Langgam.id – Nama politisi Arteria Dahlan jadi gunjingan publik ulah aksi foto-foto rombongan penumpang mobil di tikungan Panorama I Sitinjau Lauik, Kota Padang, Sumatra Barat (Sumbar). Diketahui, mantan Anggota DPR itu termasuk salah satu dari rombongan tersebut.
Berfoto di tengah jalan Sitinjau Lauik dianggap membahayakan pengendara lain. Apalagi, tikungan tersebut sangat ekstrem dan rawan kecelakaan lalu lintas.
Lalu, siapa Arteria Dahlan?
Arteria Dahlan merupakan mantan Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan periode 2019-2024 daerah pemilihan Jawa Timur VI. Ia menjadi Pengganti Antar Waktu (PAW) dari Djarot Saiful Hidayat yang ditunjuk sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta untuk mendampingi Gubernur Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.
Selain terjun ke politik, ia juga seorang pengacara. Usai tidak lagi sebagai legislatif, Arteria Dahlan ternyata kini menjabat Komisaris PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri) Palembang yang merupakan bagian dari holding PT Pupuk Indonesia.
Dalam video yang beredar, rombongan Arteria Dahlan berfoto bersama di tengah jalan tikungan pendakian Sitinjau Lauik. Ternyata, rombongan tersebut merupakan jajaran Komisaris Pusri Palembang yang melakukan kunjungan kerja ke Solok.
Kontroversi
Jauh sebelum viralnya persoalan foto-foto di Panorama I Situnjau Lauik ini, Arteria Dahlan juga sudah sering menuai kontroversi di media sosial, terutama saat dirinya masih menjadi Anggota Komisi III DPR RI.
Dari rangkuman pemberitaan media terpercaya, Arteria pernah memaki Kementerian Agama (Kemenag) dengan kata “bangsat”.
Momen itu terjadi saat rapat komisi III DPR dengan Kejaksaan Agung pada 28 Maret 2018. Namun setelah itu, Arteria Dahlan meminta maaf atas ucapannya itu.
Lalu, pada Oktober 2019, Arteria Dahlan juga jadi sorotan terkait sikapnya saat beradu argumen dengan ekonom senior Emil Salim. Ia memotong Emil ketika berbicara, lalu berdiri menunjuk-nunjuk Emil dan menuding pemikirannya sesat.
Meski menuai banyak kecaman, ia menyebut sikapnya bentuk perjuangan ideologi dan menolak meminta maaf kepada Emil.
Selanjutnya, pada 17 Januari 2022, Arteria Dahlan mempersoalkan Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Barat ketika itu Asep Nana Mulyana yang berbicara dengan bahasa Sunda saat rapat kerja Komisi III DPR dengan Kejaksaan Agung.
Hal ini menuai polemik di kalangan masyarakat beretnis Sunda, termasuk Gubernur Jawa Barat yang ketika itu dijabat Ridwan Kamil yang kemudian meminta Arteria Dahlan meminta maaf.
Arteria Dahla sempat menolak meminta maaf pada 19 Januari 2022 karena menilai tidak ada yang salah dengan pernyataannya.
Bahkan, ia sempat mengaitkan hal ini dengan isu adanya unsur kekaisaran fiktif Sunda Empire dalam institusi kejaksaan, sehingga salah satu petinggi Sunda Empire Rangga Sasana sempat berencana melabraknya di Gedung DPR RI meskipun akhirnya batal.
Arteria Dahlan akhirnya meminta maaf kepada masyarakat Sunda dan Jawa Barat pada 20 Januari 2022. (ICA)





