Pabrik Karet di Padang Terbakar, Sudah 2 Jam Api Belum Padam

Langgam.id – Kebakaran hebat melanda pabrik karet milik PT Teluk Luas yang berlokasi di Jalan By Pass Kubuk Begalung, Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar), Minggu (18/5/). Kobaran api diketahui terjadi sekitar pukul 12.00 WIB.

Hingga pukul 13.50 WIB, kobaran api tak kunjung padam. Api kian membesar di dalam gudang hingga asap hitam pekat membubung tinggi.

Akses jalan By Pass yang merupakan penghubung kawasan Teluk Bayur menuju Bandara Internasional Minangkabau (BIM) dialihkan. Ribuan warga padati lokasi di sekitar pabrik.

Kapolsek Lubuk Begalung Kompol Robby mengatakan, pihaknya belum mengetahui adanya koran luka atau jiwa dari pekerja dari kebakaran ini.

“Belum tahu apalah ada korban atau tdiak, mudah-mudahan tidak. Beberapa warga yang bermukim di sekitar pabrik dievakuasi. Saat ini petugas damkar fokus memadamkan api,” ujar Robby di lokasi.

Sejumlah armada damkar tidak hentinya lalu lalang memasuki area pabrik. Api yang berkobar hebat membuat damkar kewalahan.

Robby mengungkap saat kebakaran terdapat karet di dalam gudang. Kepolisian telah mensterilkan lokasi agar warga menjauh.

“Kami berupaya bersama damkar agar api tidak meluas. Yang pasti lokasi kami steril,” ungkapnya.

Baca Juga

Kondisi tenda pengungsi warga terdampak banjir di Lapau Munggu, Kecamatan Kuranji, Kota Padang pada Minggu (9/8/2026)
Cerita Korban Banjir Padang yang Masih Memilih Tinggal di Tenda Pengungsian
Walikota Padang, Fadly Amran.
Pemko Padang Siapkan Opsi Relokasi bagi Warga Kuranji yang Tinggal di Area Rawan Banjir
Ratusan Rumah Rusak Terdampak Banjir  Padang Dapat Bantuan Rp2 Juta 
Ratusan Rumah Rusak Terdampak Banjir  Padang Dapat Bantuan Rp2 Juta 
Banjir di Kecamatan Kuranji, Kota Padang. (Dok. Istimewa)
Banjir di Padang Terus Berulang, DPRD Dorong Solusi dari Hulu hingga Muara
Kemunafikan Kaum Maskulin
Kemunafikan Kaum Maskulin
Banjir merendam sejumlah wilayah di Kota Padang, Senin (3/8/2026)
Banjir Kota Padang, Wagub Vako: 1.488 KK Terdampak, 1.377 Warga Sempat Mengungsi