Perkara Pilbup Padang Pariaman, Tri Suryadi-Taslim Siapkan 16 Saksi dan 33 Bukti di MK

tuak Payakumbuh, gugatan kabupaten solok

Ilustrasi - Undang-Undang dan palu sidang. (Foto: succo/pixabay.com)

Langgam.id – Mahkamah Konstitusi (MK) RI menerima gugatan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) yang diajukan oleh pasangan calon bupati dan wakil bupati Padang Pariaman nomor urut 2 Tri Suryadi-Taslim.

Kuasa Hukum Tri Suryadi-Taslim, Zulbahri mengatakan sejumlah bukti untuk mengikuti persidangan telah disiapkan untuk. Pihaknya telah mendapatkan jadwal sidang ke MK pada tanggal 26 Januari 2021 pukul 11.00 WIB.

“Kita bersyukur atas diterimanya pelaporan kami, artinya kami memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan undang-undang, Alhamdulillah kami bisa melewati dengan baik,” katanya, Selasa (19/1/2020).

Menurutnya, sejumlah persyaratan dokumen dan limitasi waktu sudah berhasil dilewati. Selain itu, pihaknya juga sudah melaporkan sekitar 25 bukti kepada MK.

Mereka juga akan menyerahkan sekitar 8 bukti lainnya. Sementara saksi-saksi disiapkan sekitar 16 orang. Mereka adalah saksi saksi yang dipilih dan relevan dengan permohonan yang telah disampaikan.

“Dulu awalnya ada 8 saksi, tapi sekarang ditambah agar relevan dengan permohonan jadi 16 orang. Kalau bentuk-bentuk bukti lengkap kita siapkan, ada dokumen, foto, video, dan lainnya,” katanya.

Ia mengatakan, salah satu yang akan disampaikan dalam sidang nantinya adalah membuktikan bahwa calon petahana memakai fasilitas negara saat kampanye. Semua bukti terkait dugaan kecurangan itu sudah disiapkan.

“Itu akan kita sampaikan nanti di sidang, calon petahana pakai APBD, hukumannya harus didiskualifikasi, itu aturan khusus untuk petahana,” katanya.

Dia mengatakan banyak pelanggaran lain yang akan dijelaskan dalam sidang seperti memobilisasi ASN dan tenaga honorer, politik uang, dan lainnya. Namun menurutnya pelanggaran terbesar adalah penggunaan APBD. Dirinya yakin bisa memenangkan persidangan di MK nantinya.

“Tentu kita harus yakin menang, ini kan sudah kita lakukanlah sesuai Undang-undang, tidak mungkin lembaga yang mengawal semua peraturan di republik ini malah tidak mengindahkan aturan,” ujarnya. (Rahmadi/ABW)

Baca Juga

Petugas KAI menutup perlintasan liar selebar dua meter di Padang Pariaman. (Foto: Humas KAI Divre II Sumbar)
KAI Divre II Sumbar Tutup Perlintasan Liar di Padang Pariaman
Wakil Ketua DPRD Sumbar, Eviyandri. (Foto: Buliza Rahmat/Langgam.id)
DPRD Sumbar Akan Bentuk Pansus, Usut 371 Buruh Perusahaan Kelapa Dipecat dan Tak Digaji
Direktur LBH Padang, Diki Rafiki, saat diwawancara awak media. (Foto: Buliza Rahmat/Langgam.id)
Nasib Pilu 371 Buruh Perusahaan Kelapa di Padang Pariaman, Dipecat Tanpa Surat dan Gaji
Sejumlah warga menyeberangi sungai Batang Anai mengunakan rakit. (Foto: Camat 2x11 Kayu Tanam)
Jembatan Darurat Rusak Lagi, Putus Akses 3 Nagari di Padang Pariaman hingga Menyeberang Pakai Rakit
Ahli Waris Korban Bencana 2025 di Padang Pariaman Terima Santunan
Ahli Waris Korban Bencana 2025 di Padang Pariaman Terima Santunan
Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis (JKA) mengatakan bahwa Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya telah
Normalisasi SPAM, Padang Pariaman Dapat Kucuran Awal Rp204 Miliar dari Kementerian PU