Langgam.id – Mantan Kapolda Sumatra Barat (Sumbar) Irjen Pol Djati Wiyoto Abhady berpesan kepada Kapolda Sumbar yang baru Irjen Pol Jawari, agar segera menyesuaikan diri dengan karakter masyarakat Minangkabau.
Djati juga meminta Jawari merangkul tokoh masyarakat dan tokoh agama dalam menjalankan tugasnya sebagai Kapolda Sumbar. Menurutnya, hal tersebut penting untuk memperkuat sinergi antara Polri dan masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban.
“Selamat datang di Ranah Minang untuk Kapolda Jawari. Semoga bisa segera menyesuaikan situasi di daerah Minangkabau,” kata Djati kepada Langgam.id
Ia berpesan agar Jawari menjalankan tugas dengan tetap menghormati nilai adat dan agama yang menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat Minangkabau.
“Dapat merangkul tokoh masyarakat, tokoh agama. Polri bersama masyarakat dengan menghormati adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah,” ujarnya.
Djati berharap sinergi antara kepolisian, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan masyarakat dapat terus diperkuat selama kepemimpinan Jawari di Sumbar.
“Semoga dapat bersinergi menjaga Kamtibmas di Ranah Minangkabau,” tuturnya.
Jawari resmi menggantikan Djati sebagai Kapolda Sumbar. Pergantian kepemimpinan tersebut ditandai dengan rangkaian penyambutan dan pisah sambut yang digelar di Mapolda Sumbar, Kamis (8/10/2026).
Jawari tiba di Mapolda Sumbar sekitar pukul 09.50 WIB, setelah bertolak dari Bandara Internasional Minangkabau (BIM). Kedatangannya disambut Wakapolda Sumbar Brigjen Pol Solihin bersama jajaran Pejabat Utama (PJU) Polda Sumbar.
Prosesi penyambutan diawali dengan pemasangan kalung bunga kepada Jawari. Selanjutnya, ia disambut tari gelombang dan prosesi sekapur sirih sebagai bentuk penghormatan sekaligus penyambutan tamu dalam tradisi Minangkabau. (WAN)






