Polisi Deteksi Puluhan Jasa Prostitusi Gay di Padang

dukun gadungan

Ilustrasi polisi. [foto: langgam.id]

Langgam.id – Polresta Padang menduga ada puluhan pelaku yang menyediakan jasa prostitusi gay di Kota Padang. Para penyedia jasa prostitusi online itu bisa melayani lebih dari satu pelanggan dalam sehari.

“Terdeteksi, ada sampai puluhan. Karena dalam sehari bisa dua sampai tiga pelanggan (dilayani),” tutur Kasat Reskrim Polresta Padang, Kompol Rico Fernanda, Selasa (27/8/2021).

Jumlah itu terdeteksi setelah polisi mengungkap salah satu praktik prostitusi gay di Padang beberapa waktu. Dalam kasus tersebut AN (24) yang berperan sebagai muncikari ditetapkan sebagai tersangka. Sedangkan pasangan sejenisnya yang masih bawah umur berstatus korban.

Baca juga: Polisi Ungkap Prostitusi Gay di Padang, Ada Peket Langkap dan Transaksi Pakai Sandi

Keduanya diamankan setelah terlibat cekcok di kawasan Simpang Haru. Peristiwa itu terjadi dipicu rasa cemburu mucikari AN.

Polisi juga melakukan pengembangan terkait prostitusi online sesama jenis ini. Hasil penyelidikan sementara, ditemukan sejumlah nama yang disinyalir melakukan perbuatan serupa.

“Kasus ini sampai sekarang masih melengkapi berkas,” ungkap Rico. (Irwanda/ABW)

 

Baca Juga

Mitigasi Banjir, BPBD Padang Bersihkan Material Bebatuan di Lapau Munggu
Mitigasi Banjir, BPBD Padang Bersihkan Material Bebatuan di Lapau Munggu
Kondisi bentaran sungai di Lapau Manggu, Gunung Sariak, Padang Kamis (20/8/2026).
Arus Sungai Cepat Naik Saat Hujan, Warga Lapau Munggu Dibayangi Banjir Susulan
Warga menjemur padi yang dipanen dari sawah terdampak banjir Kota Padang
Cerita Petani Lapau Manggu, Panen Padi dari Sawah yang Terendam Banjir
Lokasi pembangunan hunian tetap untuk warga terdampak banjir Kota Padang.
Asa Penyitas Banjir Padang Menunggu Hunian yang Tak Kunjung Rampung
Udara Kabur di Padang, Begini Penjelasan BMKG
Udara Kabur di Padang, Begini Penjelasan BMKG
Kondisi tenda pengungsi warga terdampak banjir di Lapau Munggu, Kecamatan Kuranji, Kota Padang pada Minggu (9/8/2026)
Cerita Korban Banjir Padang yang Masih Memilih Tinggal di Tenda Pengungsian