat nomor khusus Polri. Usut punya usut, kendaraan itu merupakan mobil pribadi Mulyadi. Disinyalir, di dalam foto Mulyadi sedang berada di Kabupaten Limapuluh Kota. (Irwanda/ICA)

Baca Juga

Kapolda Sumbar Irjen Pol Gatot Tri Suryanta mengungkap sebanyak 39 anggotanya dipecat atau pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) selama 2025.
Ratusan Personel Polda Sumbar Langgar Kode Etik dan Profesi, 39 Dipecat Selama 2025
Puluhan personel Batalyon A Pelopor Satuan Brimob Polda Sumatra Barat dikerahkan untuk mempercepat proses pembangunan sekitar 100 huntara
Puluhan Personel Brimob Polda Sumbar Dikerahkan Bangun Huntara di Pauh dan Kuranji
Jenazah korban banjir bandang di Sumatra Barat (Sumbar) yang sudah dimakamkan akhirnya teridentifikasi melalui uji sampel DNA.
6 Korban Banjir di Sumbar Telah Dimakamkan Teridentifikasi Lewat DNA, 1 Makam Dibongkar Dibawa Keluarga
Polda Sumbar mendirikan 66 pos pengamanan pada Operasi Lilin Singgalang 2025 yang berlangsung selama 13 hari, terhitung mulai 19 Desember
Polda Sumbar Dirikan 66 Pos Pengamanan Selama Operasi Lilin Singgalang 2025
Kapolri Jenderal Polisi Drs Listyo Sigit Prabowo MSi menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada anggota Polri yang menjadi korban bencana Sumbar
170 Personel Polri Terdampak Bencana di Sumbar, Kapolri Salurkan Bantuan Kemanusiaan
Anggota DPD RI Cerint Iralloza Tasya diadukan ke Badan Kehormatan (BK) DPD RI oleh Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Sumbar
Cerint Diadukan ke BK DPD RI Buntut Rangkap Tugas: Senator dan Mahasiswa Koas