Padang Dapat Bantuan Perangkap Sampah untuk 2 Titik Saluran Terbuka

Langgam.id-perangkap sampah padang

Wako Padang Hendri Septa melihat perangkap sampah yang merupakan bantuan PANGEA Movement di Kelurahan Purus. [foto: Pemko Padang]

Langgam.id – Pemko Padang menerima bantuan sebuah perangkap sampah dari salah satu Non Government Organisation (NGO) yakni PANGEA Movement yang berbasis di Amerika Serikat.

Bantuan tersebut diserahkan oleh Chief Operating Officer PANGEA Movement, William Diricco kepada Wali Kota Padang Hendri Septa di saluran terbuka Sungai Jalan Banda Bakali, Gang Sentosa, Kelurahan Purus, Kecamatan Padang Barat, Jumat (30/7/2021),

Hendri mengucapkan terima kasih banyak kepada PANGEA Movement dan pihak yang terlibat dalam pemberian bantuan perangkap sampah tersebut.

Menurutnya, bantuan ini sangat penting untuk mengurangi timbulan sampah khususnya sampah plastik di muara sungai menuju Pantai Padang.

“Alhamdulillah, Kota Padang merupakan kota yang pertama setelah Bali menerima bantuan ini,” ujar Hendri.

Hendri menambahkan, bahwa Pemko Padang akan meninjau ulang untuk mengganggarkan pengadaan perangkap sampah seperti ini pada APBD TA 2022 mendatang. Sehingga bisa diletakkan ke beberapa sungai lainnya.

Baca juga: Pemko Padang Hapus Denda Pajak Bumi dan Bangunan hingga September 2021

Hendri mengungkapkan, dalam upaya pengurangan sampah di Kota Padang, tentunya juga tak lepas dari dukungan masyarakat yang tinggal di sepanjang sungai dari hulu hingga hilir sungai.

“Kita selalu mengedukasi atau merubah mintset masyarakat dari buang sampah menjadi kelola dan pilah sampah. Semoga hal ini dapat dilakukan seluruh warga Kota Padang,” harapnya.

Laut Bersih dari Sampah

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Padang Mairizon mengatakan, bantuan perangkap sampah dari PANGEA Movement tersebut untuk tahap awal telah diterima pihaknya di dua titik saluran terbuka.

“Hal ini sesuai dengan harapan kita bagaimana sampah dari hulu yang terlanjur sampai ke hilir atau saluran terbuka tidak sampai ke laut. Target dari NGO ini adalah bagaimana laut itu bersih dari sampah,” ucapnya.

Marizon menambahkan, sebelumnya DLH sudah memasang kubus apung di Banjir Kanal Banda Bakali. Namun kondisinya sangat terbatas. Sebab hanya satu titik yang bisa dilakukan penyekatan terhadap sampah-sampah yang terlanjur dibuang masyarakat dari hulu.

Ia menjelaskan, untuk pengambilan sampah yang tersekat di perangkap sampah saluran terbuka ini sama konsepnya dengan kubus apung.

Yaitu terang Mairizon, setelah terkumpul, petugas DLH akan mengangkutnya menuju tempat penampungan sementara (TPS) ataukontainer. Kemudian baru dibawa ke tempat penampungan akhir (TPA) sampah di Air Dingin.

 

Baca Juga

Langgam.id-Adel Wahidi
Ombudsman Sumbar Kawal Audit Internal RSUP M Djamil Padang Buntut Balita Meninggal Diduga Kelalaian Medis
RSUP M Djamil Padang
Pakar Hukum Kesehatan Soroti Kasus Bayi Meninggal di RSUP M Djamil Padang, Sebut Potensi Kelalaian
Dua Bocah Tenggelam di Pantai Ujung Karang Padang Belum Ditemukan, Basarnas Perluas Pencarian
Dua Bocah Tenggelam di Pantai Ujung Karang Padang Belum Ditemukan, Basarnas Perluas Pencarian
KPU Sumbar menunjuk RSUP Dr M Djamil Padang dan Rumah Sakit Universitas Andalas sebagai pusat pemeriksaan kesehatan bagi calon kepala
RSUP M Djamil Klaim Mediasi Kasus Balita Meninggal di Padang, Bentuk Tim Investigasi
Kapolres Solok Kota AKBP Mas,ud Ahmad minta maaf usai heboh rombongan kendaraan yang dikawal anggotanya melakukan foto-foto di tikungan Panorama I Sitinjau Lauik. (Dok. Tangkapan layar video Konfrensi Pers)
Kapolres Solok Kota Minta Maaf Usai Heboh Anak Buah Kawal Rombongan Arteria Dahlan Foto-foto di Sitinjau Lauik
Rombongan yang diduga ada Arteria Dahlan saat berfoto-foto di tikungan Sitinjau Lauik, Kota Padang. (Dok. Istimewa)
Heboh Rombongan Arteria Dahlan Foto-foto di Tikungan Ekstrem Sitinjau Lauik, Kendaraan Lain Terpaksa Antre