Masih Didominasi CPO, Ini 5 Negara Tujuan Ekspor Sumbar

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor yang berasal dari Sumatra Barat pada Oktober 2024 sebesar US$243,82 juta. Angka ini terjadi

Ilustrasi. [foto: canva.com]

Langgam.id – Komoditas crude palm oil (CPO) dan produk turunan sawit masih menjadi tulang punggung ekspor Sumatera Barat pada semester I 2026. Di saat yang sama, India tetap menjadi negara tujuan utama ekspor Sumbar, diikuti Pakistan, Tiongkok, Bangladesh, dan Myanmar.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Barat, Nurul Hasanudin mengatakan, nilai ekspor Sumbar sepanjang Januari–Juni 2026 mencapai US$1,568 miliar atau meningkat 22,33 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara pada Juni 2026 saja, nilai ekspor mencapai US$386,41 juta atau tumbuh 47,85 persen secara tahunan.

Nurul menjelaskan, kelompok lemak dan minyak hewan atau nabati yang didominasi CPO dan produk turunannya masih menjadi penyumbang terbesar ekspor Sumbar. Nilainya mencapai US$1,338 miliar atau berkontribusi 85,39 persen terhadap total ekspor daerah selama semester I 2026.

“Komoditas lemak dan minyak hewan atau nabati masih menjadi penopang utama ekspor Sumatera Barat sepanjang Januari hingga Juni 2026,” kata Nurul Hasanudin, dikutip Rabu (5/8/2026).

Selain produk sawit, ekspor berbagai produk kimia, karet dan barang dari karet juga mengalami peningkatan. Sebaliknya, ekspor kopi, teh, dan rempah-rempah mengalami penurunan sebesar 44 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Berdasarkan negara tujuan, India menjadi pasar terbesar dengan nilai ekspor mencapai US$385,12 juta atau 24,56 persen dari total ekspor Sumbar. Posisi berikutnya ditempati Pakistan sebesar US$239,84 juta, Tiongkok US$201,09 juta, Bangladesh US$173 juta, dan Myanmar US$136,65 juta. Kelima negara tersebut menjadi pasar utama bagi berbagai komoditas unggulan Sumatera Barat, terutama produk sawit.

Dari sisi sektor usaha, industri pengolahan masih mendominasi ekspor Sumatera Barat dengan kontribusi mencapai 96,81 persen. Nilai ekspor sektor ini tumbuh 26,23 persen dibandingkan semester I 2025, sementara ekspor sektor pertanian masih mengalami penurunan akibat melemahnya ekspor kopi, teh, dan rempah-rempah. (HER)

Baca Juga

Semester I 2026, Ekspor Sumbar Tumbuh 22,33 Persen
Semester I 2026, Ekspor Sumbar Tumbuh 22,33 Persen
5 Negara Utama Tujuan Ekspor Sumbar Sepanjang Tahun Ini
5 Negara Utama Tujuan Ekspor Sumbar Sepanjang Tahun Ini
Ekspor Karet Sumbar
Januari–Mei 2026: BPS Catat Total Ekspor Sumbar Capai 1,18 Miliar US Dolar
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor yang berasal dari Sumatra Barat pada Oktober 2024 sebesar US$243,82 juta. Angka ini terjadi
Mei 2026: Ekspor Sumbar Turun 34,29 Persen Jadi 146,46 Juta US Dolar
Menteri Perdagangan (Mendag) RI Budi Santoso menekankan pentingnya hilirisasi agar Indonesia tidak lagi bergantung pada ekspor gambir mentah
Lepas Ekspor 27 Ton Gambir Sumbar ke India, Mendag Dorong Hilirisasi
BPS mencatat nilai ekspor Sumbar pada Januari–November 2025 sebesar US$2.458,14 juta atau naik sebesar 22,66 persen dibanding periode 2024
Ekspor Sumbar Januari-Juli 2025 US$1.593,43 Juta, Naik 36,96 Persen