Peneliti Temukan Spesies Baru Cecak Jarilengkung yang Hidup di Borneo

Spesies baru cecak

Ilustrasi cecak. [foto: iStockphoto.com]

Peneliti berhasil temukan spesies baru Cecak Jarilengkung yang hidup di Borneo, Pulau Kalimantan.

Langgam.id – Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki banyak keanekaragaman hayati. Mulai dari tumbuhan hingga hewan hidup dan berkembang di beberapa wilayah di Nusantara, salah satunya di pulau Kalimantan.

Sebagai salah satu pulau terbesar di Indonesia, banyak makhluk hidup di Pulau Kalimantan yang belum terungkap. cecak Jarilengkung menjadi salah satu spesies baru yang ditemukan belum lama ini.

Melansir dari laman Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) pada Sabtu (13/10/2021), jenis cicak baru ini awalnya ditemukan oleh Peneliti Zoologi dari Museum Zoologicum Bogoriense, Riyanto. Bersama beberapa kolega dari universitas di negara berbeda, mereka berhasil menemukan spesies cecak baru di Borneo, Pulau Kalimantan.

Dalam jurnal Zootaxa yang diterbitkan pada 25 Agustus 2021, spesies baru ini diberi nama Cyrtodactylus hamidyi  atau Cecak Jarilengkung hamidy. Nama hamidy diambil sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi sosok herpetologis Indonesia, Dr. Amir Hamidy kepada kaum muda Indonesia.

Amir Hamidy telah memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pengungkapan keanekaragaman herpetofauna Indonesia. Selain itu, Amir Hamidy juga merupakan salah satu peneliti Zoologi di Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Lampiran Gambar

Cecak jenis baru ini pertama kali ditemukan ketika memeriksa detail spesimen Cyrtodactylus  dari Kalimantan. Spesimen sebelumnya telah tersimpan di di Museum Zoologicum Bogoriense (MZB), Cibinong.

“Saat pemeriksaan spesimen koleksi marga Cecak Jarilengkung dari Kalimantan, kami mengidentifikasi beberapa spesies baru.  Salah satunya C. hamidyi yang baru terbit ini,” jelas Riyanto.

“Adapun tiga lainnya sedang dalam finalisasi penulisan manuskripnya.  Cecak hamidyi semula adalah empat spesimen berlabel Cecak baluensis dan dikoleksi tahun 2011 dari Kalimantan Timur,” tambahnya.

Ciri-ciri Cecak Jarilengkung

Lebih lanjut, Riyanto memaparkan bahwa cecak jenis baru ini memiliki panjang tubuh sampai 63 mm. Selain itu warna kulit hewan ini kecoklatan dengan corak di bagian belakang kepala.

Pada punggungnya terdapat garis melintang berwarna coklat gelap yang dibatasi pola jaringan putih berbentuk garis vertebral. Sementara pada bagian ekornya, berwarna cokelat gelap yang selang-seling dengan warna putih.

Cecak Jarilengkung hamidy itu Riyanto sendiri miliki kemiripan dengan Cecak matsuii. Namun kedua cecak tersebut hidup di wilayah yang berbeda. Cecak Jarilengkung hamidy hidup di Boreo, sementara Cecak  matsuii Nunukan dan Tawau.


Dapatkan update berita terbaru setiap hari dari Langgam.id. Mari bergabung di Grup Telegram Langgam.id News Update, caranya klik https://t.me/langgamid, kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tag:

Baca Juga

Sejumlah warga menyeberangi sungai Batang Anai mengunakan rakit. (Foto: Camat 2x11 Kayu Tanam)
Lansia Nyaris Hanyut, Pemda Siapkan Jembatan Darurat di Nagari Anduriang
Heboh Kasus Kekerasan Anak di Daycare Yogyakarta, Pemko Padang Janji Perketat Pengawasan
Heboh Kasus Kekerasan Anak di Daycare Yogyakarta, Pemko Padang Janji Perketat Pengawasan
Viral Pidato Wakil Wali Kota Padang Terhenti Ulah Suara "Lelaki Cadangan" di Acara MTQ, Camat Bilang Begini
Viral Pidato Wakil Wali Kota Padang Terhenti Ulah Suara “Lelaki Cadangan” di Acara MTQ, Camat Bilang Begini
KPU Sumbar menunjuk RSUP Dr M Djamil Padang dan Rumah Sakit Universitas Andalas sebagai pusat pemeriksaan kesehatan bagi calon kepala
RSUP M Djamil Klaim Mediasi Kasus Balita Meninggal di Padang, Bentuk Tim Investigasi
Rombongan yang diduga ada Arteria Dahlan saat berfoto-foto di tikungan Sitinjau Lauik, Kota Padang. (Dok. Istimewa)
5 Fakta Heboh Rombongan Berfoto di Sitinjau Lauik, Arteria Dahlan Bungkam hingga Kapolres Solok Kota Minta Maaf
Mantan Anggota DPR RI, Arteria Dahlan. (Dok. Istimewa)
Profil Arteria Dahlan yang Viral Berfoto di Sitinjau Lauik, Pernah Memaki Kemenag dan Sebut Emil Salim Sesat