Polisi Akan Tilang Pengendara yang Nekat Menerobos Jalur Lembah Anai

Kepolisian akan menilang pengendara yang menerobos jalur Lembah Anai yang saat ini dalam masa perbaikan usai jalan tersebut terban diterjang

Jalur Lembah Anai saat ini dalam masa perbaikan usai diterjang banjir bandang beberapa waktu lalu. [foto: Satlantas Polres Padang Panjang]

Langgam.id - Kepolisian akan menilang pengendara yang menerobos jalur Lembah Anai yang saat ini dalam masa perbaikan usai jalan tersebut terban diterjang banjir bandang beberapa waktu lalu.

Diketahui di sejumlah media sosial beredar video yang memperlihatkan sejumlah kendaraan yang mencoba melintasi jalur Lembah Anai yang sedang masa perbaikan.

“Kita akan menjerat masyarakat yang bandel karena melewati jalur Lembah Anai yang menghubungkan Padang-Bukittinggi dengan menilang mereka,” tegas Dirlantas Polda Sumbar, Kombes Pol Dwi Nur Setiawan dilansir dari tribratanews.sumbar.polri.go.id, Selasa (28/5/2024).

Ia mengungkapkan bahwa jalur tersebut masih dalam masa perbaikan pasca bencana banjir bandang yang terjadi beberapa hari lalu, sehingga pengendara dilarang melintasinya.

“Dasar menindaknya Undang-undang Lalu lintas, sebab jalur tersebut tidak boleh ditempuh (verboden) selama dalam masa perbaikan,” bebernya.

Ia mengimbau kepada seluruh masyarakat pengguna jalan Padang-Bukittinggi ataupun sebaliknya, tidak menggunakan jalur tersebut.

Dwi Nur Setiawan meminta masyarakat untuk menggunakan jalur yang dianjurkan seperti Malalak dan Sitinjau Lauik.

Apabila masyarakat pengguna kendaraan bermotor masih memaksa menempuh jalur tersebut, ungkapnya, maka akan mengganggu proses pengerjaan perbaikan jalan.

“Masyarakat yang tetap lalu lalang akan menghambat proses perbaikan jalan. Pengendara belum boleh melalu jalur tersebut karena sangat berisiko tinggi sebab kontur masih labil, meskipun jalannya sudah diperbaiki,” tuturnya.

Sebelumnya, Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Sumbar, Tabrani mengatakan, bahwa proses perbaikan ruas jalan di Lembah Anai sudah dilakukan pihaknya sejak Senin (13/5/2024. Ditargetkan akan selesai dan bisa dilewati kembali 21 Juli 2024 mendatang.

Ia mengatakan, bahwa kondisi terkini, jalan yang semula putus total, sekarang sudah dibuat baru. Hanya saja, saat ini masih berupa tanah atau belum beraspal, alat berat juga masih bekerja.

Ruas jalan itu masih membutuhkan pemadatan, pengaspalan, hingga pembuatan dinding pembatas, dan penahan jalan. Setelah itu tuntas, baru bisa dibuka untuk umum.

"Diperkirakan 21 Juli mendatang ini tuntas dan baru bisa dibuka untuk umum. Mudah-mudahan saja itu bisa lebih cepat," harapnya. (*/yki)

Baca Juga

BNPB menurunkan tim survei pemasangan EWS Gunung Marapi di Batang Lona pada masa transisi darurat ke pemulihan pasca banjir bandang
Bakal Pasang EWS, BNPB Turunkan Tim Survei ke Batang Lona Tanah Datar
IMBI Sumbar Bantu Korban Banjir Bandang di Tanah Datar dan Agam
IMBI Sumbar Bantu Korban Banjir Bandang di Tanah Datar dan Agam
Badan Pertanahan Nasional (BPN) mencatat terdapat lebih kurang 107 objek terbangun di sepanjang kawasan Lembah Anai.
BPN: 107 Objek Terbangun di Sepanjang Kawasan Lembah Anai
Sebanyak tujuh ruas jalan di Sumbar terdampak bencana alam banjir bandang dan tanah longsor pada 11 Mei lalu. Tidak itu saja, terdapat 46
BPJN: 7 Ruas Jalan di Sumbar Terdampak Banjir Bandang dan Longsor, Ini Rinciannya
Tim gabungan melakukan melakukan penegakan aturan terkait pemanfaatan ruang di kawasan Lembah Anai melalui penindakan secara langsung berupa pemasangan plang peringatan.
Plang Peringatan Dipasang di Bangunan Tak Berizin di Lembah Anai, Diminta Bongkar Mandiri
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Tanah Datar, Yusrizal mengatakan, bahwa bantuan yang mendesak adalah obat-obatan.
Obat-obatan Jadi Kebutuhan Mendesak di Posko Pengungsian Tanah Datar