Polda Sumbar Ringkus 4 Terduga Penambang Emas Ilegal di Pasaman dan Sijunjung

Berita Sumbar terbaru dan terkini hari ini: Polda Sumbar meringkus empat terduga penambang ilegal di Kabupaten Pasaman dan Sijunjung.

Jumpa pers terkait pengungkapan kasus tambang emas ilegal di Sumbar. (Foto: Irwanda/Langgam.id)

Berita Sumbar terbaru dan terkini hari ini: Polda Sumbar meringkus empat terduga penambang ilegal di Kabupaten Pasaman dan Sijunjung.

Langgam.id – Kepolisian Daerah (Polda) Sumatra Barat (Sumbar) meringkus empat terduga penambang ilegal atau pelaku illegal mining di dua daerah di Sumbar, yaitu di Kabupaten Pasaman dan Sijunjung.

Penggrebekan lokasi tambang emas ilegal di dua lokasi itu merupakan bentuk komitmen Kapolda Sumbar, Irjen Pol Teddy Minahasa Putra. Jenderal bintang dua tersebut menegaskan, bahwa zero Illegal mining maupun logging di wilayah hukumnya.

“Kedua pengungkapan atau penangkapan illegal mining ini support dari pak Kapolda Sumbar, bagaimana beliau menyampaikan zero bagi illegal mining dan logging,” ujar Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Stefanus Satake Bayu Setianto, Senin (28/3/2022).

Para terduga pelaku, kata Satake, yaitu berinisial S alias P (56) dan S alias A digrebek polisi di Kabupaten Sijunjung. Keduanya merupakan operator alat berat dan pengawas lapangan.

Sementara, di Kabupaten Pasaman, polisi meringkus MI alias I (29) dan S alias U (47). Mereka juga berperan sebagai operator alat berat dan pengawas lapangan.

Dijelaskan Satake, pengungkapan kasus ini berdasarkan informasi masyarakat yang kemudian ditindaklanjuti. Alhasil, ditemukan aktivitas tambang tanpa izin yang berada di aliran sungai dan hutan.

“Jadi didapat empat orang pelaku di dua lokasi ini. Sejumlah barang bukti disita, di antaranya dua alat berat excavator,” ungkapnya.

Sementara itu, Dirreskrimsus Polda Sumbar, Kombes Pol Adip Rojikan mengatakan, kasus ini masih dalam tahap penyidikan,dan belum diketahui berapa lama tambang emas ilegal ini beroperasi.

“Kami terus melakukan pengawasan, apabila ditemukan lagi kami akan tindak tegas. Proses penyidikan dalam kasus ini masih terus berjalan. Kami masih proses sehingga berkas segera dilimpahkan,” ujarnya.

Adip menyebutkan, pihaknya juga belum bisa memastikan apakah para penambang mengunakan merkuri atau tidak. Namun di lokasi hanya ditemukan alat berat dan beberapa barang bukti lainnya.

Baca juga: Mahyeldi dan Audy Temui Kapolda Sumbar, Bahas Tambang Ilegal hingga Jalan Tol

“Kami belum bisa membuktikan apakah pakai merkuri atau tidak. Mereka mengunakan alat excavator. Tanah dimasukkan dalam box, disaring, dicuci lagi. Dengan pencucian baru didulang. Mungkin merkuri tidak ditemukan,” katanya.

Dapatkan update berita Sumbar terbaru dan terkini hari ini dari Langgam.id. Mari bergabung di Grup Telegram Langgam.id News Update, caranya klik https://t.me/langgamid, kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca Juga

Kapolda Sumbar, Irjen Pol Gatot Try Suryanta bersama unsur Forkopimda melakukan panen jagung serentak kuartal II di Padang. (Foto: Irwanda/Langgam.id)
Polda Sumbar Dorong Ketahanan Pangan Lewat Panen Jagung dan Pembiayaan KUR
Kepala Dinas ESDM Sumbar, Helmi Heriyanto saat memberikan penjelasan tentang izin pertambangan rakyat.
Sembilan Penambang Emas Ilegal Meninggal di Sijunjung, Pemprov Sumbar Singgung Kelalaian
Sebanyak 11 orang dilaporkan meninggal dan 25 orang lainnya masih tertimbun di lokasi tambang emas di Sungai Abu, Kecamatan Hiliran Gumanti,
Catatan Tragedi di Tambang Emas Ilegal Sumbar, Sudah 48 Orang Meninggal Sejak 2012
9 Orang Meninggal Tertimbun di Lokasi Tambang Emas Ilegal Sijunjung
9 Orang Meninggal Tertimbun di Lokasi Tambang Emas Ilegal Sijunjung
Seminar bertajuk “Terjebak di Balik Layar: Psikologi dan Dampak Sosial Judi Online Bagi Generasi Muda” yang digelar HGI bersama Polda Sumbar. (Foto: Istimewa)
Waspada Ancaman Digital, Polda Sumbar dan HGI Soroti Dampak Judi Online bagi Generasi Muda
Polda Sumbar melaksanakan Latihan Pra Operasi (Lat Pra Ops) Pekat Singgalang 2026 di Lantai 3 Gedung Samapta Mapolda Sumbar
Polisi Sudah Periksa 20 Orang Soal Bayi Alceo Meninggal di RSUP M Djamil Padang