Lempar Batu Saat Demo di DPRD Sumbar, Massa Pelajar Dipukul Mundur Polisi

Lempar Batu Saat Demo di DPRD Sumbar, Massa Pelajar Dipukul Mundur Polisi

Aksi ricuh di DPRD Sumbar. (Irwanda/langgam.id)

Langgam.id – Bentrokan kembali terjadi antara pihak kepolisian dengan sejumlah massa yang diduga pelajar. Padahal, aksi unjuk rasa yang dilakukan mahasiswa dari beberapa organisasi ini berjalan tertib dan aman di Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumatra Barat (Sumbar), Kamis (8/10/2020).

Massa yang bentrok dengan pihak kepolisian diduga sengaja membuat kegaduhan sebagai provokator. Bahkan selang menuju Kantor DPRD Sumbar, massa pelajar kembali melempar petugas dengan batu.

Pihak kepolisian memukul mundur massa dengan tembakan gas air mata hingga sampai ke depan Basko Grand Mall atau di Jalan Profesor Dr Hamka. Petugas yang mengunakan sepeda motor patroli terus melakukan pengejaran.

Dua orang yang disinyalir terlibat aksi bentrokan dapat diamankan, meskipun sempat melawan. Remaja ini langsung dibawa dengan mobil barracuda. Sebelumnya, bentrokan pertama juga telah diamankan sejumlah orang yang menjadi provokator.

“Aksi bentrokan yang pertama tadi kami amankan 71 orang. Mereka kamu bawa ke kantor langsung,” ujar Kasat Reskrim Polresta Padang, Kompol Rico Fernanda kepada langgam.id di lokasi demo.

Pantauan langgam.id, pihak kepolisian berupa negosiasi dengan massa pelajar yang berada di depan Basko Grand Mall. Massa yang berada di tengah jalan, membuat arus kendaraan menjadi terganggu. Polantas berupaya mengurai kemacetan yang terjadi di sekitar massa pelajar.

Sebelumnya, Kapolda Sumbar Irjen Pol Toni Harmanto sempat meninjau lokasi demo. Toni menyapa para mahasiswa dan menanyakan asal muasal kampus mereka. Dia juga meminta mahasiswa menyampaikan pendapat dengan tidak anarkis.

“Masyarakat jangan anarkis, ya. Silakan sampaikan pendapat, tapi jangan anarkis ya. Itu aja,” kata Toni.

Dia juga menyampaikan kepada para pelajar yang ikut dalam aksi, namun tidak tahu pokok permasalahan jangan terprovokasi dengan kelompok yang tidak ada berkepentingan.

“Anak-anak sekolah, tidak tahu pokok masalahnya, jangan terprovokasi dengan mereka-mereka yang tidak ada kepentingan di situ,” tegasnya. (Irwanda/ABW)

Baca Juga

Walikota Padang, Fadly Amran.
Fadly Amran Tinjau Pembersihan Lumpur Sisa Banjir SMPN 41, Targetkan Proses Belajar Kembali Normal
Banjir merendam SMP Negeri 41 Gunung Sarik, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang Senin (3/8/2026).
Cerita Kepsek SMPN 41 Pantau CCTV Saat Banjir Rendam Gedung Sekolah
Berjibaku Bersihkan Banjir Lumpur di SMPN 41 Padang
Berjibaku Bersihkan Banjir Lumpur di SMPN 41 Padang
Gubernur Sumbar Imbau Warga Waspadai Peningkatan Intensitas Hujan
Gubernur Sumbar Imbau Warga Waspadai Peningkatan Intensitas Hujan
2.033 Warga Padang Terdampak Banjir Dievakuasi
2.033 Warga Padang Terdampak Banjir Dievakuasi
Cuaca Ekstrem Picu Banjir di Padang, Curah Hujan Capai 297,5 Milimeter
Cuaca Ekstrem Picu Banjir di Padang, Curah Hujan Capai 297,5 Milimeter