Pemprov Minta Pemkab Tanah Datar Awasi Objek Sengketa Penertiban Bangunan di Lembah Anai

Ketua Tim Koordinasi Penanganan Pelanggaran Pemanfaatan Ruang Provinsi Sumbar, Arry Yuswandi saat meninjau bangunan rangka besi hotel di Lembah Anai, pada Senin 16 Februari 2026.

Ketua Tim Koordinasi Penanganan Pelanggaran Pemanfaatan Ruang Provinsi Sumbar, Arry Yuswandi saat meninjau bangunan rangka besi hotel di Lembah Anai, pada Senin 16 Februari 2026.

Langgam.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Barat meminta Pemerintah Kabupaten Tanah Datar untuk memperketat pengawasan terhadap objek sengketa penertiban bangunan di kawasan Lembah Anai selama proses hukum masih berlangsung.

Langkah tersebut diambil menyusul pengajuan banding oleh PT Hidayah Syariah Hotel (HSH) atas putusan sengketa penertiban bangunan. Pemprov menegaskan pengawasan diperlukan agar tidak ada aktivitas yang dapat memengaruhi status objek sengketa hingga perkara memperoleh putusan yang berkekuatan hukum tetap.

Kepala Biro Hukum Sekretariat Daerah Provinsi Sumatera Barat, Mashri Yanda Boy, mengatakan surat permintaan pengawasan telah disampaikan kepada Pemerintah Kabupaten Tanah Datar.

“Pemkab Tanah Datar kami minta turut aktif melakukan pengawasan sampai seluruh proses hukum ini selesai,” kata Mashri, Jumat (3/7/2026).

Menurutnya, pengawasan dilakukan untuk memastikan kondisi objek sengketa tetap terjaga dan tidak terjadi perubahan yang berpotensi menimbulkan persoalan hukum baru selama proses banding berjalan.

Di sisi lain, Mashri menyampaikan bahwa Pemprov Sumbar juga tengah menyiapkan langkah hukum menghadapi upaya banding yang diajukan PT HSH. Saat ini, pemerintah masih menunggu memori banding dari pihak perusahaan sebagai dasar penyusunan kontra memori banding.

Ia menjelaskan, permohonan banding PT HSH telah teregister pada Rabu (1/7/2026). Namun hingga kini, dokumen memori banding belum disampaikan kepada pengadilan.

“Bandingnya memang sudah teregister pada Rabu, tetapi memori bandingnya sampai sekarang belum dimasukkan,” ujarnya.

Mashri mengatakan, sesuai ketentuan yang berlaku, PT HSH masih memiliki waktu hingga 8 Juli 2026 untuk menyerahkan memori banding. Setelah dokumen tersebut diterima, Pemprov Sumbar akan mempelajari seluruh materi keberatan yang diajukan sebelum menyusun kontra memori banding.

“Nanti setelah memori banding masuk, kami diberikan waktu sekitar satu minggu untuk menyampaikan kontra memori banding,” katanya.

Ia menegaskan, Pemprov Sumbar akan menghadapi seluruh proses hukum secara profesional dan tetap menghormati mekanisme peradilan yang sedang berjalan. Karena itu, masyarakat diminta bersabar dan memberikan ruang kepada pemerintah untuk menyelesaikan perkara sesuai koridor hukum.

“Kami meminta masyarakat bersabar. Pemerintah harus bertindak hati-hati dalam menyelesaikan persoalan hukum ini agar seluruh proses berjalan sesuai ketentuan,” tutup Mashri. (HER)

Baca Juga

Kerangka besi bangunan hotel di simpadan sungai Batang Anai, Lembah Anai, Kabupaten Tanah Datar.
Banding ke PTTUN, Kuasa Hukum PT HSH: Kami Nilai Hakim Tak Proporsional, Abaikan Fakta Persidangan
Bangunan rangka besi hotel di sempadan sungai Lembah Anai.
Soal Penertiban Bangunan di Lembah Anai, PT HSH Ajukan Banding ke PTTUN Medan
Polisi Terapkan Buka Tutup di Jembatan Kembar Lembah Anai Siang Ini
Polisi Terapkan Buka Tutup di Jembatan Kembar Lembah Anai Siang Ini
Sistem Buka Tutup Dihentikan, Lalu Lintas di Lembah Anai Ramai Lancar Siang Ini
Sistem Buka Tutup Dihentikan, Lalu Lintas di Lembah Anai Ramai Lancar Siang Ini
Arus Lalu Lintas di Lembah Anai Buka Tutup, Ada Pengaspalan dan Pembersihan Material Longsor 
Arus Lalu Lintas di Lembah Anai Buka Tutup, Ada Pengaspalan dan Pembersihan Material Longsor 
Jalur Lembah Anai Macet karena Pengaspalan Jalan, Polisi Terapkan Buka Tutup
Jalur Lembah Anai Macet karena Pengaspalan Jalan, Polisi Terapkan Buka Tutup