Muzni Zakaria Didakwa Terima Suap Rp3,3 Miliar, Termasuk Karpet Masjid

Bupati Solok Selatan non aktif Muzni Zakaria saat menjalani sidang perdana di Pengadilan Tipikor Padang. (Foto: Istimewa)

Bupati Solok Selatan non aktif Muzni Zakaria saat menjalani sidang perdana di Pengadilan Tipikor Padang. (Foto: Istimewa)

Langgam.id - Bupati Solok Selatan non aktif Muzni Zakaria menjalani sidang perdana kasus dugaan suap yang menjeratnya di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Padang, Rabu (10/6/2020).

Dengan mengenakan baju batik lengan panjang, Muzni mendengarkan dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Sidang kasus bupati dua periode itu dipimpin hakim ketua Yoserizal dengan hakim anggota M Taqdir dan Zalekha.

Baca juga : PH Minta Terdakwa Muzni Zakaria Pindah ke Lapas Muaro Padang, Ini Alasannya

Dalam dakwaannya, JPU KPK Riki B Maghaz mengatakan Muzni menerima suap dari Muhammad Yamin Kahar, pemilik Dempo Group (disidang dalam berkas perkara berbeda). Dia menerima suap dalam paket pekerjaan proyek pembangunan Masjid Agung Solok Selatan dan jembatan Ambayan yang dimenangkan Dempo Group.

"Perusahaan Muhammad Yamin Kahar di kedua proyek ini menang," katanya dalam sidang pembacaan dakwaan atas kasus yang menjerat Muzni Zakaria.

Baca juga : Tak Akan Ada Perlakuan Khusus untuk Muzni Zakaria Selama Dititip di Sel Mapolda Sumbar

Setelah itu, Muzni menerima uang dari Muhammad Yamin Kahar yang totalnya sebesar Rp3,375 miliar. Pemberiannya pun bertahap. Ada yang Rp25 juta, kemudian uang Rp100 juta. Bahkan ada pula yang berupa karpet masjid senilai Rp50 juta, dan terakhir Rp3,2 miliar.

Atas perbuatannya, Muzni dijerat dengan dua dakwaan dengan sama-sama pasal suap. Pertama dakwaan menggunakan pasal 12 B Undang-undang Tipikor dan alternatif kedua dengan pasal 11 Undang-undang Tipikor.

Baca juga : Berkas Dilimpahkan ke PN, Muzni Zakaria Dipindah dari Jakarta ke Tahanan Mapolda Sumbar

Setelah JPU selesai membacakan dakwaan, ketua majelis hakim Yoserizal menunda sidang hingga pekan depan. Sidang yang akan digelar 17 Juni 2020 mendatang beragendakan pembacaan eksepsi dari pengacara terdakwa Muzni Zakaria. (Rahmadi/Abe/ICA)

Baca Juga

Fakultas Teknik Universitas Andalas (FT Unand) menerima mahasiswa baru angkatan pertama untuk Program Studi Sarjana Arsitektur tahun ini.
Korupsi Diduga Jadi Biang Gagalnya Pembayaran Dana Kemahasiswaan Unand 2022
Hari Guru Nasional, Pemkab Solsel Gelar PGRI Bupati Cup 2022
Hari Guru Nasional, Pemkab Solsel Gelar PGRI Bupati Cup 2022
Langgam.id - Proses penyidikan dugaan korupsi pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pasbar direspons penasihat hukum tersangka.
Penasihat Hukum Tersangka Nilai Penyidikan Dugaan Korupsi Pembangunan RSUD Pasbar Lamban
Langgam.id - Uang senilai Rp3,8 milair yang diduga hasil korupsi pembangunan RSUD Pasaman Barat (Pasbar) diserahkan ke kejaksaan.
Uang Diduga Hasil Korupsi di RSUD Pasaman Barat Diserahkan ke Kejaksaan, Nilainya Rp3,8 Miliar
Langgam.id - Kasus dugaan korupsi di KONI Kota Padang terus bergulir. Kali ini, Majelis Hakim minta Mahyeldi Ansharullah dihadirkan.
Majelis Hakim Perintahkan Jaksa Hadirkan Mahyeldi di Sidang Dugaan Korupsi KONI Padang
Langgam.id - Wali Kota Payakumbuh, Riza Falepi mengaku tidak tahu terkait adanya kesalahan pengadaan APD di daerah yang ia pimpim.
Riza Faelpi Akui Tak Tahu Soal Kesalahan dalam Proses Pengadaan APD di Kota Payakumbuh