Padang Kembali Sekolah Tatap Muka, Aktivitas di Luar Kelas Dikurangi

Langgam.id – Sekolah di Kota Padang kembali menggelar pembelajaran tatap muka pada Kamis (22/10/2026), setelah sebelumnya menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) akibat memburuknya kualitas udara.

Berdasarkan pantauan Langgam.id di SD Negeri 03 Alai, kawasan Parak Kopi, Kamis sekitar pukul 09.00 WIB, kegiatan belajar mengajar berlangsung di dalam kelas. Sejumlah siswa terlihat mengikuti pelajaran, sementara sebagian lainnya bermain di lingkungan sekolah. Beberapa orang tua juga tampak menunggu anak mereka di luar kelas.

Kepala SDN 03 Alai, Anri, mengatakan tingkat kehadiran siswa pada hari pertama kembali belajar tatap muka mencapai sekitar 98 persen. Menurutnya, para siswa antusias kembali mengikuti pembelajaran secara langsung di sekolah.

“Alhamdulillah, siswa kita antusias setiap pembelajaran tatap muka ini. Anak-anak boleh dikatakan 98 persen itu hadir,” kata Anri.

Ia menyebutkan, SDN 03 Alai memiliki 733 siswa, terdiri dari 382 siswa laki-laki dan 351 siswa perempuan. Dari jumlah tersebut, sekitar 2 persen siswa tidak hadir pada hari pertama pembelajaran tatap muka.

Menurut Anri, sebagian siswa yang absen tidak masuk sekolah karena sakit dan mengalami demam.

“Yang tidak hadir itu karena memang ada yang sakit, demam, atau segala macam,” ujarnya.

Meski kegiatan belajar mengajar kembali berlangsung normal di dalam kelas, pihak sekolah tetap membatasi aktivitas siswa di luar ruangan. Sekolah juga mengimbau siswa menggunakan masker sebagai langkah antisipasi terhadap dampak buruk kualitas udara bagi kesehatan.

“Pembelajaran kita normal kembali seperti biasa, beraktivitas di dalam kelas, dan memang dikurangi untuk aktivitas di luar ruangan,” kata Anri.

Anri mengatakan, pihak sekolah masih menunggu arahan dari Dinas Pendidikan Kota Padang terkait pelaksanaan pembelajaran selanjutnya. Arahan tersebut akan menjadi acuan sekolah dalam menyesuaikan kegiatan belajar mengajar dengan perkembangan kondisi kualitas udara.

Sebelumnya, sekolah di Kota Padang menerapkan PJJ pada 19–21 Oktober 2026 akibat memburuknya kualitas udara. Kebijakan serupa juga diberlakukan pada 9–10 Oktober, kemudian berlanjut pada 14–17 Oktober 2026.

Pada 14 Oktober, siswa sempat mengikuti pembelajaran setengah hari dan diminta pulang sebelum pukul 12.00 WIB. Setelah itu, pembelajaran dilanjutkan secara daring.

Selama pelaksanaan PJJ pada 19–21 Oktober, guru tetap diwajibkan hadir di sekolah untuk mengelola kegiatan pembelajaran jarak jauh.

Kini, dengan kembali diberlakukannya pembelajaran tatap muka, sekolah tetap melakukan penyesuaian aktivitas guna mengantisipasi dampak kondisi udara terhadap kesehatan siswa. (HER)

Tag:

Baca Juga

MTsN 5 Padang Raih 3 Gelar di Kejurda FORBASI Sumbar, Melaju ke Kejurnas
MTsN 5 Padang Raih 3 Gelar di Kejurda FORBASI Sumbar, Melaju ke Kejurnas
Kembali Masuk Setelah PJJ, Siswa di Padang Belum Bebas Beraktivitas di Luar Ruangan
Kembali Masuk Setelah PJJ, Siswa di Padang Belum Bebas Beraktivitas di Luar Ruangan
Suasana PJJ di Sekolah Padang karena Kabut Asap
Suasana PJJ di Sekolah Padang karena Kabut Asap
SMP di Padang Pamerkan Inovasi Sekolah Sehat, dari “Kamus Biru” hingga Budaya Peduli Lingkungan
SMP di Padang Pamerkan Inovasi Sekolah Sehat, dari “Kamus Biru” hingga Budaya Peduli Lingkungan
Panti Asuhan Nur Ilahi tempat dua siswa AM dan DP tinggal. (Buliza Rahmat/Langgam.id)
Polemik Tunggakan Seragam Rp300 Ribu 2 Siswa di Padang: Putuskan Pindah Sekolah, Kini Dibantu Donatur 
Panti Asuhan Nur Ilahi tempat dua siswa AM dan DP tinggal. (Buliza Rahmat/Langgam.id)
Kronologi 2 Siswa MAS Al Furqan Padang Dikeluarkan Sekolah karena Tunggakan Seragam Rp300 Ribu