Langgam.id – Kinerja perbankan syariah di Sumatera Barat menunjukkan pertumbuhan positif sepanjang setahun terakhir. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sumatera Barat mencatat total aset perbankan syariah mencapai Rp15,14 triliun pada Juni 2026, tumbuh 10,91 persen secara tahunan.
Kepala OJK Provinsi Sumatera Barat Roni Nazra mengatakan pertumbuhan aset tersebut menunjukkan perkembangan positif industri perbankan syariah di Sumatera Barat.
“Pada Juni 2026, total aset perbankan syariah di Sumatera Barat mencapai Rp15,14 triliun atau tumbuh 10,91 persen secara tahunan,” kata Roni Nazra, dikutip Rabu (12/8/2026).
Selain aset, penyaluran pembiayaan perbankan syariah juga mencatat pertumbuhan dua digit. Total pembiayaan yang disalurkan hingga Juni 2026 mencapai Rp13,27 triliun atau tumbuh 16,22 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Sementara itu, penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan syariah tercatat sebesar Rp11,62 triliun. Nilai tersebut tumbuh 6,70 persen secara tahunan.
Roni mengatakan pertumbuhan pembiayaan yang lebih tinggi menunjukkan perbankan syariah terus menjalankan fungsi intermediasi dalam mendukung kebutuhan pembiayaan masyarakat dan dunia usaha.
“Total penyaluran pembiayaan mencapai Rp13,27 triliun atau tumbuh 16,22 persen secara tahunan. Ini menunjukkan pembiayaan perbankan syariah masih tumbuh cukup kuat,” ujarnya.
Meski mencatat pertumbuhan positif, OJK tetap mencermati risiko pembiayaan pada industri perbankan syariah. Rasio pembiayaan bermasalah atau Non-Performing Financing (NPF) tercatat sebesar 1,94 persen pada Juni 2026.
Rasio tersebut meningkat dibandingkan posisi yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sebesar 1,58 persen.
“Risiko pembiayaan masih terjaga dengan NPF sebesar 1,94 persen, meskipun terdapat sedikit peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 1,58 persen,” katanya.
Pertumbuhan perbankan syariah tersebut menjadi bagian dari perkembangan sektor jasa keuangan Sumatera Barat yang secara umum masih menunjukkan kinerja positif.
OJK mencatat total aset perbankan Sumatera Barat secara keseluruhan mencapai Rp88,20 triliun pada Juni 2026 atau tumbuh 4,72 persen secara tahunan. Sementara penyaluran kredit dan pembiayaan mencapai Rp77,70 triliun atau tumbuh 5,92 persen.
Roni menilai pertumbuhan sektor jasa keuangan tersebut sejalan dengan kondisi ekonomi Sumatera Barat yang masih tumbuh positif. Ekonomi Sumatera Barat pada triwulan II-2026 tercatat tumbuh 4,54 persen secara tahunan.
Menurutnya, perkembangan perbankan syariah diharapkan terus mendukung aktivitas ekonomi daerah melalui penyaluran pembiayaan kepada masyarakat dan pelaku usaha.
“Pertumbuhan sektor jasa keuangan diharapkan terus memberikan dukungan terhadap aktivitas ekonomi masyarakat dan dunia usaha di Sumatera Barat,” ujarnya. (HER)





