Tradisi Unik Infak Idul Adha di Masjid Taqwa Padang Pariaman, Jemaah Santap Lapek Sambil Berlomba Sedekah

Tradisi Unik Infak Idul Adha di Masjid Taqwa Padang Pariaman, Jemaah Santap Lapek Sambil Berlomba Sedekah

Jemaah Masjid Taqwa Muhammadiyah Kampani ,elakukan tradisi infak Idul Adha usai salat. (Foto: Mukhtar Syafi`i/Langgam.id)

Langgam.id – Tradisi unik infak Idul Adha kembali menjadi perhatian warga. Momen ini berlangsung saat pelaksanaan Salat Idul Adha 1447 Hijriah di Masjid Taqwa Muhammadiyah Kampani, Nagari Lurah Ampalu, Kecamatan VII Koto Sungai Sariak, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, Rabu (27/5/2026).

Usai salat dan khutbah digelar, jemaah tidak langsung pulang. Para jemaah duduk berkelompok sesuai usia sambil menikmati aneka jajanan tradisional khas Minangkabau yang dibawa warga setempat.

Tradisi infak di Padang Pariaman ini sudah berlangsung turun-temurun dan menjadi bagian dari budaya masyarakat setempat dalam menyambut Hari Raya Kurban. Tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tradisi tersebut juga menjadi momentum berlomba-lomba dalam kebaikan untuk pembangunan masjid.

“Seperti biasa kita berbuka sambil bainfak, ya,” kata pengurus masjid saat mengumumkan kegiatan setelah khutbah selesai.

Jemaah kemudian membentuk formasi duduk yang unik. Kelompok orang tua berkumpul dengan sesama usia mereka, begitu juga kalangan remaja hingga jemaah perempuan. Tak lama berselang, para ibu datang membawa berbagai makanan tradisional untuk disantap bersama.

“Berbuka dulu sanak,” kata seorang  jemaah sambil mempersilakan makan dan minum kepada jemaah lainnya.

Suasana kebersamaan semakin terasa dengan sajian khas Minangkabau seperti lapek sagan, lapek bugih, bakwan, hingga beragam kudapan tradisional lainnya. Tradisi makan bersama itu menjadi simbol eratnya hubungan sosial masyarakat di kampung tersebut.

Setelah makan bersama selesai, sejumlah jemaah mulai maju menyerahkan infak mereka. Nominal yang diberikan pun beragam, mulai dari Rp50 ribu, Rp100 ribu, hingga Rp1 juta untuk satu keluarga.

Menariknya, infak tidak hanya datang dari warga yang tinggal di kampung. Sejumlah perantau asal Padang Pariaman yang berada di Malaysia, Jakarta, hingga berbagai kota besar di Indonesia juga ikut berpartisipasi dengan menitipkan sumbangan melalui keluarga mereka di kampung halaman. Besaran infak dari para perantau berkisar antara Rp500 ribu hingga Rp1 juta.

Kalangan remaja juga terlihat ikut turun memberikan infak. Setiap nama penyumbang beserta asal daerahnya diumumkan langsung oleh pengurus masjid di hadapan jemaah.

“Disini biasa seperti itu, selalu di sebutkan nama yang berinfak. Acaranya ada yang sebelum sholat ada juga yang sesudah sholat vontohnya di di masjid taqwa ini,” kata seorang jemaah lainya bernama, Siti Aisyah.

Menurutnya, tradisi tersebut menjadi bukti tingginya semangat masyarakat untuk berbagi dan membantu pembangunan rumah ibadah.

“Ini bukti masyarakat antusias berinfak, dan mereka sudah niat dan menyiapkan sejak dari rumah dan yang di rantau biasanya mereka titip ke sanak saudara yang di sini,” ungkapnya.

Fenomena budaya berbagi saat Idul Adha seperti ini masih banyak ditemukan di sejumlah daerah di Sumatera Barat. Selain memperkuat nilai gotong royong, tradisi ini juga menjadi daya tarik budaya religius masyarakat Minangkabau yang tetap bertahan di tengah perkembangan zaman.

Setelah seluruh infak dihitung, pengurus masjid langsung mengumumkan total dana yang terkumpul kepada jemaah. Di Masjid Taqwa Muhammadiyah Kampani, jumlah infak yang berhasil dihimpun mencapai sekitar Rp13.750.000.

“Alhamdulilah, semoga amal ibadah diterima dan hendaknya infak ini bermanfaat, Aamiin,” kata pengurus masjid.

Tradisi infak Idul Adha di Padang Pariaman itu pun kembali menjadi gambaran kuatnya budaya kebersamaan, sedekah, dan solidaritas masyarakat Minangkabau yang terus dijaga hingga kini. (WAN) 

Baca Juga

Simulasi Tsunami Digelar di Padang Pariaman, Siswa Dilatih Kenali Jalur Evakuasi
Simulasi Tsunami Digelar di Padang Pariaman, Siswa Dilatih Kenali Jalur Evakuasi
Salendang Kapalo Samek dan Kampia Siriah Padang Pariaman Masuk Nominasi Kriyanusa 2026
Salendang Kapalo Samek dan Kampia Siriah Padang Pariaman Masuk Nominasi Kriyanusa 2026
BPS mencapat kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Sumatra Barat (Sumbar) melalui pintu masuk BIM adalah sebanyak 6.611 kunjungan.
Wacana BIM Jadi Bandara Syekh Burhanuddin, Pemkab Padang Pariaman: Bukan Wewenang Kami
Beberapa pekan belakangan ini, Kota Padang diselimuti kabut asap. Akan tetapi pada Selasa, terjadi perbaikan kualias udara di Kota Padang
Kualitas Udara Padang dan Padang Pariaman Mulai Membaik, Kini Berada di Level Sedang
Kabut Asap Riau
Kualitas Udara di Padang dan Padang Pariaman Tidak Sehat Siang Ini
Pilu Remaja Perempuan 15 Tahun Dicabuli Bergilir 5 Pria di Padang Pariaman
Pilu Remaja Perempuan 15 Tahun Dicabuli Bergilir 5 Pria di Padang Pariaman