Langgam.id – Nilai ekspor asal Sumatera Barat sepanjang Januari hingga Mei 2026 mencapai 1,18 miliar US Dolar. Capaian tersebut meningkat 16,10 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang sebesar 1,02 miliar US Dolar.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Barat, Nurul Hasanudin, mengatakan kenaikan ekspor secara kumulatif didorong oleh meningkatnya ekspor sejumlah komoditas unggulan, terutama lemak dan minyak hewan atau nabati.
“Nilai ekspor Provinsi Sumatera Barat pada Januari–Mei 2026 sebesar 1,18 miliar US Dolar atau naik 16,10 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025,” kata Nurul Hasanudin dalam Berita Resmi Statistik (BRS), dikutip Kamis (2/7/2026).
Meski secara kumulatif mengalami peningkatan, nilai ekspor pada Mei 2026 tercatat sebesar 146,46 juta US Dolar atau turun 34,29 persen dibandingkan Mei 2025. Dibandingkan April 2026, ekspor juga turun 40,68 persen.
Menurut Nurul, komoditas lemak dan minyak hewan atau nabati masih menjadi penyumbang terbesar ekspor Sumbar. Selama Januari–Mei 2026, nilai ekspornya mencapai 989,60 juta US Dolar atau berkontribusi 83,75 persen terhadap total ekspor Sumbar.
Selain itu, komoditas yang mengalami peningkatan terbesar adalah ampas atau sisa industri makanan yang naik 50,55 persen menjadi 15,76 juta US Dolar. Sebaliknya, minyak atsiri, kosmetik, dan wangi-wangian mengalami penurunan terbesar, yakni 42 persen menjadi 6,92 juta US Dolar.
Dari sisi negara tujuan, India menjadi pasar ekspor terbesar Sumbar dengan nilai 271,30 juta US Dolar. Disusul Pakistan sebesar 195,53 juta US Dolar dan Myanmar sebesar 130,97 juta US Dolar. Ketiga negara tersebut menyumbang 50,59 persen dari total ekspor Sumbar selama Januari–Mei 2026.
Berdasarkan sektor usaha, ekspor industri pengolahan mendominasi dengan nilai 1,14 miliar US Dolar atau 96,45 persen dari total ekspor. Nilai ekspor sektor ini meningkat 17,02 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Sementara itu, ekspor sektor pertambangan melonjak 1.035,81 persen menjadi 1,94 juta US Dolar. Sebaliknya, ekspor sektor pertanian turun 8,47 persen menjadi 39,97 juta US Dolar. (HER)




