Perbaikan Sawah Pascabencana Lambat: Ekonomi Petani Terhimpit, Musim Panen Terancam

Petani berajalan di antara lahan sawah yang masih tertimbun material sisa banjir bandang di Kabupaten Solok, Rabu (7/4/2026). Abdul Latif

Petani berajalan di antara lahan sawah yang masih tertimbun material sisa banjir bandang di Kabupaten Solok, Rabu (7/4/2026). Abdul Latif

“Jika keterlambatan terjadi mungkin akibat regulasi yang seringkali justru membelenggu aparatur di lapangan. Seperti yang sering terjadi pada penanggulanan becana selama ini,” ujar Khalid Saifullah, Koordinator Posko Sumbar Pulih, Rabu (22/04/2026).

Di sisi lain, sambung Khalid koordinasi kementerian dan lembaga di lapangan yang tidak optimal juga akan mempengaruhi proses rahabilitasi dan rekontruksi pascabencana.
“Jangan-jangan, masalah utamanya bukan birokrasi yang lambat, tetapi dana kementerian yang sudah turun cepat itu tidak bisa dimanfaatkan karena aturan antarlembaga atau kementerian yang tidak nyambung. Ini yang menghambat,” jelasnya

Khalid juga menyoroti pendataan pertanian selama ini yang seharusnya bisa dimanfaatkan sebagai data awal untuk perpecapan perbaikan lahan sawah terdampak. Menurutnya, saat bencana data itu bisa segera di-overlay dengan wilayah terdampak untuk mengetahui berapa yang rusak, berapa yang bisa segera diperbaiki, dan mana yang membutuhkan penanganan khusus.

“Menyelesaikan pekerjaan itu harus jelas basisnya. Harus tahu bentuk kerusakan itu apakah bisa selesai dalam satu bulan. Yang satu bulan target pemerintah ini apa? Apakah sekadar perbaikan lahan atau sampai pada tahap lahan itu bisa dimanfaatkan lagi? Karena dampak banjir bandang ini tidak sesederhana itu,” urai Khalid.

Ia menekankan, pemulihan pascabencana harus berbasis perencanaan, perhitungan, dan kajian yang jelas. Terutama pada sektor pertanian yang menjadi salah satu sumber perekonomian masyarakat.

“Masyarakat yang terputus mata pencariannya, itu harus diselesaikan dengan berbasis analisis yang jelas. Seperti stimulan dikasih uang kepada petani. Itu perlu diperhatikan jenis pertaniannya seperti apa. Karena sawah dan jagung berbeda durasi panennya,” katanya.

Pemda Kejar Target
Terpisah Wakil Bupati Kabupaten Solok Candra menyatakan pemerintah daerah terus mengebut perbaikan sawah rusak. Saat ini, sebanyak 810 hektare sawah rusak ringan sudah selesai diperbaiki dan sudah bisa diolah.

“Ini untuk kategori rusak ringan dan terdampak yang tertimbun sedimen tidak terlalu tinggi, namun infrastrukturnya terganggu,” ucap Candra kepada Langgam.id, Rabu (21/4/2026).

Di samping itu, sambung Candra, 55 hektare sawah yang mengalami rusak ringan juga sudah selesai diperbaiki. Total sawah yang mengalami rusak ringan mencapai 253 hektare.

Sementara itu, Kepala Bidang prasaraan dan Sarana Pertanian Kabupaten Solok, Safaitir mengatakan, untuk perbaikan lahan pertanian dengan kategori rusak berat belum menemukan solusi. “Pendanaan terkait rusak berat dan sawah yang hilang belum ada, tetapi kami akan tetap mengupayakan,” ucapnya kepada Langgam.id. (Kamis, 16/4/2026)

Safaitir menyebutkan pemerintah telah menyalurkan bantuan untuk petani dengan lahan sawah rusak ringan melalui kelompok tani dengan nominal Rp4,6 juta per hectare. Kemudian untuk sawah rusak sedang juga telah mulai disalurkan bantuan sebesar Rp13,5 juta perhektar sejak 8 April 2026.

“Sedangkan rusak berat dan hilang memang belum ada dananya, tetapi kami akan tetap mengupayakan” jelas Safaitir.

Safaitir proses perbaikan lahan sawah terdampak bencana tergantung pada pencairan dana dari pusat. Momentum libur lebaran selama 12 hari kemarin juga mempengaruhi percepatan perbaikan sawah rusak.

“Masih termasuk lambat, secara umum penyebabnya libur lebaran, karena kami membuat kesepakatan dengan yang punya alat berat seminggu sebelum lebaran, tapi karena akan Lebaran ditundalah sampai habis Lebaran. Tertunda kira-kira 12 hari,” ungkapnya.

Ia menyebutkan, dari target rehabilitasi sawah rusak di Kabupaten Solok realisasi di lapangan baru sekitar 50 persen yang jalan. “Hitungan ini tentu akan terus meningkat, sebab dana sudah turun dan para petani sudah mulai bekerja” katanya. (FIX)

Halaman:

Baca Juga

Wakapolda Sumbar, Brigjen Pol Solihin. [foto: Irwanda Saputra]
Dugaan Kekerasan Seksual Polwan, Perwira AKBP Terduga Pelaku Batal Dilantik Jadi Kabid Dokkes Polda Sumbar 
Viral Tambang Ilegal di Galugua, Polisi: Setiap ke TKP Tidak Ada Orang 
Viral Tambang Ilegal di Galugua, Polisi: Setiap ke TKP Tidak Ada Orang 
Wanita di Pasaman Dipersekusi
LBH Padang Kecam Penghentian Kasus Dugaan Kekerasan Seksual Polwan, Soroti Promosi Jabatan Pelaku
angka kecelakaan Sumbar | 1 Calon Periwira Polisi di Sumbar Positif Covid-19
Polwan Polda Sumbar Korban Dugaan Pelecehan Seksual Mengaku Diancam dan Didesak Damai
polda sumbar
Diduga Dilecehkan di Ruang Kerja Atasan, Polwan Polda Sumbar Buka Suara
Ilustrasi
Siswi SD Negeri 33 Rawang Padang Meninggal Dunia, Diduga Korban Perundungan