Pemkab Sebut Akses Tol Trans Sumatra ke Dharmasraya Untungkan 3 Provinsi, Ini Alasannya

Pemkab Sebut Akses Tol Trans Sumatra ke Dharmasraya Untungkan 3 Provinsi, Ini Alasannya

Peta trase jalan antara Dharmasraya dan jalur tol di Riau. (Peta: Dinas PUPR Dharmasraya)

Langgam.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dharmasraya mengusulkan agar ada trase jalan dari tol Trans Sumatra di Riau menuju kabupaten di Sumatra Barat (Sumbar) tersebut. Bila jalan itu terwujud, akan menguntungkan tiga provinsi.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Dharmasraya Junaedi Yunus mengatakan, tiga provinsi itu adalah Sumbar, Jambi dan Riau. "Bagi Sumbar, tentu ini menguntungkan, karena lebih dekat mengakses tol," katanya, kepada Langgam.id, Sabtu (3/10/2020).
.
Baca Juga: PUPR Dharmasraya: Untuk Akses ke Tol, Telah Ada Jalan 116 Km Tembus ke Riau

Akses transportasi yang lancar ke tol dari Dharmasraya, menurutnya, akan menguntungkan kabupaten itu menjual padi sebagai hasil pertaniannya. Sekaligus menjadikan Dharmasraya tetap menjadi pintu gerbang Sumbar ke arah selatan.

Ia mengatakan, meski nanti tol Padang-Pekanbaru jadi, pengguna jalan Sumbar dari dan ke selatan melalui tol, tetap lebih dekat dari Dharmasraya. "Tetap lebih dekat. Kita lihat di peta saja. Kan jelas di situ. Panjang jalan Padang-Pekanbaru lebih jauh dari Padang-Dharmasraya," tuturnya.

Jalan lintas Sumatra yang melalui Solok, Sijunjung dan Dharmasraya diyakini akan tetap hidup. Selain itu, menurutnya, juga akan memperlancar akses petani di Kabupaten Solok Selatan menjual hasil sayur dan hasil pertanian melalui Dharmasraya. "Jalur dari Sungai Rumbai ke Padang Aro, Solok Selatan juga hanya 50 kilometer. Jalannya sudah lebar," tuturnya.

Melalui jalur itu juga, menurutnya, hasil pertanian dari Kerinci, Jambi lewat. "(Ini akan menguntungkan bagi) sebagian Jambi, Muaro Bungo dan Kerinci. Yang paling menguntungkan itu Kerinci. Menjual hasil pertaniannya kan ke Sungai Rumbai (Dharmasraya). Dari sana baru dibagi. Ada yang ke Muaro Bungo, Pekanbaru dan Sumbar," katanya.

Sementara, bagi Riau akan lebih menguntungkan. "Bagi Riau, akses ke sana tentu akan membawa pergerakan orang. Pergerakan orang tentu akan membawa uang, ada belanja dan menjual (di sana)."

Hal-hal ini, menurutnya, akan dijadikan bahan untuk memperkuat usulan kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Dharmasraya, menurutnya, siap untuk mempresentasikannya.

Pemkab, menurutnya, juga akan berkoordinasi dengan dua kabupaten di Provinsi Riau melalui gubernur Sumbar. Dua kabupaten di Riau tersebut, menurutnya adalah Kuantan Singgigi dan Indragiri Hulu.
.
Baca Juga: Soal Jalan ke Tol Trans Sumatra, Dharmasraya Koordinasi dengan Riau via Gubernur Sumbar

"Kita akan menyurati pak gubernur minta dukungan. Secara lisan beliau kan sudah menyatakannya mendukung. Kita tetap melalui gubernur, prosedur tetap kia jalankan. Riau nanti tentu juga melalui gubernurnya, karena ini lintas provinsi," katanya, kepada Langgam.id, Sabtu (3/10/2020).

Ia mengatakan, dari Dharmasraya, trase jalan yang sudah ada saat ini menuju Balilas, Kabupaten Indragiri Hulu Riau adalah sepanjang 116 kilometer. "Saya telah pernah melewati jalur ini beberapa tahun lalu. Saat itu, masih ada yang jalur tanah. Sekarang sudah beraspal," tuturnya.

Jalur itu, menurutnya, bisa diperpendek kurang dari 100 kilometer (hingga 60-70 kilometer) bila dibuat lurus. Namun, bila jalan jadi, dengan mengikuti trase jalan yang saat ini saja sudah bisa ditempuh dalam 2 jam.

Menurut Junaedi, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) III Padang. Sebelumnya, Kepala BPJN III Bambang Pardede mengatakan menteri juga telah meminta agar membuat akses jalan yang menghubungkan Jembatan Pulai, Dharmasraya ke jalan tol Padang-Pekanbaru. Pihaknya langsung menindaklanjuti hal tersebut dengan menentukan trase atau sumbu jalan baru.

Baca Juga: BPJN Segera Tentukan Sumbu Jalan dari Dharmasraya ke Tol Trans Sumatra
.
“Saya sudah tugaskan perencana kami untuk mencari trase ke salah satu pintu tol yang saat ini juga masih rencana pengembangan jalan tol, kalau secara fisik belum mulai,” katanya Rabu (30/9/2020).

Baca Juga: Bupati Dharmasraya Minta Akses Pintu Tol Trans Sumatra
.
Sebelumnya, Bupati Dharmasraya Sutan Riska Tuanku Kerajaan mengusulkan kepada Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono agar menyetujui jalan akses dari Dharmasraya ke tol trans Sumatra di Riau.

Baca Juga: Menteri PUPR Setuju, Dharmasraya Tindak Lanjuti Rencana Jalan ke Tol Trans Sumatra
.
Menteri Basuki memberi lampu hijau untuk usulan tersebut. Ia sudah meminta Balai Jalan untuk mencek dan memprogramkan secara bertahap. Pemerintah Kabupaten Dharmasraya sendiri menindaklanjuti dengan membuat usulan lebih rinci dan teknis. (HM/Rahmadi/SS)

Baca Juga

Festival Tari Kreasi dan Kuliner di Dharmasraya, Syafruddin Putra: Upaya Mempertahankan Budaya Minang
Festival Tari Kreasi dan Kuliner di Dharmasraya, Syafruddin Putra: Upaya Mempertahankan Budaya Minang
Bupati Sutan Riska Resmikan Mal Pelayanan Publik Dharmasraya
Bupati Sutan Riska Resmikan Mal Pelayanan Publik Dharmasraya
Bupati Dharmasraya Serahkan Bantuan untuk Warga Korban Banjir Bandang
Bupati Dharmasraya Serahkan Bantuan untuk Warga Korban Banjir Bandang
Kuli Bangunan di Padang Simpan Lima Paket Sabu Siap Edar
Operasi Antik Singgalang 2024, Polres Dharmasraya Ringkus 3 Pelaku Pengguna Narkotika
Jembatan Siguntur – Siluluak Bernilai Rp.21,7 M Mulai Dikerjakan
Jembatan Siguntur – Siluluak Bernilai Rp.21,7 M Mulai Dikerjakan
Dharmasraya Gelar FGD Pembinaan Statistik Sektoral 2024 Targetkan Peningkatan Nilai IPS
Dharmasraya Gelar FGD Pembinaan Statistik Sektoral 2024 Targetkan Peningkatan Nilai IPS